
Setelah kejadian semalam,William menelepon BARRA agar mempersiapkan perjalanannya ke negara asalnya.
Dia tidak ingin,Dhinie memikirkan peristiwa yang sudah di lalui istrinya beberapa hari lalu.
William tidak ingin,mental Dhinie mempengaruhi janin yang di kandung Dhinie.
Sayup-sayup mata Dhinie terbuka,dia melihat sekeliling kamar yang di tempatnya.
Dia mencari sosok lelaki yang selalu memberikan kiss morning setiap bangun tidur.
"Dimana William...?"
"Apakah dia di ruang kerjanya,batin Dhinie...!"
Dhinie menuruni kakinya dan melangkah ke kamar mandi.
Dhinie memasuki bath up dan mandi dengan busa yang menempel di tubuhnya.
Dia berendam di kamar mandi begitu lama.
Tanpa di sadari Dhinie,William yang sedari tadi berdiri terus memperhatikan istrinya.
William mendekati Dhinie,dia melihat istrinya sedang menutup matanya, sambil menikmati harum wangi bunga,yang berada di kamar mandi tersebut.
Dhinie yang benar-benar menikmati merendamnya, tak sadar kalo William sudah berada di dalam bath up bersama dirinya.
Tiba-tiba Dhinie merasakan bibirnya seperti di kecup seseorang.
Mata nya langsung terbuka dan terkejut.
Dhinie tak menyangka,William sudah berada di bath up bersama nya.
"kenapa sayang...,kau begitu terkejut aku berada di sisimu...?"
__ADS_1
"Apa aku mengganggumu...!"
William ingin beranjak,tapi tangannya langsung di pegang oleh Dhinie.
"Maaf sayang...aku kaget,aku kira siapa yang berani menciumku...?"
"Sayang....aku tidak akan mengijinkan orang lain menyentuhmu,apalagi menciumi..!"
William langsung duduk dan menemani Dhinie berendam.
William membelai rambut istrinya,di pandangi wajah Dhinie.
Dan tanpa aba-aba lagi,William langsung meraih leher Dhinie dan mencium bibir istrinya dengan lembut.
Setengah jam berciuman dan melakukan pemanasan yang cukup intens,William mengankat istrinya dan membilas tubuh Dhinie dengan shower.
Setelah bersih,William membawa Dhinie ke ranjang king size nya.
Sedangkan William,dia tersenyum melihat kelakuan istrinya.
Pagi itu menjelang siang akhirnya William menyalurkan hasratnya ke Dhinie.
Mereka melakukannya dengan penuh gairah dan cinta.
Dhinie akhirnya menyerah,dia sudah tidak bisa lagi mengimbangi permainan suaminya.
Dan akhirnya,setelah 1 jam mencapai kenikmatan,William pun terkapar di samping istrinya,dan mengecup bibir istrinya.
"Makasih sayang...maafkan aku ..?"
"Aku tidak terkontrol tadi,dan maafkan aku telah menyakiti anak kita...?" sambil tersenyum dan mengelus perut rata Dhinie.
"Ingat pesen dokter sayang....?"
__ADS_1
"Iya aku ingat sayang....!"
sambil melangkah ke kamar mandi William langsung membasuh tubuhnya dengan shower.
Dhinie masih di tempat tidurnya,dia terlalu malas untuk pergi ke kamar mandi.
William yang sudah selesai,langsung keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.
Dia melihat istrinya masih tertidur.
"Aku beri dia waktu 2 jam istirahat sebelum kembali ke negaraku....?"
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Maafkan aku sebagai author yang mengecewakan para readers aku....
maaf aku ga bisa up tiap hari....
aku ingin up tiap hari
tapi sepertinya para readers aku sudah terlalu bosan dengan ceritaku...
jadi saya sebagai author,hanya menginginkan sebuah dukungan,like vote
mungkin para readers ku tak pernah berfikir.
sebenarnya dengan kalian memberikan kami vote ,and like
telah memberikan kami sebagai author penyemangat hidup untuk up tiap hari..
jadi pesan author,jangan pelit pelit vote atau like ya ke novel aku...
makasih...sudah mau membaca unek unekku...
__ADS_1