Menikahi CEO Ian

Menikahi CEO Ian
Masa Lalu


__ADS_3

Anne yang sudah berhasil melepaskan semua rasa yang ia tahan pun, akhirnya keluar dari kamar setelah membersihkan dirinya. Ia terlihat menuruni tangga dan melihat bibi yang sedang membersihkan dapur.


"Selamat pagi bibi. " ucap Anne membuka pembicaraan dengan ceria. "Selamat pagi juga nona muda. Sarapan anda sudah saya siapkan. " jawab bibi juga dengan tersenyum.


Anne yang mendengar itu pun berjalan lalu duduk di meja makan. "Bibi, ayo makan bersamaku. " ajak Anne karena tidak terbiasa makan sendirian.


"Tidak perlu nona, saya sudah makan tadi. " tolak bibi secara halus yang malah membuat Anne merenggut.


Bibi yang melihat ekspresi nona mudanya pun langsung berkata, "Saya akan menemani anda makan saja nona, tapi tidak akan makan juga. " ucap bibi akhirnya. Setelah mendengar itu ekspresi Anne yang sebelumnya merenggut menjadi tersenyum manis.


Dan sarapan pun ditemani oleh bibi, sambil makan bibi sambil bercerita tentang tuan muda yang sudah ia layani sejak ia masih kecil.


"Saat itu, bibi bertemu dengannya saat tuan muda sedang belajar. " kata bibi yang akhirnya menceritakan tentang laki laki yang sekarang berstatus suaminya.


Flashback...


"Ian,ini bibi yang akan menjadi asisten mu. Ingat untuk bersikap sopan padanya! " ucap ayah tegas pada Ian yang saat itu baru ber umur 8 tahun.

__ADS_1


Ian yang melihat itu hanya mengganguk saja tanpa melihat ke arah bibi asisten dan ayahnya.


"Dia memang seperti itu, lakukan tugasmu dan pastikan dia belajar dengan baik. " ucap ayah yang dibalas dengan jawaban baik oleh bibi.


Disaat tuan besar sudah keluar dari ruangan, bibi melihat Ian yang bermain dengan handphone nya.


"Tuan muda, sekarang waktunya untuk belajar. " kata bibi ketika melihat jam yang menempel di dinding kamar anak laki laki yang bahkan tidak terlihat seperti kamar anak anak. Desain kamar ini terlihat begitu dewasa dengan menggunakan warna gelap dan bukannya warna terang.


Ian yang dibilang begitu langsung mematikan handphonenya lalu mengambil buku yang diberikan oleh bibi dan langsung membuka ke halaman yang terakhir kali ia baca.


Tidak lama dari itu, tiba tiba pintu kamar dibuka tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Nehan memang sering menganggu kakaknya dulu, tapi entah kenapa begitu sudah dewasa ia jadi sangat menakuti kakaknya.


"Hei, apa kau disuruh belajar lagi oleh ayah? Hahah, lihat! Aku tidak disuruh belajar oleh ayah. Ayah mengatakan bahwa aku bisa bermain semauku. " ucap Nehan mengejek si kakak yang kembali fokus membaca buku.


Namun, bukan adik namanya kalau tidak menganggu sampai kakaknya emosi. Nehan terus menerus mengejek kakaknya dan akhirnya ketika si kakak sudah mulai tersukut emosi, buku terlempar dengan begitu keras ke kepala sang adik.

__ADS_1


Plak!


Nehan yang terkena lemparan buku tersebut langsung menangis dan memanggil ibu dan ayah dengan berteriak.


Tak lama kemudian, ibu dan ayah datang dan melihat putra kedua mereka sedang menangis dan ada buku di dekat kaki si anak kedua. "Apa ini? Kenapa ada buku disini? Ian apa kau tak belajar lagi. " ucap ayah melihat ke arah putra pertamanya yang diam saja tidak menjawab pertanyaannya.


Sementara ayah sedang memarahi kakak, ibu menenangkan si adik yang menangis.


"Kau ini sudah berapa kali ayah bilang untuk tidak menganggu adikmu! Kau ini sepertinya memang sulit untuk diberitahu ya. Mulai hari ini kau tidak boleh memegang hp dan alat elektronik dirumah ini lagi! " ayah berjalan dengan langkah tegapnya ke arah sang putra pertama dan mengambil hpnya yang diatas meja.


"Dia yang mengangguku terlebih dahulu! " ucap Ian tiba tiba ketika ayah ingin mengambil HP nya.


"Nehan dulu yang mengejekku. " ucap Ian dengan tegas seolah tidak senang jika ia disalahkan.


"Jadi maksudmu, Nehan yang datang mengejek mu terlebih dahulu? Kau harus tahu kalau Nehan itu baru berumur 5 tahun, dia tidak mungkin berbohong. Hukuman untukmu karena mencoba berbohong, kau harus membaca 20 buku setiap harinya! " ucap ayah lalu berlalu pergi membawa HP Ian, lalu keluar bersama ibu dan Nehan.


Bibi yang tertinggal didalam ruangan melihat tuan mudanya yang sedang sangat kesal, ia bisa melihat dari tangannya yang dikepal sangat kuat.

__ADS_1


Nehan, apa kau pikir aku akan diam saja saat kau menganggu ku? Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu, aku tidak akan tinggal diam!


__ADS_2