
Beberapa menit mereka berciuman, Anne mulai merasa tersenggal. Dan akhirnya tangan Anne bergerak lalu menepuk nepuk dada suaminya Ian. Mendapat tepukan didadanya membuat ia melepaskan ciuman tersebut lalu terlihat Anne yang bernapas dengan tersenggal senggal. Ian yang melihat itu tersenyum lalu menatap bibir istrinya yang ia cium tadi.
Manis. pikirnya sembari mengusap bibirnya.
"Ayo turun, ibu dan ayah sudah menunggu. " Anne yang diajak turun pun mengangguk lalu turun dengan tangan yang bergandengan dengan Ian.
Dimeja makan, ibu dan ayah sudah duduk menunggu mereka untuk makan siang. "Kenapa lama sekali berganti baju? " tanya ayah pada sepasang suami istri tersebut.
"Jangan bertanya hal begitu pada pasangan suami istri, kita juga pernah haha. " ucap ibu pada suaminya sambil tertawa. "Tidak ada apa apa kok ayah. "
Mereka pun makan siang bersama lagi. Setelah makan siang mereka mengobrol hingga tanpa sadar sudah sore.
"Sudah sore, ibu dan ayah akan pulang. Ian jaga istrimu dengan baik, jangan terlalu ganas diranjang. " ucap ibu pada anaknya. "Iya bu. "
"Anne kamu juga jaga kesehatan baik baik ya, supaya cepat ada bayi di perutmu. " kata ibu sambil mengusap perut menantunya. Anne yang mendengar itu mengangguk patuh pada ibu mertuanya.
__ADS_1
Setelah itu, ibu dan ayah pun melajukan mobilnya pergi dari rumah anak dan menantunya. "Ayo ke kamar. " ajak Ian pada istrinya. "Untuk apa? " tanyanya penasaran apa yang akan dilakukan suaminya pada dirinya.
"Melanjutkan yang tadi. " ucap Ian membuat wajah Anne memerah karena malu. "Em suamiku aku akan membantu bibi menyiapkan makan malam. " ucap Anne hendak pergi ke arah dapur tapi terhenti karena tangannya yang ditahan Ian.
Ian menarik istrinya agar mendekat kearahnya, lalu dengan 1 gerakan ia berhasil mengangkat istrinya. Setelah mengangkat Anne, ia pun membawa istrinya ke kamar.
"Suamiku, apa yang kamu lakukan,lepaskan aku. " Anne memberontak selama dalam perjalanan ke kamar. "Jangan bergerak atau kau akan jatuh nanti. "
"Lepaskan aku. Aku beratt. "
~•~
Sesampainya dikamar, Ian membaringkan istrinya dikasur. Setelah membaringkan istrinya, Ian menindih tubuh istrinya lalu mengatakan, "Ayo beri cucu pada ibu dan ayah. "
"Tapi kita kan hanya menikah kontrak bukan menikah sungguhan," kata Anne pada suaminya. "Aku akan membatalkan perjanjian kita surat kontrak itu. " Ian bangun dan membuka laci dikamar tersebut kemudian mengambil surat kontrak pernikahan antara dirinya dan istrinya. Lalu dalam hitungan detik, surat kontrak tersebut terkoyak menjadi serpihan kecil.
__ADS_1
"Aku sudah menghapus surat kontrak itu. Sekarang kita adalah suami istri sungguhan bukan suami istri diatas kertas. " ucap Ian dengan istrinya Anne.
"Tapi, hutang ku dengan orang orang itu "
"Aku sudah melunasi semuanya termasuk bunga bunganya. " potong Ian.
"Em terimakasih suamiku. A,aku siap kok membalas budi terhadap kebaikan mu. " ucap Anne dengan sedikit gugup. Ian yang mendengar itu pun langsung mendekat dan kembali menindih istrinya.
"Aku akan menjaga mu dengan baik setelah ini, dan ingat mulai detik ini kita bukan suami istri kontrak lagi. " ucap Ian dengan penuh keyakinan.
Dan setelah mengatakan itu, Ian langsung kembali mencium bibir istrinya, tapi kali ini ia mencium dengan sangat ganas dan penuh dengan rasa semangat. Beberapa menit kemudian, ciuman pun dilepaskan. Bibirnya mengigit leher Anne hingga tercetak sebuah tanda yang cukup banyak.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
Oke, udh sisanya kalian mikirin sendiri aja.
__ADS_1