
Beberapa menit menunggu, akhirnya yang ditunggu selesai mandi. "Mandilah,baju mu ada didalam. " Ian keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya yang entah kenapa terlihat tampan.
Anne pun mengangguk lalu berjalan ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi masih dengan gaun pernikahannya.
"Kenapa kau belum mandi? " Ian melihat dengan penuh keheranan karena Anne sudah dikamar mandi sejak 5 menit lalu dan ia keluar dengan keadaan seperti sebelumnya.
"Emm anu, tolong bukakan resleting gaun ini. " ucap Anne sambil memalingkan wajahnya, ia merasa malu sekarang. Ian seketika berjalan ke arahnya dan langsung membuka resleting gaun tersebut.
"Sudah selesai. " jawab Ian langsung pergi kembali duduk ditempatnya semula dan Anne langsung berlari kembali ke kamar mandi.
Kenapa jantungku berdebar debar saat dia membuka resleting. Hei hati, berhenti berdebar debar. batin Anne dikamar mandi.
Sambil mandi Anne berpikir apakah pernikahan ini akan membuatnya bahagia? Atau justru akan berhenti setelah 3 tahun berlalu.
Tapi sejujurnya, aku tidak ingin berpisah dengannya setelah 3 tahun berlalu. Aku ingin selamanya berasal disisimu tanpa alasan apapun.
Setelahnya, Anne pun memakai baju yang diberikan Ian lalu keluar keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Ketika keluar dari kamar mandi, Anne melihat suaminya Ian sedang fokus membaca buku sambil duduk dikasur.
Apa ini, aku harus bagaimana sekarang. Apa aku duduk disebelahnya ya? Eh, bagaimana kalau dia tidak senang lalu marah? Oke, aku akan duduk disofa saja.
Anne berjalan ke arah sofa lalu ketika ia baru ingin duduk di kursi sofa, "Duduk disampingku. " Anne langsung melihat ke arah Ian, dan melihat ia menepuk ranjang disebelahnya tanda bahwa ia ingin Anne duduk disampingnya.
Hah. Aku mau diapain? Aku gak bakal mati setelah ini kan?
"Kenapa? " Ian langsung menatap Anne ketika ia bertanya,membuat Anne langsung berjalan ke arah kasurnya lalu duduk disebelahnya.
Setelah Anne duduk disampingnya, ia langsung menutup bukunya lalu meletaknya dimeja samping tempat tidur.
"Terserah kau mau memanggilku apa. " jawab Ian melihat hpnya. "Bagaimana dengan sebutan kakak? "
"Jangan. Aku tidak suka mendengarnya. Panggil aku dengan sebutan suamiku."
"Eem, apa bisa diganti? " tanya Anne merasa aneh dengan panggilan tersebut. "Tidak. Aku hanya ingin di panggil dengan sebutan itu."
__ADS_1
"Paham istriku? " Ian mengatakan itu dengan mulutnya yang dekat dengan telinga Anne yang membuatnya merinding seketika. "I,iya suamiku. "
Setelah itu pun, Anne langsung mengalihkan fokusnya pada hp nya. Hingga tanpa sadar, Anne tiba tiba tertidur pulas disebelah Ian.
Ian pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah istrinya yang tertidur. Dengan perlahan ia menidurkan istrinya lalu pandangannya tiba tiba terfokus pada HP usang istrinya. Ia pun mengambil ho tersebut lalu meletakkannya pada meja disamping ranjang.
Setelahnya ia mengirim pesan pada sekretarisnya,
'Belikan HP keluaran terbaru sekarang. Aku akan mengambilnya besok. '
'Baik tuan. '
Setelah mengetik pesan itu, ia kembali bekerja di laptopnya. Beberapa jam bekerja, akhirnya ia mematikan laptopnya lalu tidur disamping istrinya.
Selamat malam istriku.
Sore itu mereka tidak ikut makan malam sama sekali, padahal dibawah ada ibu dan ayah yang menunggu. Beberapa menit tidak keluar dari kamar, ibu dan ayah pun memakan makanan tersebut karena putra sulung dan istrinya yang ditunggu tidak turun daritadi. "Yaampun, sepertinya mereka sibuk sekali didalam kamar. Aku akan mendapatkan cucuuu. " ibu terlihat sangat senang sekali di sore pada hari itu.
__ADS_1
~•~•~•~
Thx udh membaca, harap supportnya ya dalam mendukung karya ini. 😇