Menikahi CEO Ian

Menikahi CEO Ian
Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Ian melihat gadis yang sedang duduk didepannya menanda tangani surat kontrak tersebut tanpa membacanya dengan jelas terlebih dahulu. Setelah selesai menandatangani surat tersebut Anne melihat ke arah Ian.


"Baiklah, hari ini kau akan menemui orangtua ku. Berpura pura lah jadi pacarku, 1 minggu lagi kita menikah. Apa ada yang ingin kau tanyakan? "


"Setelah kita menikah,apa adikku akan ikut tinggal bersama kita? "


"Adikmu akan tinggal bersama keluargaku. Dan kau akan tinggal berdua denganku. " Anne yang sudah mendengar itu langsung mengangguk tanda bahwa ia setuju.


~•~


Sorenya, sesuai dengan perkataan Ian, ia membawa Anne bertemu dengan keluarganya.


"Ibu,ayah aku pulang. " kata Ian saat masuk kedalam rumah yang langsung dilihat oleh kedua orangtua nya. "Omo omo, anakku kamu pulang dengan siapa? Apa dia pacarmu? " tanya ibu Ian dengan mata berbinar binar.


"Kenalkan bu, yah ini pacarku Anne. Kami akan menikah 1 minggu lagi. " Ibu dan ayah Ian pun memperhatikan gadis yang menjadi pacar Ian. "Bukankah 1 minggu terlalu cepat? " tanya ayah pada putra sulungnya.

__ADS_1


"Bukankah lebih cepat semakin baik? Aku kan jadi bisa melihat dan melakukan apa saja pada Anne setiap hari. " jawab Ian dengan lugas sambil mencium kepala Anne.


Eh, kok dia cium kepala aku sihh. Kan aku jadi baper, omaga hati jangan baper, jangan baper.


"Hahah, baiklah jika begitu ayo makan bersama. " ajak ayah pada putra sulung dan calon menantunya, lalu berjalan sambil menggandeng bahu ibu. Kemudian, di ikuti oleh Ian dan Anne.


Dimeja makan, ibu mengambil nasi untuk calon menantunya dan juga memberikan lauk yang cukup banyak pada calon menantunya. Lalu beralih mengambil nasi serta lauk untuk suami tercintanya.


"Makankah yang banyak jangan sungkan. " kata ibu pada Anne sambil tersenyum.


"Iya bu. "


"Kau ini kebiasaan sekali pulang terlambat. " kata Ian pada adiknya yang bernama Nehan Linford Errando.


Sementara Nehan yang dibilang begitu tidak peduli dan terus makan. "Sudahlah, kita lanjutkan saja makan. " ucap Ibu pada Ian yang dijawab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


Setelah makan malam bersama. Anne izin pamit pada keluarga Ian untuk pulang.


"Baiklah, hati hati. Besok datang untuk makan bersama lagi ya. " Anne tersenyum pada ibu dan pulang dengan diantar Ian.


Didalam perjalanan pulang diantar oleh orang yang 1 minggu lagi akan menjadi suaminya, ia berbicara dalam hati.


Sudah lama sekali aku tidak merasakan kehangatan keluarga seperti tadi. Anne merasakan ada desiran di dadanya ketika mengingat makan malam tadi.


Beberapa menit kemudian, Anne pun sudah sampai dirumahnya. "Terimakasih sudah mengantarku pulang. " ucap Anne ingin keluar dari mobil,tapi Ian tiba tiba berbicara padanya, "Besok aku akan menjemputmu dirumah,jangan lupa bawa adikmu juga. "


"Baik." jawab Anne begitu saja lalu keluar dari mobil Ian. Setelah memastikan calon istrinya masuk kedalam rumah, barulah pria tersebut pergi untuk kembali ke rumahnya.


Didalam rumah, begitu Anne baru berjalan masuk beberapa langkah, ia melihat adiknya sedang duduk disofa sambil cemberut.


"Kakak kemana saja? Aku kan sudah menunggu kakak dari tadi. " kata Loyce dengan cemberut melihat kakaknya.

__ADS_1


"Heheh, tadi kakak pergi makan dengan calon suami kakak. " Loyce yang sedang cemberut langsung terbelalak ketika mendengar kata calon suami.


Calon suami? Kakak mau menikah? dengan siapa?


__ADS_2