menikahi 2 pria

menikahi 2 pria
KEHAMILAN DHINIE


__ADS_3

Lampu pun menyala, Semua tamu merasa senang.


Sama dengan Angga pun seperti itu.


Dia merasa bahagian karena akan melihat Dhinie..


Tapi saat lampu sudah menyala dia tidak menemukan Dhinie juga Margareth.


Sepertinya ada yang tidak beres. pikir angga


Dia begitu kebingungan sama seperti Anna juga orang tua Angga.


Angga langsung menyuruh anak buahnya untuk melacak keberadaan dhinie.


Angga akhirnya meminta MC untuk menutup acara pesta pernikahannya.


MC pun akhirnya mengumumkan permintaan maaf atas kejadian tadi.


Dan pesta pun di bubarkan.


Para tamu pun menghilang satu persatu.


Dipelaminan Anna masih memegang suaminya.


Dia berharap Angga tidak pergi meninggalkannya sendiri di malam pernikahannya.


Tapi dengan halus Angga memohon pengertian Anna.


Agar dia menyelesaikan masalah nya dengan dhinie.


Dia berjanji tak akan meninggalkannya,karena dia sudah ber sumpah tak akan menyakiti istrinya kelak,yaitu ANNA.


ANNA pun merelakan Angga pergi,dan berharap Angga akan kembali padanya dan menepati janjinya.


Angga memohon ijin ke orang tua Anna juga Angga.


Mereka tadinya bersitegang melarang Angga untuk menyusul dhinie.


Tapi Angga menjelaskan semuanya dan memberi pengertian,kalo tetap Anna akan menjadi menantu satu satunya di keluarga Angga.


Angga hanya ingin meminta maaf kepada dhinie mantan istrinya dan memohon doa restu atas penikahannya.


Angga lalu pergi ke luar gedung dan pergi bersama pengawalnya.


Anak buahnya sudah melacak keberadaan DHINIE.


ANNA yang melihat kepergian Angga,berharap semuannya selesai dan dia akan menjalani kehidupan rumah tangganya dengan tenang tanpa rasa bersalah kepada Dhinie.


💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔


Di villa


Bara sudah mempersiapkan kedatangan tamu yang tak di undang.


Dia sengaja menempatkan para pengawal di setiap sudut villa William.


Dia tahu kemungkinan besar Angga akan melacak dan menyusul dhinie.


Dhinie yang masih pingsan,terbaring di kamar.


Bu Siti langsung menyiapkan teh hangat untuk nyonya nya.


Dan kembali ke rumah belakang.


William masih memegang tangan Dhinie.


Sudah 1 jam istrinya pingsan. Tapi dia terus memegangnya dan tak terasa air matanya pun jatuh di punggung tangan Dhinie.


Dhinie pun membuka matanya.


Dia merasakan air mata William yang menetes di tangannya.


Saat bersamaan air matanya pun mengalir di pipinya.


William merasa bersalah dengan semua yang terjadi hari ini.


Dia bahkan pasrah dengan apa yang akan di terimanya nanti.


Semua keputusan yang akan dibuat istrinya,dia harus menerima dengan ikhlas.


"Kenapa kau menangis sayang......?"


Suara lembut Dhinie membangunkan William.


"Sayang maafkan aku,aku tak jujur padamu soal pernikahanmu....!"


"Aku sangat mencintaimu sayang,aku sadar aku salah....!" Wajah William memelas.


Dhinie yang melihat William menangis langsung tersenyum.


"Terima kasih sudah merawatku sayang,dan juga mencintai aku dengan seluruh hidupmu...?"


Dhinie bangkit dari tidurnya,dan William langsung memeluk bahu dhinie.


"Aku haus...bisa ambilkan minum?" dhinie menatap suaminya.


William pun mengambil teh yang di buat bi Siti sebelumnya.


Dhinie meminum teh tersebut,tapi setelah meminum beberapa teguk,perutnya terasa mual dan ingin mengeluarkan semuannya.


William yang melihat kejadian tersebut,langsung kuatir dan menanyakan keadaannya.


"Kenapa sayang..,?Apa teh ini tidak enak...?" William di buat penasaran.


Dia meminum teh yang di buat bi Siti,tapi tidak ada ke anehan.


Dengan menutup mulutnya,dhinie yang masih duduk di kasur langsung berlari ke kamar mandi.


William langsung menyusul dhinie ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, William memijit punggung leher istrinya,dan memegang bahu dhinie agar tidak terjatuh.


kepalanya begitu pusing dan mual.


Sambil di papah oleh suaminya, dhinie duduk di sebuah sofa.


"Sudah Baikkan!" tanya william


"Sudah sayang mungkin karena aku belum makan di acara pesta tadi....?" jawab dhinie


William yang duduk di hadapan Dhinie,langsung berjongkok dan memegang tangan istrinya.


"Sayang...maafkan aku selama ini..!"


"Aku berjanji akan menerima keputusanmu ...!"


Dhinie memang tidak suka di bohongi tapi dia juga tidak bisa memutuskan secara sepihak juga.


Apalagi dengan William,dia yang sudah menolongnya.


Dhinie juga akan membalas kebaikan WIlLiAM.

__ADS_1


Apalagi sejak dia menerima lamaran William,dan menikah dengannya.


Dia begitu bahagia....Jadi apa yang harus aku sesalkan.


Apalagi sekarang ingatanku sudah kembali lagi.


Dan Angga juga sudah menikah,jadi aku harus bisa melupakan Angga mantan suamiku dulu.


Rasanya begitu sakit saat aku mengingat kejadian Angga yang sudah mengkhianatiku.


Dhinie terdiam sejenak,dan membangunkan William dari jongkoknya.


"Aku akan memaafkanmu dan aku akan memulai kehidupanku sekarang....!" Dhinie memulai pembicaraan dengan William.


William pun duduk di hadapan Dhinie dan masih memegang erat tangan istri nya.


"Aku sudah mengingat semuannya...!"


William kaget,tapi dia terus memandang Dhinie.


" Dan aku akan........ !"


Dhinie menghentikan bicarannya,karena perutnya mual dengan hebatnya.


Dia pun langsung berlari ke kamar mandi dan melepaskan genggaman tangan William.


Meninggalkan William yang masih duduk di sofa.


William yang merasa dhinie sudah melepaskan tangannya dan langsung pergi ke kamar mandi begitu kecewa.


Dia berfikir kalo Dhinie,tak akan menerimanya lagi.


Dia tidak mengetahui kalo dhinie pergi ke kamar mandi karena perutnya merasakan mual lagi.


William pun yang sudah mendapatkan jawaban langsung meninggalkan istrinya di kamar mandi dan pergi menuju ruang kerjanya.


Di dalam kamar mandi,mual dhinie begitu hebat,dia ingin mengeluarkan semuanya tapi tak bisa.


Dia berfikir kenapa perutnya terasa mual,di lihatnya kotak p3k, dia mengambil minyak kayu putih.,dan dia melihat pembalut.


Dia berfikir, Dia baru sadar kenapa bulan ini aku tidak kedatangan tamu bulanan ku ya....?


"Jangan jangan.....!"


Dhinie langsung mengambil sebuah test kehamilan dan mencobanya.


Dia ragu ragu mencelupkan barang panjang ke urine yang sudah dia tampung.


Pelan pelan dia masukan alat tersebut,menunggu beberapa detik dan mengangkatnya.


Dia lalu menunggu sebentar lagi.


Masih berharap cemas,akhirnya yang di tunggu pun keluar.


terlihat jelas GARIS DUA berwarna merah muda....


"Aku hamil.....ya tuhan apa ini jawaban MU..?"


Dhinie keluar kamar mandi dan ingin menemui William suaminya.


Dia ingin suaminya mengetahui tentang kehamilannya.


Dia begitu senang dan bergegas lari keluar kamar mandi.


Tapi setelah memasuki kamarnya,dia tidak melihat William.


Dhinie sedih,dan berfikir kalo William pasti sudah salah paham,kalo aku meninggalkannya tadi.


Tapi dia tidak menemuinya.


Dia menghubungi Bara di telepon.


" Iya nyonya.....?" Bara menjawab telepon dhinie


"Kau melihat William,aku sudah mencarinya tapi aku tak melihatnya....!"


"Mungkin William di ruang kerjanya....!"


"Oke makasih,aku akan menyusulnya....?"


" Baik nyonya......?" Telepon pun di tutup


Dhinie memasuki ruang kerja William.


Dia ingin memberi kejutan kepada suaminya yang dia cintai sekarang.


Ruang kerja William,begitu gelap...


Lampunya padam dan jendela ruangnya tertutup rapat.


Dhinie menyalakan senter HPnya,terlihat William dengan wajah bersedih tertidur di kursi kebesarannya.


Dhinie melihat sekeliling ruangan kerja WIlLiAM,begitu berantakan.


Apa yang di lakukan William sekarang.


Aku bingung dan memutuskan mendekati William.


William yang begitu kecewa membuka matanya,dan melihat Dhinie berjalan ke arahnya.


"BERHENTI....!"


William bersuara dengan keras


"Apa yang kau lakukan di sini,aku tau aku salah dengan mu...tapi apa ini balasan ku....?"


"Aku tau apa yang akan kau katakan sekarang padaku....!"


"Sebaiknya kau keluar dari ruangan kerjaku SeKARANG.......!" William membentak dhinie


Dhinie yang merasakan kesalah pahaman William,merasa tidak bisa berbicara lagi.


Dia tidak bisa berkata apa apa lagi.


Tadinya dia ingin mengabarkan berita kehamilannya.


Tapi apa yang dia dapatkan,,,,William malah mengusirnya.


Dhinie yang tanpa menggunakan alas kaki,berlari dan terjatuh.dan tanpa sengaja kakinya mengenai pecahan kaca.


Dia berlari menuju keluar ruangan.


Disaat akan keluar dia berpapasan dengan Bara dan menabraknya.


Alat testpec kehamilannya pun terjatuh di lantai.


Dhinie menangis dan mengusap air matanya.


Dia tidak memperdulikan Bara juga kakinya yang berdarah dan meninggalkan jejak di lantai.


Bara mengambil barang yang di jatuhkan dhinie,dia pun melihat barang tersebut.

__ADS_1


Dia begitu kaget tapi senang.


Tapi Bara juga sedih karena kesalahpahaman mereka ber dua.


Bara memasuki ruangan kerja William.


Dia melihat ruangan William seperti kapal pecah,begitu berantakan.


Bara menghampiri william, tanpa bersuara dan langsung berdiri di depan kursi yang Wiliam duduki.


" Pergilah aku ingin kau tidak usah memperdulikan ku sekarang.....!"


" Aku akan membawamu kembali ke keluargamu dan akan menghilang....!"


William tidak mengetahui kalo Bara yang berada di depannya sekarang.


begitu putus asa nya William ...? Bara begitu sedih,dan mengetahui kalo William begitu mencintai dhinie.


Bara pun tahu kalo dhinie pun merasakan sama apa yang William rasakan.


" Apa seperti ini caramu tuan memperlakukan seorang wanita.... Apa kau tidak ingin memberi kesempatan kepada NYonya dhinie". Bara langsung memberikan William pertanyaan.


William langsung membuka matanya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang...semua sudah berakhir....!"


" Belum....!"


"Kejar dia sebelum kau menyesal.....!"


Bara menyerahkan test kehamilan kepada William di meja kerjanya dan meninggalkannya.


William melihat benda yang di taruh Bara.


Dia begitu penasaran dengan sebuah bungkusan kecil yang di taruh asistennya di meja.


Dia membuka perlahan bungkusan tersebut,dan melihat alat panjang terdapat DUA GARIS merah.


Dia membaca dengan seksama arti dari garis merah tersebut.


Dijelaskan bahwa kalo terdapat dua garis merah berarti HAMIL.


William langsung keluar ruangannya,terlihat jejak telapak kaki yang berdarah mengecap di lantai lorong ruangan .


jejak kaki siapa ini.......?


Kenapa ada noda darah....?


William langsung menghubungi Bara.


Haloo...kenapa ada noda darah di lantaiku....


siapa yang terluka.....?


William masih belum sadar,kalo kaki istrinya saat ini sedang terluka karena dia terkena pecahan kaca.


*Itu jejak kaki istrimu...dia tadi tanpa memakai alas kaki berlari menuju ruanganmu.


Dia ingin memberikan kabar bahagia kepadamu,tapi tuan sudah mengecawakannya sekarang...


Dan selamat tuan,Anda akan menjadi seorang AYAH....!"telepon pun terputus.


William yang tersadar langsung lari menuju kamarnya.


Dia ingin meminta maaf karena sudah membentak istrinya*.


sampai di depan kamar tidurnya,William mengetuk pintu kamarnya.


Tanpa sahutan,.....


Berulang kali mengetuk pintu tapi tetap sama,tanpa sahutan dan jawaban.


William membuka pintu,dan melihat istrinya berbaring di kasur dan menangis.


Dia mendekati dhinie dan meminta maaf atas ke salah pahamannya tadi di ruang kerja.


Dia menceritakan kalo dia begitu emosi dan khilaf.


Dia takut akan kehilangan istrinya.


Dhinie yang mendengar pengakuan William,saat itu juga langsung bangun dan memeluk William dengan erat.


*aku tak akan meninggalkanmu ....


Aku sudah mencintaimu,saat pernikahan kita.


Dan aku menerimamu....


Dhinie menangis kencang,William langsung membalas pelukan istrinya dan mengusap rambut Dhinie.


Maafkan aku sayang.....


Aku begitu bodoh.....dan bodoh....


Harusnya aku mendengarkan penjelasanmu sampai tuntas.


Aku terlalu mencintaimu dan sudah menjadi budak cintamu sayang.....?" William masih memeluk erat*.


Lama mereka berpelukan,William pun langsung melepaskan pelukannya.


Dan menanyakan tentang bungkusan yang di bawanya tadi.


"Apa benar kau hamil.......?" William bertanya ke istrinya


"Aku sepertinya hamil sayang,tapi untuk memastikannya,kita akan mengunjungi dokter kandungan.....?" Dhinie menimpali jawaban suaminya.


Baik lah...kalo begitu, besok kita akan kerumah sakit.Aku begitu senang sayang...


Akhirnya kau hamil juga... Dan Zoya akan menjadi seorang Tante.


Sekarang kita selesaikan masalah kita dengan Angga mantan suamimu.


Karena kemungkinan besar dia akan menemui kita di villa ini.


Dhinie kaget,dia sebenarnya tidak ingin menemui Angga mantannya.


Tapi semuannya harus segera selesai.


Wiliam yang mengetahui luka goresan di kaki istrinya dengan cekatan langsung mengobati luka tersebut.


Hai....Hai...hai....


Para pembacaku yang baik......


Bisakah aku meminta LIKE,COMENT DAN VOTe....


Ayo terus dukung author mu agar tetap semangat.....


HAPPy READING


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2