
Di atas podium pelaminan pernikahan Angga dan Anna.
Margareth terus melancarkan aksinya,memberikan fakta fakta tentang jati diri Dhinie yang sebenarnya.
Bahkan Margareth memberikan kado kejutan di layar pernikahan Angga.
Di layar pernikahan tersebut,menyebutkan bahwa Dhinie merupakan mantan istri Angga terdahulu. Dan semua yang di ketahui Margareth di buka habis habisan.
Semua para tamu pun begitu terkejut,Meraka semua terbengong tak percaya akan apa yang di lihatnya di layar.
William langsung memberikan kode ke Bara untuk mematikan video yang ada di layar tersebut.
Dhinie yang melihat video yang sedang di putar,langsung lungLai lemas tak berdaya terjatuh di lantai.
William langsung memegangi istrinya yang sudah terduduk.
Sesekali dhinie menatap William,memang William menceritakan semuannya secara detail.
Tentang musibah kecelakaannya,dan koma selama 2 tahun dan tentang ingatan nya hilang,cuma dia begitu kaget kalo dirinya sebenarnya sudah ber suami.
Di dekapan William,mengalirlah air mata dhinie,dia meremas jas suaminya.
Kepalanya begitu sakit dan rasanya dia ingin berlari keluar,dan akhirnya dhinie pingsan setelah tau kenyataan yang di alaminya.
#Di dalam pingsan nya dhinie melihat semua gambaran kehidupan masa lalunya.
Dia melihat jelas,gambaran gambaran yang dulu terlihat pudar. Sekarang mulai jelas terlihat.
*Tentang pernikahannya dengan Angga,tentang bulan madunya,dan tentang perselingkuhannya dengan Anna dan terakhir kecelakaan mobil yang menimpanya.
Semua tergambar dengan jelas dan nyata.
Kejadiannya seperti baru terasa kemarin.
Dhinie pun mengingat semuannya tanpa terkecuali ingatan tentang William yang sudah merawatnya dari koma*.
Bara langsung menuju ke dalam ruangan,untuk mematikan video tersebut.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan, Bara tidak bisa mematikannya.
Margareth begitu licik,video tersebut sudah di setting sedemikian rupanya.
Sehingga tidak bisa di matikan dari ruang kendali kecuali dari Margareth.
Angga yang melihat kejadian itu begitu senang juga sedih.
Sama dengan perasaan Anna juga orang tua mereka.
Walaupun mereka sudah resmi menjadi suami istri.
Tapi acara resepsi mereka berantakan dengan hadirnya Margareth.
Semua orang berbisik dan bergunjing ria.
Karena Bara sudah kesal dan tak mau William di permalukan akhirnya,Dia langsung mematikan pusat listrik di ruangan ballroom yang mereka tempati.
Bara menghubungi manager hotel dan menyuruh mematikan aliran listrik di ballroom.
Semua tamu ricuh,ingin segera keluar dari gedung tersebut.
Tapi suara lantang Angga meneriakan agar semuanya tenang.
Angga dan Anna pun sama,dia bingung dan terus memegang tangan Angga.
Angga terus memegang tangan Anna dan menyuruh duduk di kursi pelaminan.
Angga langsung menelepon seseorang,dan menyuruh orang tersebut untuk segera ke ruangan resepsi dan menyalakan kembali lampu yang padam.
William yang memegangi istrinya secara diam diam menggendong dhinie yang sudah pingsan mengikuti arah dari anak buah suruhan Bara.
William melewati para tamu tanpa di ketahui semuannya.
Dia keluar dan langsung membawa dhinie masuk ke sebuah mobil yang sudah di persiapkan Bara sebelumnya.
Semuanya masuk ke mobil,Tak terkecuali Bara pun mengikuti William dan duduk di samping sopir.
__ADS_1
Dan para pengawal suruhan Bara langsung masuk ke dalam mobil,mengikuti mobil William yang berjalan terlebih dahulu.
Terdapat tiga mobil yang mengawal William.
Mereka pun langsung melaju ke jalanan.
Sesampainya mobil di persimpangan,Bara menelepon seseorang di sebrang sana.
Dan berbicara dengan tegas.
"Bawa wanita tersebut.........Langsung kau bawa kembali ke negaranya,urus dia dan serahkan kepada keluarganya.
"Dan pastikan dia tidak akan memasuki negara kita...."Ucap Bara dengan keras.
Sampainya di persimpangan jalan,mobil ke tiga yang mengawal William berpisah dan memisahkan diri di kawal mobil belakangnya lagi.
Sedangkan Bara langsung menghubungi JENO.
"Iya ada apa Bara......?"Tanya Jeno
"Tumben kau menelepon,aku sudah bereskan keluarga Margareth,semua saham keluarganya sudah kita dapatkan....!"
"Dan aku pastikan semua yang memiliki hubungan dengan Margareth juga keluarganya,tidak akan bisa menyentuh NEGARA K juga WILLIAM"
"Oke makasih JENo...!"
"Kemungkinan kita akan disini beberapa hari lagi....?"
"Ada masalah yang harus di selesaikan oleh Tuan WIlLiAM di sini....?"jawab Bara
"Oke hati hati.... Kalo ada apa apa hubungi aku...!"
Telepon pun di tutup,Bara melihat William dari kaca depan,dan tersenyum.
William pun tersenyum.
Tidak salah dia memilih Bara sebagai asistennya.
__ADS_1