Menikahi CEO Ian

Menikahi CEO Ian
Sarapan bersama


__ADS_3

Di pagi harinya Anne terbangun di jam tujuh lewat, begitu terbangun ia melihat disampingnya ada suaminya yang sedang tidur dengan posisi menghadap kearahnya.


Tampannya suamiku. Tangannya seolah bergerak sendiri memegang rambut Ian lalu mengusapnya.


Begitu suaminya membuka mata, Anne langsung menarik tangannya kembali. Tetapi tangannya ditahan oleh Ian lalu menggerakkan tangannya untuk memegang pipinya.


Hah? Apa aku masih mimpi? Kayaknya aku masih dialam mimpi. Anne langsung menggelengkan kepalanya kuat lalu bangun dari tempat tidur kemudian menepuk pipinya.


"Apa yang kau pikirkan? Istriku. "


Entah kenapa, setelah mendengar panggilan itu wajah Anne langsung memerah seperti direbus. "Tidak ada apa apa, ee aku akan mandi terlebih dahulu. "


Anne langsung berlari ke kamar mandi setelah mengatakan itu.


Kenapa dia lucu sekali sih, aku kan jadi semakin senang memanggilnya dengan panggilan itu. Ian tanpa sadar tersenyum saat memikirkan raut wajah Anne tadi.


Dikamar mandi, Anne bersandar di pintu sambil memegang dadanya yang berdetak kencang.

__ADS_1


Kenapa dia memanggilku dengan panggilan itu. Bagaimana kalau aku baper dan jatuh cinta padanya ..


Setelah berdiam beberapa saat, Anne pun akhirnya membersihkan dirinya lalu keluar dari kamar mandi dengan baju kaos dan celana pendek nya. Ian yang melihat itu langsung mendekat ke arah istrinya lalu mengatakan,


"Kenapa menggunakan celana pendek? " ucap Ian bertanya dengan mulut yang dekat dengan telinga istrinya.


"A, aku memang selalu menggunakan celana pendek jika dirumah. " jawab Anne dengan penuh rasa merinding. "Sebaiknya ganti atau kau akan menyesal. "


"Iya iya, aku ganti sekarang kok. " Anne berlari kembali masuk ke kamar mandi setelah mendengar itu. Sementara Ian mengusap tengkuk lehernya dengan telapak tangannya sambil menarik napas panjang.


Setelah berganti celana, Anne keluar dari kamar mandi dengan celana panjang nya. Setelah itu barulah Ian masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya.


Ian tersenyum lalu memakai pakaiannya setelahnya turun mengikuti istrinya.


Saat bibi pelayan melihat Anne turun ia langsung menyapa Anne. "Selamat pagi nona, apa yang ingin anda makan pagi ini? " tanya bibi pelayan dengan ramah.


"Selamat pagi bibi, aku akan sarapan roti saja. " jawab Anne tidak kalah ramah yang dijawab anggukan oleh bibi.

__ADS_1


Ketika Ian turun,sarapan sudah selesai sesuai dengan keinginan Anne. Bibi menyiapkan roti panggang dengan telur dan sayur untuk tuan dan nona yang ia layani.


"Suamiku ayo sarapan bersama. " ajak Anne pada suaminya yang baru turun dari tangga. Ian pun mendekat kearah meja makan dan duduk disamping istrinya tetapi setelahnya, ia bingung kenapa ada empat piring makan sedangkan mereka hanya berdua.


Ketika ingin bertanya, tiba tiba saja ibu dan ayah turun dari tangga dan berjalan dengan bergandeng tangan menuju meja makan. "Sejak kapan ibu dan ayah ada disini? " tanya Ian heran kenapa ibu dan ayahnya ada dirumahnya pagi ini.


"Ibu mu meminta untuk tidur disini satu malam, karena ingin melihat kalian bersama. " jawab ayah yang dijawab dengan anggukan dari kedua pasangan itu. "Bagaimana semalam? Lancar tidak? " ibu melihat anak dan menantunya dengan mata berbinar binar.


"Lancar apa ya bu? "


"Masa kalian ga tau. Oh ya, tadi malam Ian ganas ga? Apa ada yang sakit di tubuhmu? "


"Engak ada kok bu. "


"Sudahlah bu yah, ayo sarapan nanti keburu dingin. " ucap Ian tiba tiba pada ibu dan ayahnya.


Ibu dan ayah pun terkekeh lalu mereka pun sarapan bersama.

__ADS_1


~•~•~•~•~•


Hai semua, masih dengan aku disini. Harap dukungannya ya pada karya pertamaku ini. Beri like jika kamu suka dengan karya ini, komentar jika ada kritikan atau saran. Terimakasih😇


__ADS_2