
"Kakak mau menikah dengan siapa? " Loyce yang merasa heran pada kakaknya.
"Dengan laki laki dong, masa sama kamu" jawab Anne sembari tertawa ngik ngik. Karena sang kakak tertawa begitu membuat si adik ikut tertawa, beberapa menit kemudian mereka pun mulai bicara dengan serius.
"Kakak yakin mau menikah? Bagaimana dengan aku? " Loyce bertanya dengan wajah memelas seolah tidak ingin berpisah dengan kakaknya. "Hahah, tenang saja kamu akan tinggal dengan keluarga suamiku. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di dunia ini. "
Loyce yang dibilang begitu pun langsung mengangguk pasrah sambil cemberut.
Dan sorenya, Ian benar benar menjemput dirinya dan adiknya untuk makan malam bersama keluarganya.
Anne duduk disamping calon suaminya, dan sang adik duduk di kursi belakang. Beberapa menit mereka berjalan, sampailah dirumah Ian. Begitu mobil sudah memasuki area perumahan, Anne melihat keluarga Ian sudah menunggu dirinya.
"Aish, calon menantu kamu hari ini lebih cantik dari semalam. " ucap Ibu saat Anne keluar dari mobil. Setelah berbicara begitu, matanya terfokus pada gadis remaja yang terlihat mirip dengan calon menantunya.
"Omo omo, siapa gadis remaja ini. Wajahnya benar benar mirip dengan calon menantuku. " Ibu pun berjalan mendekati gadis remaja tersebut. "Salam kenal tante, saya Loyce adik kakak Anne. " ucap Loyce saat ibu mendekati dirinya.
"Omagat, kamu jangan panggil tante dong. Panggil ibu aja ya. " mendengar itu, Loyce menjawab dengan anggukan kecil dari kepalanya.
"Baiklah, ayo kita masuk kedalam dan makan malam. " ajak ayah pada se,muanya.
__ADS_1
Mereka semua pun berjalan masuk kedalam rumah. Dan seperti biasa,begitu mereka baru ingin memulai makan. Datanglah anak kedua dari keluarga Errando yaitu Nehan.
"Whats'up gais. "
Loyce yang mendengar suara itu langsung menatap kearah suara tersebut dan ia begitu terkejut ketika melihat lelaki tersebut.
"Kok kamu disini? " tanya Loyce pada anak kedua keluarga Errando. "Harusnya aku yang tanya kenapa kau disini! "
Kerana melihat interaksi dua orang tersebut ibu pun berduara. "Kalian saling kenal? "
Loyce pun mengangguk dan menjawab, "Dia itu orang ternakal dikelas. Dia sering masuk buku kasus. "
"Eh aku nggak bohong ya! Kamu ini orang paling nakal mengalahkan siapa pun dikelas"
Saat anak kedua dari keluarga Errando ingin kembali menjawab, ayah langsung berbicara.
"Baguslah kalau kalian saling kenal. Kalian kan jadi bisa kami jodohkan. " ucap ayah bercanda tapi dianggap serius oleh Loyce dan Nehan.
"Nggak mau! " jawab keduanya bersamaan. "Heh jangan kamu kira aku mau sama kamu ya! " kata Loyce pada Nehan yang dibalas Nehan dengan rasa tidak senang. "Lah, kamu pikir aku mau sama kamu! "
__ADS_1
Setelah cukup bertengkar, mereka pun mulai makan malam.
Setelah selesai makan, Anne dan adiknya Loyce pulang dengan diantar oleh Ian.
"Loyce, kok kamu bisa kenal sama Nehan? " tanya Anne penasaran. "Aku gak mau bicara tentang dia. " jawab Loyce berubah mood setelah mendengar nama Nehan.
"Jangan menyebut nama laki laki lain. " kata Ian tiba tiba pada Anne.
Hah? Dia kenapa? Anne terheran heran dengan Ian.
"Maksudnya? "
"Aku gak senang kalau kamu sebut nama laki laki lain! "
Ck, kenapa sih aku jadi gak senang pas dia sebut nama Nehan!
"Kenapa? " tanya Anne yang dijawab dengan tatapan tidak senang dari Ian. "Eh iya iya, aku ngerti kok. "
Ini cowok atau bunglon sih, tadi baik baik aja sekarang tiba tiba kesal,mana tanpa alasan lagi.
__ADS_1