
Pagi harinya,rumah William tampak tidak ada rutinitas seperti biasanya.
Dhinie membuka perlahan matanya,dan melihat William masih tertidur di sampingnya.
Perlahan-lahan Dhinie mulai mengagumi wajah tampan William,tangannya sesekali menyentuh alis rambut dan hidung William.
Jari Dhinie terus meraba bibir William,dan tanpa aba-aba tangan kiri William langsung memeluk dan mendekatkan wajah Dhinie ke wajahnya.
Jantung Dhinie berdetak dengan kencang,jarak wajahnya dengan William cuma beberapa jengkal saja.
William membuka matanya,....
"Aku senang kau masih mengagumi wajahku sayang......?"
Dhinie masih terpaku,dia membisu menantap suaminya.
"Maaf sayang aku mengganggu tidurmu..!"
Dhinie langsung menarik wajahnya,tapi dengan cekatan William langsung mencium istrinya..
CUP.....
Dhinie diam membisu,dan William terus ******* bibir istrinya.
William melihat Dhinie sedang menikmati morning kiss nya.
Dhinie mencoba melepaskan tangan William,dia tidak ingin terbuai dengan apa yang di lakukan pagi ini.
William yang begitu mencintai Dhinie,begitu mesra mencumbui istrinya.
Tapi,saat bersamaan tiba-tiba perut Dhinie terasa mual,Dhinie lalu melepaskan ciumannya dan berlari ke kamar mandi.
William yang melihat langsung menghampiri istrinya.
"Sayang hari ini kita harus ke dokter kandungan ok.....?"
__ADS_1
"Aku takut kau kenapa-napa...?"
Sambil memijit tengkuk istrinya dengan lembut,William juga mengelus punggung Dhinie.
Semenjak William mengetahui kehamilan istrinya,William begitu posesif terhadap Dhinie.
Dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan istrinya.
Dhinie terus mengeluarkan semua yang ingin dia muntahkan,tapi semuanya tidak bisa keluar.
William memapah Dhinie dan membaringkannya di kasur.
William langsung mengambil handphone dan menelepon seseorang.Tapi,tangannya langsung di cegah oleh Dhinie.
Sayang ....tidak usah telepon dokter Catherine,aku tidak apa-apa.
Aku ingin istirahat dulu,dan siang nanti kita langsung ke dokter kandungan saja.
William langsung mematikan teleponnya,dia tersenyum melihat tingkah istrinya yang sekarang lebih tau dulu,apa yang akan di lakukan William.
Ok sayang...istirahatlah,aku akan mandi dan membuatkan sarapan buatmu..
shower kamar mandi menyala,membasahi tubuh William...
William sangat senang sekarang istrinya begitu mencintainya.
Setelah mandi William langsung memakai kaos oblongnya dan celana jeans selutut.
Dia keluar kamar dan menuju dapur.
Tiba-tiba Bara menghampiri William.
"Apakah kau sudah mengatur jadwalku hari ini....?" Tanya William kepada BARA
BARA duduk di meja menghadap ke William.
__ADS_1
"Aku sudah mengatur ulang jadwalmu,lusa kita akan segera pergi,untuk urusan di Jakarta aku sudah mengutus ADRIAN mengurusnya".
"OKE...."
"Aku suka cara kerjamu.....?"
BARA yang merasa di puji William langsung mengambil sandwich yang di buat oleh William.Dan berlalu meninggalkan William.
"Hai....itu punya istriku,jangan kau makan.....!"
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Di dalam kamar,Dhinie terbangun.
Melihat sekeliling kamarnya,terasa sepi.
"Dimana William.....?"
Dhinie melamun, mengingat ingat perkataan Angga.
Dia begitu takut sampai,dia tidak bisa memberitahu William.
Dia tak menyangka kalo Angga akan seperti itu..
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Apa aku harus memberi tahu William soal Angga?"
Tanpa di sadari Dhinie,William sudah berdiri di pintu dan membawakan sarapan untuk istrinya.
Dia terus memperhatikan Dhinie,semenjak pertemuannya dengan Angga,istrinya selalu terdiam,seperti ada sesuatu yang ingin di beritahukannya.
Sampai William mendekati ranjang,Dhinie masih belum tersadar.
Sampai tangga William membelai bahu Dhinie,baru istrinya merasa terkejut.
__ADS_1
"Ada apa sayang.....apa yang kau pikirkan?"
"Apakah ada yang mengganggu pikiranmu...?