
"Masuk...!" Angga mempersilakan seorang detektif masuk ke ruang kerjanya.
"Ada berita apa....?"
Detektif itu menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Angga.
Perlahan Angga membuka amplop tersebut,dan mengambil beberapa foto yang sudah berjejer di meja kerjanya.
Dia tersenyum dan tertawa dengan kencang,sehingga suarannya menggema di seluruh ruang kerjanya hingga lantai atas.
Kepala pelayan yang sedang di dapur pun begitu terkejut,ada apa dengan tuannya...!
Angga mengepalkan tangannya,dan meninju meja tersebut sehingga tangannya berdarah.
"Kau terluka Angga...!" detektif itu langsung keluar dan memanggil asisten Angga,untuk membersihkan luka yang di derita Angga.
Asistennya langsung membawa obat P3k buat mengobati Angga bos-nya.
"Hati ku lebih sakit saat ini,dari pada tanganku yang berdarah.....!" aku memang salah dulu telah mengkhianati dhinie,tapi aku juga sangat egois dulu.
Wajar kalo sekarang Dhinie begitu sangat membenciku,tapi aku sangat mencintainya.
Angga menangis dan menenggak minumannya..
sedangkan asisten Angga sudah selesai membersihkan luka lukannya.
"Apa kau akan terus mengharapkannya....?"
"Aku berharap jalan yang kau pilih ini,kau tidak akan menyesalinya,apa lagi kau sekarang sudah menikah dengan Anna....?"
"Aku pergi dulu,besok aku akan memberitahukan setiap kabar untukmu....?"
__ADS_1
"Anak buahku saat ini sudah menuju negara K untuk mengawasi mantan istrimu.....!"
Detektif itupun akhirnya keluar dari ruang kerja Angga,dan segera menghilang dari pandangan Angga.
"Aku begitu bingung dengan nya,mengapa dia tidak bisa melupakan masa lalunya".bathin asisten Angga.
Flashback
Angga menemui temannya yang seorang detektif di sebuah cafe.
Detektif itu adalah teman Angga waktu SMA.
Ridho,teman Angga yang juga merangkap sebagai seorang detektif.
"Tumben kau memanggilku,ada apa....?"
Ridho menyeruput kopi nya,yang tadi dia pesan sebelum kedatangan Angga.
"Kau pasti mengenalnya juga kan.....?"
Ridho terkejut setengah mati,Angga temannya memanggil dirinya cuma untuk mengawasi mantan istrinya.
Apa aku ga salah dengar,batin ridho
"Jangan bercanda,banyak kasus yang harus aku selesaikan saat ini....!"
Ridho menatap Angga dengan serius.
Angga mengeluarkan sesuatu dari dalam jas nya...
Angga mengeluarkan buku cek,dan menuliskan sejumlah nominal yang sangat membuat siapa saja tergiur.
__ADS_1
"Ini hanya uang muka,sisannya nanti aku transper...!"
Semuannya sudah aku siapkan di amplop ini.
Apa yang harus kau lakukan selama pengintaian....
Ridho mengambil amplop tersebut dan membacanya sekilas,dia juga melihat jumlah uang yang di tuliskan oleh Angga di selembar ceknya.
"Oke..aku akan menjalankan perintahmu teman.!"
Setelah selesai Angga dan ridho pun akhirnya meninggalkan kafe tersebut.
selama di perjalanan,Angga terus memikirkan mantan istrinya....
Sopir yang mengemudi mobilnya sesekali melihat ke spion tengah,memastikan keadaan bosnya.
"Maaf pak,apakah kita langsung ke rumah utama atau ke kantor...?"
"Kita ke kantor dulu,dan tolong berhenti di lampu merah depan,aku ingin membeli kue untuk istriku,dan tolong bawa ke rumah?"
"Baik pak!"
"Dan kalo istriku menanyakan keberadaan ku,bilang aku sedang lembur...?"
"Baik pak...!"
mobil pun melaju ke sebuah toko roti,dan langsung mengarah ke kantor Angga.
Angga menaiki sebuah lift khusus,dan menekan lantai atas.
sesampainya di atas,dia langsung membuka jasnya dan menduduki kursi kebesarannya.
__ADS_1
Dia membuka hp dan melihat lihat foto kebersamaannya saat bersama Dhinie .