
Pagi pagi Dhinie sudah terbangun dari tidurnya.
Dia menikmati udara pagi yang menerpa wajahnya.Semilir angin pagi membuat dia ingin melakukan jogging di sekitar hotel.
Dilihat William masih tertidur nyenyak.
Dia mencuci muka dan menggosok gigi,dan mengambil kaos,celana trening dan sepatu kets nya.
Dia membelai rambut William sejenak,Dan membisikan di telinga William.
"Sayang,aku keluar sebentar ya....sepertinya udara pagi ini sangat segar,aku ingin lari pagi di sekitar danau.Boleh kah.......?"
William masih tertidur,sepertinya dia memang sangat letih.
Entah sudah berapa kali tenaga William terfosir,hanya karena untuk menyenangkan aku.Dhinie tertawa kecil...
Dhinie pun akhirnya keluar kamar,melewati lorong dan memasuki lift.
Tinggg,lift terbuka.....
Dhinie menekan tombol lantai bawah.
Sesampainya di lantai bawah,Para pegawai langsung memberikan salam.
Dhinie hanya tersenyum,dan membalas sapaan mereka.
Sesampainya di lobby,Bara asisten William sedang membaca koran dan menikmati secangkir kopi.
Bara yang melihat istri William berjalan ke arahnya langsung berdiri dan menyapa.
"Nyonya,kenapa pagi-pagi sekali anda keluar Hotel......?"
"Apa anda ingin lari pagi...?"
"Iya....Aku akan berkeliling di sekitar danau,dan tolong bangunkan William bilang aku sedang keluar sekitar danau?"
"Aku ingin dia menjemputku,Dia sedang tertidur pulas jadi aku tidak mengganggunya!"
"Dan kemungkinan dia pasti akan berteriak kencang kalo aku tidak ada di sisinya Ha..ha..ha...?"
Bara pun sudah tau kelakuan William,dia pasti akan menghubungi Bara karena istrinya telah menghilang.
Dhinie pun keluar hotel untuk lari pagi,sedangkan Bara bergegas ke kamar William untuk memberitahukan keberadaan dhinie.
Di kamar hotel Angga
Angga memakai sepatu kets,suasana hatinya sedang berkecamuk keresahan.
Dia ingin melampiaskan dengan berlari pagi.
Dia sengaja tidak mengajak Anna,karena dia ingin menyelesaikan semuanya sendiri.
Angga harus meyakinkan dirinya,sebelum dia melangkah ke pelaminan bersama ANNA.
Angga langsung memasuki lift dan segera menuju danau.
💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔
__ADS_1
Dhinie berlari kecil mengikuti jalanan setapak,tampak di sekitar danau banyak anak anak kecil berlarian,dan saling mengejar.
Dhinie begitu senang melihatnya.
Dia berfikir seandainya,Ia mempunyai anak,mungkin keluarga mereka sangat bahagia.
Apalagi dia tau,William sangat menyukai anak anak.
Dhinie terus berlari sambil melihat ponselnya,dan mengirim suatu pesan ke suaminya.
Sambil berlari dia terus memandangi ponselnya dan dia tidak mengetahui kalo di depan ada seseorang .
Dhini langsung menubruk badan kekar di depannya dan terjatuh.
Kakinya keseleo,dia langsung terjatuh dan memijit kakinya.
Laki laki di depannya pun,kaget karena dari belakang ada yang menabraknya.
Angga langsung menghadap kebelakang dan ingin memarahi orang tersebut.
Dia melihat seorang wanita yang sudah terjatuh,dan memijit kakinya.
Reflek Angga langsung menolongnya,saat dia akan membantu dan dhinie akan meminta maaf karena sudah menabrak lelaki itu.
Pandangan mata keduanya pun bertemu.
Angga kaget,senang dan bahagia,karena wanita yang sudah menabraknya adalah Dhinie.
Dhinie pun mengucapkan minta maaf,tapi di dalam hatinya.Ada perasaan yang tidak menentu.
Seperti dia sudah kenal dengan pria asing ini lama,dan sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Dia memegangi kepalanya dan memejamkan mata.
Angga yang melihat itu,langsung bertanya kepada dhinie,tapi tidak ada jawaban.
"Maaf,,,,apa ada yang terluka....!"
"Mari saya bantu.....!"Angga langsung membawa dhinie menuju kursi taman.
Dhinie begitu pusing,dan merasakan kakinya begitu sakit.
Sepertinya kakinya keseleo parah.
"Maaf,saya sudah menabrak anda?"
"Saya yang salah,anda tidak perlu minta maaf,semua karena kesalahan saya!"
Angga memberikan sebotol minuman untuk dhinie,dia pun langsung menerimanya.
"Terima kasih"
"Sama-sama".Perkenalkan namaku Angga,anda.....?"
Angga menyodorkan tangannya ke arah Dhinie.
"Aku Dhinie William stone,panggil aku Dhinie saja....?"
__ADS_1
Angga begitu terkejut
"Apa nama anda dhinie......?"Lama Angga menjabat tangan Dhinie,tapi dhinie langsung melepaskannya secara perlahan.
"Makasih atas airnya,aku akan kembali ke hotel!"Dhinie ingin berdiri tapi sepertinya dia akan terjatuh.
Disaat Angga ingin menolongnya,tanpa sadar dari belakang ada tangan laki-laki yang langsung menggendong dhinie dan memeluknya dari belakang.
Dhinie berontak karena pikirnya,laki laki yang di kenal barusan sedang menggendongnya.
Tapi pas dhinie mencium bau parfum khas william,dia langsung tersenyum.
"Sayang....kau mengagetkan aku...!"Tangan dhinie memukul ke dada bidang suaminya.
William langsung berjalan meninggalkan Angga.
"Sayang kau tidak mengucapkan terima kasih dengan laki laki yang membantu ku?"Dhini cemberut
Dhinie tidak ingin menjadi manusia yang tak punya rasa terima kasih.
Dia langsung memohon William mengucapkan terima kasih.
William yang sudah berjalan,akhirnya menoleh ke belakang dan berjalan mendekati pria tersebut yang sedang duduk.
"Maaf,aku terlalu posesif dengan istriku,jadi lupa untuk mengucapkan terima kasih...!"
"Iya tidak apa apa,saya hanya membantu istri anda saja...!"Ada senyuman sinis Angga.
Akhirnya setelah mengucapkan terima kasih,William membawa istrinya kembali ke hotel.
Sesampainya di hotel,William memberikan kode ke Bara asistennya.
Bara tau apa yang terjadi di danau,Bara akhirnya memberitahu William,dan William langsung secepatnya menemui istrinya di danau.
Dia tau istrinya tidak mungkin mengingat Angga,tapi William dia tidak pernah melupakan wajah Angga.
Dia mengetahui Angga di hotelnya semenjak di acara makan siang di restoran.
Tanpa sengaja,ada seorang pria yang begitu hangat memandang Dhinie,tanpa menoleh kemanapun.
Sampai ada seorang wanita di sebelahnya pun,tatapan laki laki itu masih melihat istrinya.
William curiga dengan laki laki tersebut,dan mengutus Bara untuk menyelidikinya.
Dan dugaannya benar.....
Makanya William ingin dhinie untuk tetap terus berada di sampingnya.
Tapi pagi ini,entah mungkin Tuhan telah menuliskan bahwa akan ada pertemuan yang tidak bisa di elakan oleh William.
Akhirnya mereka bertemu juga.
William sadar suatu saat pasti akan terjadi.
Dia akan pasrah dan mengikuti takdir ini.
William langsung melajukan ke rumah sakit.
__ADS_1
Sedangkan Angga,dia masih duduk termenung. Jantungnya bergetar saat melihat dan memegang tangan Dhinie.
Dia langsung berlari dan menuju hotel.