Menikahi CEO Ian

Menikahi CEO Ian
Rasa yang Mendebarkan


__ADS_3

Di pagi harinya, terlihat seorang pria


siap untuk pergi bekerja. Hal itu dapat dilihat dari dirinya yang sudah mengenakan kemeja putih dengan dasi berwarna biru tua dan jas nya yang berwarna sama dengan dasinya.


Begitu ia menuruni tangga, ia melihat seorang gadis eh ralat wanita yang tinggal bersamanya terlihat masih terlelap di alam mimpinya.


Hm, kenapa dia terlihat sangat cantik saat sedang tertidur. Ian sedang memandangi istrinya yang masih berada di alam mimpi.


"Hmmm, aku mau makan ayam itu. " ucap Anne mengigau yang membuat Ian tersenyum ketika mendengarnya.


Cup.


Aku pergi bekerja dulu,istriku.


ucap Ian dalam hati setelah mencium pipi istrinya. Setelah itu, ia pun keluar dari kamar dan menuruni tangga mendekat ke meja makan. "Selamat pagi tuan muda. " sapa bibi pelayan lagi lagi ketika melihat tuan mudanya. Sementara yang disapa hanya berdehem singkat lalu segera duduk dan memakan sarapannya.


Beberapa menit ia memakan sarapannya, akhirnya sarapan itu pun habis dan ia berkata sesuatu sebelum pergi bekerja,


"Bibi, nanti tolong siapkan ayam goreng untuk istriku. Juga titip pesan untuk menyuruhnya diam dirumah hari ini. " ucap Ian berlalu pergi setelah bibi pelayan menjawab baik.

__ADS_1


Ian keluar dari rumah dan melihat sopirnya sudah menunggunya didepan. Sopir yang melihat tuan muda keluar dari rumah pun langsung berdiri dari duduknya lalu membuka pintu mobil untuk tuan mudanya.


"Selamat pagi tuan muda. " ucap sopir menyapa ketika Ian sudah mendekati mobil. Ian yang disapa hanya menjawab dengan anggukan kepalanya lalu masuk ke dalam mobil.


Sementara yang dikamar,


"Aaaa, kenapa dia terlihat begitu tampan sih. Bajunya cocok banget sama dia warna biru tua. Aaaa. " ucap Anne berteriak karena merasa baper melihat suaminya berjalan dengan cool.


Hmm, kok Anne bisa mengetahui warna baju Ian ya? oke ayo kita lihat.


Flashback,


Yaampun tampan banget sihh, jadi pengen aku cubit pipinya. ucap Anne hendak menggerakkan tangannya untuk mencubit pipi Ian. Tapi ia langsung berpura pura tidur ketika suaminya membuka mata dan bangun.


Astaga, semoga aja dia gak tau kalau aku mau cubit pipi dia tadi. pikir Anne sambil memejamkan matanya dengan erat seolah tidak ingin ketahuan.


Sementara suaminya, bangun dengan tidak ada merasakan apa pun. Ia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk bersiap siap.


Beberapa menit ia dikamar mandi, akhirnya keluar lah makhluk pemakai kamar mandi ini.

__ADS_1


Ian memakai pakaian kerjanya lalu berjalan kearah istrinya lalu melihat beberapa menit.


Yaampun, kenapa aku merasa kalau dia sedang melihatku. Apa dia tau aku mau cubit pipi dia tadi? Jika iya, tolong siapapun selamatkan aku. batin Anne dengan rasa ingin melayang karena dilihatin. Dan entah dari mana ia terpikir untuk membuat dirinya berpura pura mengigau.


"Hmmmm, aku mau makan ayam itu. " pura pura Anne mengigau supaya suaminya cepat keluar dan berhenti menatapnya.


Sebenarnya aku bilang apa sih. Anne merasa malu ketika memikirkan kata katanya tadi.


Tapi semuanya semakin membuat ia ingin melayang ketika sang suami mencium pipinya.


Eh, eh, eh. Aaaaaaaaaaaa. Cepat keluar,cepat keluar aku mau melayang sekarang. Anne semakin merasa baper sekaligus salting ketika ia dicium.


Setelah terdengar suara pintu tertutup barulah ia membuka mata dan menutup mulutnya menahan rasa ingin teriaknya.


Sabar sabar jangan teriak, nanti kau dicurigai olehnya bagaimanaa. pikirnya berusaha menahan rasa ingin teriak yang sudah menggebu-gebu.


Flashback off.


~•~•~•~•~•~•~•~

__ADS_1


Hai, maaf ya up nya sedikit. Harap kalian suka dengan bab ini. Maaf jika terlalu banyak suara hati. Jangan lupa tinggalkan jejak jika anda suka😇 Terimakasihh


__ADS_2