
Dengan cekatan dan hati-hati William membersihkan luka yang mengenai kaki istrinya.
Dhinie meringis kesakitan,saat William membersihkan luka tersebut.
"Awww......!"
"Sakit,sayang......?"
Maafkan aku,seharusnya aku tidak egois.
Aku sungguh menyesal sayang....? William menundukkan kepalanya.tanda,dia begitu menyesali perbuatannya....
Dhinie memperhatikan suaminya,buliran air matanya pun terjatuh,dia langsung memeluk William...
"Aku tak akan pernah meninggalkanmu sayang....?"
"Aku,aku....sungguh mencintaimu!!!"
"Maafkan aku atas kesalahpahaman tadi juga....!"
"Tapi Tuhan sudah memberikan jawaban atas masalah kita sekarang....!"
Dhinie memeluk erat suaminya,tangan kekar William akhirnya menyentuh bahu Dhinie.
"Aku yang bersalah sayang,karena tidak mengetahui keadaanmu ?"
"Aku tak tau kalo saat ini,kau sedang mengandung buah cinta kita"
William pun memeluk mesra Dhinie dengan erat.
Tok...tok...tok...
"Masuk.......?"
William melepaskan pelukannya dan menyuruh asistennya masuk.
Barra memasuki kamar William,dan memberitahukan kalo Angga sudah berada di kediamannya.
"Dia sudah datang William....!"
"Oke,aku akan menemuinya....!"
"Suruh dia menunggu di ruang kerjaku...?"
"Baiklah...!"
__ADS_1
Barra pun pergi meninggalkan mereka berdua,turun ke bawah untuk mempersilakan ANGGA memasuki rumah William.
William menghampiri Dhinie yang berbaring di ranjang.
Dia memegang erat tangan istrinya.
William tau,kalo Dhinie begitu gugup.
Tangannya juga sedikit bergetar.
William begitu memperhatikan keadaan Dhinie sekarang.
Dia tidak ingin Dhinie terluka dan stres.
karena akan sangat mempengaruhi janin yang di kandungnya.
"Sayang kau juga harus menemuinya,kita akan selesaikan semuanya sekarang....?"
"Jangan takut,aku bersamamu....!"
William merogoh saku celananya dan menelepon Barra.
"Iya William,ada apa.....?"
"Angga sudah menunggu di ruang kerja....?"
"Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon anakku....!" pinta William
"Baiklah...aku akan memanggil dokter Catherine...?"
William pun menutup teleponnya.
William membopong Dhinie ke ruang kerjanya untuk menemui ANGGA.
Menapaki lantai tangga satu persatu,William membopong Dhinie dengan begitu sangat hati-hati menuju lantai bawah.
Dia tidak ingin membuat istrinya terjatuh dan terlepas dari genggamannya.
William melihat Barra sudah di depan ruang kerjanya.
Berdiri dengan sikap menyambut tuannya.
William langsung memberi kode ke Barra.
Tanpa aba-aba,Bara membukakan pintu ruang kerja William.
__ADS_1
Tampak Angga duduk di sofa,dan berdiri setelah melihat kehadiran William dan matanya tertuju pada Dhinie yang sedang di bopong oleh William.
William meletakkan istrinya dengan sangat hati-hati di kursi kebesaran William.
Dia lalu menghampiri Angga yang sudah duduk kembali.
Sesekali Angga memperhatikan Dhinie, ingin dia memeluk erat mantan istrinya tersebut.
Tapi,sepasang mata sedang memperhatikan gerak geriknya.
William sengaja menjauhkan Dhinie dengan Angga.
Dia tidak menginginkan ssesuatu terjadi dengan istrinya nanti.
Willian duduk berhadapan dengan Angga.
Dengan kaki yang di silangkan ke kaki satunya,William langsung berbicara dengan Angga.
Angga pun begitu santai menghadapi William.
Dia tidak ingin menyelesaikan masalahnya secara kekerasan.
Baginya,Dia sadar .Dia memang tidak pantas untuk mendampingi mantan istrinya tersebut.
Sekilas Angga melihat Dhinie,dan sungguh dia sangat menyesal apa yang telah dilakukannya dulu.
Sekarang semuannya sudah berlalu.
Dia ingin meminta maaf,dan ingin menjalani semuannya dari awal dengan istri yang baru di nikahinya ANNA.
Hai para readers ku yang selalu setia menunggu novel MENIKAHI 2 PRIA.
Maaf sebelumnya ya....ini aku bikin lanjutan dari cerita William dan Dhinie.
Semoga kalian terhibur 😊😊😊😊😊
Maaf cuma UP sedikit...
Tapi,akan diusahakan tiap hari UP terus .
Makasih untuk support dan dukungannya.
Akan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kalian semua...
salam kangen
__ADS_1
Dhinie 😘😘😘😘😘😘