
Di negara K ,William sedang di ruang kerja bersama BARRA.
Mereka sedang mengerjakan proyek sebuah hotel yang akan di bangun oleh William,untuk diberikan kepada Dhinie istrinya.
"William,aku sudah menyelidiki orang yang selalu mengawasi istrimu.....?"
Barra membuka percakapan
"Biarkan saja,asalkan mereka tidak menyentuh istri dan anakku,kita jangan terlalu gegabah.....!"
"Cukup kita lihat saja,tapi jangan sampai lengah,perketat semua penjagaan di setiap mansion!"
"Baiklah...."
Barra langsung melanjutkan pekerjaannya.
Sebagai seorang asisten yang terlatih,Barra memang cukup cakap dan terampil.
Setiap tatapan matanya,seakan mengartikan sebuah ancaman.
Makannya jangan salah,kalo William sangat mempercayainya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya,William dan barra pun langsung meninggalkan ruang kerjanya.
Jam sudah menunjukan jam 12 malam,bara langsung pamit meninggalkan William ,dan menuju kamarnya di lantai bawah.
William pun setelah selesai langsung menuju kamarnya.
Diapun memasuki kamar pribadinya,terlihat istrinya tertidur dengan sangat lelap.
William langsung menuju kamar mandi,untuk membersihkan wajahnya.
Setelah selesai,William langsung menghampiri istrinya yang sudah tertidur.
Di cium kening istrinya dengan sangat pelan,agar tidak mengganggu tidur istrinya.
"Aku akan menjaga kalian,kalian tidak perlu takut ya....karena ayah akan selalu melindungi kalian.
William tersenyum,lalu berbaring di samping istrinya dan tertidur.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN
Pagi ini William akan keluar kota,menyelesaikan pekerjaannya.
pagi pagi sekali istrinya sudah bangun dan menyiapkan keperluan William.
Semenjak menikah dengan William,Dhinie merasakan kebahagian yang utuh.
Dia begitu di manjakan oleh William juga adik iparnya ZOYA...
(adakah yang kangen dengan ZOYA....???)
Perut dhinie sudah memasuki 9 bulan jalan.
Sesuai perkiraan dokter,Dhinie akan melahirkan sekitar seminggu lagi.
Dhinie selalu menuruti semua apa yang dikatakan dokter.
William dan Dhinie memang sengaja tidak ingin mengetahui jenis kelamin anaknya,karena bagi mereka mau cowok atau cewek,mereka tetap harus bersyukur.
__ADS_1
William akhirnya terbangun.
Sinar matahari menembus kaca mansion,menyilaukan mata William.
Di lihatnya istrinya sedang berdiri di pinggir balkon sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.
William menghampiri istrinya,dan memeluk dari belakang.
"Selamat pagi kesayangan ayah....?"
William memeluk tubuh istrinya sambil mencium bahu kiri Dhinie.
"Wah...sayang,kau sungguh jahat...!"
Sambil terus menciumi aroma tubuh istrinya.
"Mengapa kau tidak mengajakku mandi juga...?"
"Apa kau takut,kalo aku akan menengok anak kita...?"
Dhinie tersenyum dengan tingkah suaminya.
"Tidak sayang....cuma aku tadi cukup gerah,akhirnya setelah bangun aku langsung mandi.....!'
"Mungkin karena hormon kehamilanku sayang...?
Dan juga sebentar lagi aku akan melahirkan,jadi perasaan tubuhku terasa panas.
"Ok.....aku terima alasanmu sayang...?"
"Ayo kedalam,aku tidak mau kesayangan ku kedinginan di luar...?"
Sambil tersenyum,William mengajak Dhinie masuk.
"Makasih sayang....Aku mandi dulu,jam 10 pagi ini aku ada klien penting....?"
Sebelum kelahiran anak kita,aku sudah membuat jadwal akan mengosongkan pekerjaanku,dan fokus menjadi suami siaga untukmu.
William langsung menuju kamar mandi sambil mencubit hidung istrinya.
"Sayang.....!"
Aku tunggu di meja makan ya....
Dhinie pun keluar untuk mempersiapkan sarapan suaminya.
Di tengah tengah Dhinie menyusuri jalan menuju ruang makan.
Tiba tiba perutnya terasa kram,dia berhenti berjalan dan memegang perutnya.
"Tidak mungkin aku akan melahirkan sekarang...!"
"Perkiraan dokter seminggu lagi...!"
"Apa ini hanya kontraksi palsu saja...!'
Pikiran Dhinie cemas,takut semua perkiraannya tepat.
Setelah di rasa sudah baikan,Dhinie pun akhirnya jalan secara pelan pelan.
Tapi di pertengahan,perutnya merasakan kram lagi,dan ini begitu lama.
__ADS_1
Tiba tiba dari selangkangannya keluar cairan.
"Ya Allah....apa ini..!"
"Aku tidak boleh panik.....?"
Sambil meringis merasakan perutnya.
Di pertengahan,muncul Barra yang datang dari arah kamarnya.
"Barra tolong aku.....aku sudah ga kuat...!'
Bara yang melihat istri bosnya langsung berlari ke arah Dhinie.
"Apakah anda sudah mau melahirkan...?"
Saya akan panggilkan tuan William.
Dhinie terus mencengkeram baju barra.
"Barra,aku sudah tidak kuat....!"
Dhinie terus menahan sakit di perutnya.
"Tenang nyonya,aku akan membawa anda ke rumah sakit terdekat....!" Bara begitu panik
Barra langsung menelepon dokter kandungan.
"Cepat datang,nyonya akan melahirkan"
"Aku berikan kau waktu 5 menit kalo tidak tepat sampai sini,kau akan aku pecat....!"
Tangan Dhinie terus mencengkeram baju barra.
"Bara aku sudah tidak kuat lagi...??"
"Baik nyonya...!"
Dengan di bantu asisten rumah,Dhinie di bopong ke kamarnya,
"Nyonya apakah tuan sedang mandi...?"
"Iya.....?"sahut Dhinie
"Biarkan saja...... nanti dia juga akan selesai..!"
Barra sepertinya aku sudah tak tahan lagi,bayinya akan segera keluar...
Sebaiknya aku melahirkan di rumah saja,kalo kita ke rumah sakit tidak akan sempat.
"Baik nyonya....aku akan memberitahu kan dokter,bahwa anda akan melahirkan di rumah...?"
Barra langsung memerintahkan asistennya untuk merebus air panas,dan mempersiapkan kelahiran anak William.
Tepat setelah Barra membopong nyonya nya.
Dokter pun datang tepat waktu.
"Cepat tolong nyonya.....!"
"Baik.....!"Dokter dan perawat pun langsung membantu lahiran Dhinie di rumah.
__ADS_1
hayooo tebak anak William sama Dhinie kira kira cowok apa cewek ya......????