
Setelah hari hari yang telah dilewati Anne dan Ian. Tibalah dihari pernikahan mereka yang digelar di sebuah hotel bintang 5 dengan tamu yang cukup banyak.
"Selamat datang para hadirin di acara pernikahan tuan Ian dan nona Anne. Acara akan kami mulai kan. Kepada tuan Ian dan nona Anne dipersilahkan untuk naik ke atas panggung dengan di dampingi oleh wali. "
Ian berjalan dengan di dampingi oleh ayah, dan Anne di dampingi oleh ibu.
Setelah Ian dan Anne naik, mereka pun ditanya jawab tentang seputar pernikahannya. Apa ia siap menjadi seorang suami,dan menjadi ayah dari bayi sang mempelai perempuan,dan apa ia siap menjadi seorang istri atau ibu dari mempelai lelaki. Semuanya dijawab siap dengan tegas oleh kedua pasangan tersebut.
Acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan, hingga sampailah disaat mereka selesai membacakan janji suci.
Tepuk tangan terdengar dari para tamu. Keluarga Ian merasa senang karena memiliki seorang menantu.
Setelah itu, para tamu pun dipersilahkan untuk memakan santapan yang telah disiapkan.
Disaat para tamu sedang makan, mari kita lihat ke pemilik acara.
"Apa kau lelah? "
"Hah? Nga kok. " Anne langsung berdiri dari duduknya tapi Ian kembali mendorongnya untuk duduk di kursi. "Kalau kau lelah duduk saja. "
__ADS_1
Di tempat lain,
"Hei, kau itu makan sedikit sekali. Makanlah lebih banyak. " bilang seorang pria pada sang gadis sembari menambahkan lauk pada piring gadis tersebut. "Ih! Kok kamu main tambah tambah aja sih. Inikan udah porsi ku "
Ternyata kedua orang itu adalah Nehan dan Loyce.
"Kalian ini terlihat cocok, cepat cepatlah menikah juga. " kata ibu pada kedua orang tersebut. Dan disaat yang sama juga, Ian dan Anne berjalan mendekati meja dimana ibu dan ayah sedang makan.
"Kalian kok nga makan? " tanya ayah pada kedua orang yang sudah resmi menjadi pasutri tersebut. "Kami udah makan kok yah. " jawab Anne.
Sementara itu, Ian malah melihat Nehan dan Loyce yang sedang adu mulut.
Setelah acara pernikahan selesai, mereka semua pun kembali pulang.
"Ian, kamu yakin mau tinggal berdua dengan Anne? " tanya ayah yang dijawab anggukan oleh putra sulungnya. "Baiklah jika begitu, jaga istrimu dengan baik. Ayah sudah menyiapkan pelayan dirumah kalian. "
"Baik, makasih ayah. " Ian menjawab setelah itu melihat kearah seorang gadis yang kini telah menjadi istrinya sedang memeluk adiknya. "Kakak jangan lupain aku ya. "
"Iya iya, kakak gak bakal lupain kamu kok. "
__ADS_1
Setelah itu pun mobil Ian dan Anne bergerak meninggalkan rumah orangtua Ian. Didalam mobil terasa hening, tidak ada pembicaraan di antara keduanya.
Nanti aku harus memanggilnya dengan sebutan apaaaaa. Tidak mungkin ia ingin di panggil suamiku. Anne yang bingung pun memilih untuk tetap diam hingga akhirnya mereka pun sampai dirumah mereka berdua.
"Kalian sudah sampai dirumah, nona dan tuan. " ucap sopir sembari membuka pintu.
Mereka pun langsung disebut oleh puluhan pelayan dirumah tersebut ketika keluar dari mobil.
"Selamat datang nona dan tuan. " begitu ucap mereka semua serempak. Ian pun masuk sambil menggengam tangan Anne kedalam rumah. Sementara barang mereka dibawa oleh pelayan.
Sesampainya dikamar mereka, Anne langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, sementara Ian bersiap siap untuk mandi.
Saat Ian mandi, Anne melihat sekeliling kamar Ian. Terlihat elegant dan mewah dengan paduan warna gelap dan emas.
Kamar ini terlihat sangat keren.
~•~•~
Thx sudah membaca sampai selesai. Semoga suka dengan ceritanya ya, jika ada kesalahan saya mohon maaf sebesar besarnya. Jika ada kritikan atau saran silahkan komentar, akan saya balas secepatnya😇
__ADS_1