Menikahi CEO Ian

Menikahi CEO Ian
Biodata dan Kontrak


__ADS_3

"Maaf tuan, ada apa ya? "


"Tidak ada. Dimana karyawan lainnya? Kenapa hanya kau yang ada disini? " tanya seorang pria yang bernama Ian.


' Duh, kok dia tanya gitu, apa pelayanan ku kurang bagus ya?' suara hati Anne.


"Ah itu, tempat ini tidak memiliki banyak pekerja karena tidak ada yang tertarik. Aku disini karena ini adalah jam kerjaku. Apa pelayanan saya tidak bagus sehingga anda bertanya itu?"


"Lupakan saja, pergilah lanjutkan pekerjaan mu. " jawab Ian mengusir. Anne yang disuruh itu pun mengangguk dan berjalan pergi dari kedua pria tersebut.


Setelah ia pergi dari meja nomor 12,mereka pun memakan makanan yang di sajikan oleh Anne. Ren yang melihat CEO mereka tidak bersemangat makan pun akhirnya membuka mulut dan bertanya, "Kenapa? Apa kau tidak suka makanannya? " Namun diberi pertanyaan itu, ia bukannya menjawab tetapi malah memberi perintah.


"Siapa gadis tadi? Cari tahu semua biodata dirinya, aku mau itu sudah ada setelah ini. Sekalian dengan surat kontrak nikah. " Ren yang diberi perintah itu pun terheran heran sambil menggaruk kepalanya.


Sesuai perintah dari sang CEO, sekretarisnya pun mencari biodata Anne dengan penuh perjuangan. Dan setelah sekian lama ia mencari, ia pun menemukannya dan langsung menyerahkannya beserta dengan surat kontrak nikah yang diminta CEO mereka yaitu Ian.

__ADS_1


Diruangan CEO Ian, sekretaris Ren mengetuk pintu.


Tok tok tok…


Beberapa menit ia menunggu, tidak terdengar kata masuk dari dalam. Ia malah mendengar Ian sedang berbicara dengan perempuan paruh baya dari dalam ruangan CEO.


"Kapan kamu mau nikah? Mama udh ga sabar mau gendong cucu! " Kata perempuan paruh baya tersebut yang merupakan ibu dari Ian. "Nanti deh, masih dicari. " jawab Ian dengan cuek seolah tak tertarik dengan yang di bicarakan ibunya.


"Kamu kalau besok masih gak punya pacar, ibu jodohin kamu sama tetangga sebelah! " Ucap Ibu mengancam. "Tapi kan tetangga udh nikah semua bu. "


Setelah itu pun, Ren masuk dan mengantarkan hal yang diminta oleh Ian di cafe.


"Hai CEO, ini yang Anda minta tadi. "


Ian yang mendengar itu pun langsung melihat kearah sekretarisnya yaitu Ren dan mengambil berkas yang diminta dirinya. Ia pun membukanya dan melihat satu per satu biodata nya.

__ADS_1


'Hidupnya begitu sulit, sepertinya ini akan bagus. " kata hati Ian.


Setelah membaca biodata nya, ia pun memberi perintah lagi pada sekretarisnya.


"Besok jemput dia kesini, aku ingin berbicara dengannya. Sekarang keluarlah dan selesaikan pekerjaanmu."


"Baiklah CEO. " Setelah itu pun Ren keluar dari ruangan CEO dan menyelesaikan pekerjaannya.


Sementara disisi yang lain.


Anne keluar untuk menjemput adik perempuannya disekolah. Ia berjalan kaki dari cafe hingga ke sekolah adiknya dengan penuh semangat. Tetapi, begitu sampai disekolah adiknya ia melihat adiknya sedang duduk di tengah gerombolan pembully yang beranggotakan 4 orang.


"Hei kutu buku. Apa kau tidak punya teman selain buku? " ucap salah satu orang dari geng bully tersebut. Adik Anne tidak menjawab sama sekali dan hanya diam, membuat salah satu dari mereka mengambil buku adik Anne dan melemparkannya ke tong sampah. Setelah itu mereka ber empat pun langsung tertawa dengan keras.


Anne yang melihat itu pun langsung mendekati geng bully tersebut dan mengatakan

__ADS_1


__ADS_2