
Setelah aktivitas mereka selesai, sepasang suami istri itu terbaring bersama diranjang. "Apa kau lelah? Aku akan membawa makan malam kesini. " kata Ian pada istrinya yang terlihat sudah terbaring lelah. Anne yang tidak kuat untuk menjawab pun hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju.
Ian pun mengambil pakaiannya lalu memakainya, kemudian setelah memakai pakaiannya kembali ia turun untuk mengambil makan malam.
~•~•~
"Selamat malam tuan muda. " sapa bibi pelayan ketika melihat tuan muda nya turun. "Hmm, selamat malam. Malam ini aku akan makan dikamar dengan istriku. "
"Baik, akan bibi siapkan segera. " ucap bibi langsung bergerak menyiapkan makan malam untuk tuan dan nona muda yang ia layani.
Lima belas menit menunggu, makanan pun siap. Makanan sudah diletakkan diatas nampan agar mudah untuk dibawa tuan mudanya ke kamar.
"Terimakasih. Bibi makanlah lalu beristirahat."
ucap Ian lalu berjalan pergi meninggalkan bibi pelayan.
Dikamar, begitu masuk ia melihat Anne sudah kembali memakai pakaiannya. "Makanlah, kau pasti lelah. " ucap Ian sembari memberi nampan berisi makanan pada istrinya. "Terimakasih suamiku. " jawab Anne yang mendapat senyuman dari suaminya.
__ADS_1
Setelah itu Anne makan dengan lahap yang membuatnya terlihat begitu kelaparan setelah melayani suaminya. Ian yang melihat Anne makan dengan belepotan pun mengusap sudut bibir istrinya dengan ibu jempolnya.
"Suamiku, kamu tidak makan? " tanya Anne sambil menyodorkan sesuap nasi untuk suaminya. Dan suaminya yang diberikan itu pun memakannya, lalu terjadilah aksi saling menyuapi diantara keduanya.
5 menit kemudian, akhirnya makanan di nampan itu pun habis dimakan oleh pasangan suami istri tersebut.
Sementara itu mari kita melihat keadaan dirumah ibu dan ayah.
"Hei, kerjakan tugasku. " suruh Nehan pada seorang gadis yang merupakan adik dari istri kakaknya yaitu Loyce.
"O,g,a,h. Ogah. " jawab Loyce dengan mengejanya membuat Nehan yang mendengarnya seolah sedang diejek. "Dih, ogah ogah kerjain aja nih. "
"Sibuk apaan dari tadi cuman duduk depan kaca. " ucap Nehan tidak senang karena ditolak. "Ya sibuk berkaca lah. Aku kan juga lagi skincare an. Biar glowing ga kayak kamu, ireng. " jawab Loyce mengatai adik dari kakak iparnya.
Ketika Nehan ingin membalas perkataan Loyce, terdengar suara dari belakang nya. "Sudahlah, kalian ini hobi sekali bertengkar. Nehan, kerjakan saja tugasmu sendiri. " ucap ayah yang muncul tiba tiba dibelakang putra keduanya, terlihat ia lelah melihat kedua orang itu yang sering adu mulut.
Setelah ayah mengatakan itu, Nehan mengambil bukunya lalu berjalan pergi keluar dari kamar Loyce. Dan ayah pun juga keluar dari kamar Loyce setelah mengatakan, "Setelah selesai bersitirahatlah, besok kamu harus bangun pagi untuk sekolah. " ucap ayah dengan lembut pada Loyce. "Baik ayah. " jawab Loyce setelah itu beranjak dari depan kaca lalu berjalan kearah ranjangnya.
__ADS_1
Sementara dikamar Nehan,
"Ish, dasar perempuan ngeselin. Minta kerjain pr aja susahnya minta ampun, percuma aja pintar kalau susah mau bantu orang. Huft. "
Nehan menarik napas berat lalu menghubungi temannya, "Hari ini ga jadi main. "
"Loh, kenapa? " tanya temannya karena heran pertama sekali bos dalam geng mereka membatalkan janji tiba tiba.
"Ga mood! Kapan kapan aja kalau mood. " jawab Nehan dengan kesal karena mengingat kejadian tadi, Loyce yang mengejeknya ketika ayah mengingatkan dirinya.
"Eh iya iya, kapan kapan aja kita main. Aku juga ada urusan mendadak. " balas teman Nehan karena mulai merasa tidak aman ketika mendengar suara kesal ketua gengnya.
Klik. Telepon terputus dan Nehan pun mulai membuka buku lalu mengerjakan tugasnya. Sembari mengerjakan tugas ia mengingat hal yang membuat dirinya kesal tadi. Sudah ditolak untuk mengerjakan tugasnya, diejek lagi.
Lihat aja, ku balas kau kapan kapan.
~•~•~•~•~•~
__ADS_1
Hai teman teman, harap suka ya dengan bab ini. Seperti biasa jangan lupa beri kritikan atau saran untuk novel ini agar dapat saya perbaiki sesuai dengan keinginan kalian. Jika suka jangan lupa tinggalkan jejak suka atau komentar. Terimakasihhh😇