Menikahi CEO Ian

Menikahi CEO Ian
Gak mau makan ini


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan ibu dan ayah juga lainnya, Anne pun dengan berat hati meninggalkan adiknya walau ia masih belum ingin berpisah dengan adiknya.


"Apa kau membicarakan tentang anak dengan adikmu tadi? " tanya Ian begitu sudah di dalam mobil. "Eh enggak kok, tadi Loyce cuman iseng aja nanya kapan punya keponakan. "


"Kalau begitu, ayo buat keponakan untuk adikmu malam ini. " ajak sang suami yaitu Ian. "Kok malam ini? "


"Kenapa? Mau sekarang? " ia sudah melihat ke arah istrinya yang langsung menolehkan kepalanya ke arah lain. "Apasih. "


Ian tersenyum tipis lalu menangkup dagu Anne, setelahnya ia mencium bibir istrinya. Anne yang dicium secara tiba tiba merasa malu hingga tanpa sadar pipinya memerah.


Anne mendorong dada suaminya tanda ia ingin suaminya berhenti menciumnya. Tetapi, bukannya menghentikan Ian malah menahan tangan istrinya. Beberapa menit berlalu barulah ia melepaskan ciuman tersebut.


"Bibirmu manis. " ucapnya singkat yang membuat wajah si istri semakin memerah.


Sementara yang mengendarai mobil hanya bisa menggigit bibir sambil berceloteh tidak jelas di dalam hati.


"Oh ya maaf, lupa ada orang jomblo disini. " ucap Ian tanpa memikirkan perasaan sekretaris sekaligus temannya.


Pengen maki tapi ini tuan muda, huuu...


Kapan sih aku punya pacar, capek aku tuh diginiin mulu sama orang yang beristri.


Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya sampailah di sebuah rumah tempat pasutri itu tinggal. "Pulanglah, cari pacarmu supaya tidak jomblo terus. "


"Apasih, mentang udh beristri. Sombong amat,amat aja gak sombong! " ucap si sekretaris tidak terima di ejek.


Namun, yang dikatain tidak peduli dan berjalan masuk ke rumah dengan istrinya. Saat sudah masuk ke dalam rumah, tiba tiba Ian menggendong istrinya ke kamar.


"Ehh, kamu ngapain gendong aku! " pekik Anne karena terkejut dengan perlakuan tiba tiba dari suaminya. "Ayo buat keponakan untuk adikmu, biar dia gak nanya nanya mulu. "


Setelah mengatakan itu, Ian langsung menjatuhkan tubuh si istri diatas ranjang lalu menindih nya. Tanpa meminta izin ia langsung mencium kembali bibir si istri. Dan kegiatan mereka pun berlanjut hingga matahari hampir terbenam.


~•~•~•~•~


Sementara di tempat si sekretaris, "Gimana sih biar aku terlihat menarik dimata cewek? " tanyanya pada diri sendiri sambil berkaca. "Aku udh ganteng kok, kaya lagi tapi kok masih gak ada yang mau sama aku ya? "

__ADS_1


"Aku juga udh ramah, udah perfect seperfect perfect nya. Apa aku harus belajar sama orang playboy ya? " Ia berpikir sejenak lalu terpikir oleh seorang gadis yang pernah secara tidak sengaja ia temui. "Gadis yang waktu itu cakep juga, kira kira dia mau gak ya sama orang ganteng plus kaya kek aku? "


•~~•


Hadeh, emang dah narsis di sekretaris ini udh gak tertolong. Kalau ada yang dengar mungkin dia makin pede kali ya.


~•~•


Okelah, lanjut lagi ke tempat lain. Disebuah rumah dimana seorang gadis dan remaja laki laki tinggal. Seperti biasa, kedua orang itu tidak bisa tenang sehari saja.


"Heh, kamu kalau kembaliin buku aku bisa gak sih tetap rapi kayak waktu kamu pinjam! " ucap Loyce menatap remaja laki laki tersebut dengan tidak senang sambil mengangkat bukunya yang sudah terlipat lipat.


"Lipatan kecil doang kok marah sih. "


"Kecil? Kecil katamu. Liat nih hampir setengah buku kelipet kamu buat tau! Gamau tau ganti rugi. " ucap Loyce sambil melotot kearah Nehan.


"Buku doang buat apa ganti rugi. " ucapnya tidak peduli dengan buku yang sudah ia lipat.


"Heh, kalau minjam minimal tau diri lah ya! "


Loyce yang merasa kesal tidak tertahan pun berjalan masuk ke kamar remaja laki laki tersebut lalu menarik rambutnya dengan penuh rasa tidak senang.


"Aduh, kau ngapain sih. Lepasin sakit tau! " Nehan menahan tangan Loyce yang digunakan untuk menarik rambutnya. "Gak mau, ganti dulu baru aku lepasin! "


"Ish iya iya besok aku ganti bukunya! "


"Nah gitu dong. " Loyce melepaskan tangannya dari rambut si remaja laki laki tersebut, ia hendak berjalan keluar dari kamar tetapi tangannya sudah ditahan terlebih dahulu oleh si remaja tersebut.


"Kau mau kemana? Sudah menarik rambutku masih berani pergi? " ia mengukung tubuh Loyce di dinding kamarnya. "Lepasin aku! "


Loyce sudah berusaha untuk mendorong tubuh Nehan, namun tubuh orang yang didorong tidak bergerak sedikit pun.


"Ish, ini badan atau tembok sih! Susah amat didorong. " Loyce yang menyerah pun memukul dada Nehan pelan.


"Tanganmu nakal juga ya, mukul mukul. " Nehan menahan tangan yang dipakai Loyce untuk memukul dadanya lalu mengarahkan ke bibirnya setelahnya menggigit jari telunjuk gadis tersebut.

__ADS_1


"Apasih gigit gigit, kayak vampir aja! " Love yang langsung menarik tangannya dari Nehan.


"Loh, kalian lagi ngapain? Loyce kok dikunkung di dinding? " tanya ayah yang tak sengaja melihat ke arah kamar putra bungsunya yang tidak di tutup. Mendengar suara itu Nehan melepaskan kungkungan nya pada Loyce.


"Gak ngapa ngapain kok, tadi rambut Loyce berantakan jadi aku rapih kan sebentar. "


"Ooh, lain kali jangan di kungkung gitu Loyce nya. Ingat kalian belum nikah. " ucap ayah langsung berlalu pergi setelah mengatakan itu, berjalan ke kamarnya.


Loyce yang dilepaskan langsung berjalan pergi lalu mengatakan sesuatu sebelum keluar dari kamar remaja tersebut, "Ingat ya buku aku besok! " ucapnya menunjuk si remaja yang tersenyum tipis.


~•~•~•~


"Nih, makan dulu. "


"Makasih suamiku. "


Ya, pasutri tersebut makan malam dikamar lagi karena Anne yang tergeletak lemes diranjang setelah digempur oleh sang suami.


Saat sedang makan, tiba tiba saja Anne merasa ada yang aneh di perutnya. Ia merasa mual dan akhirnya ia pun berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.


"Kau kenapa? Apa kau sedang sakit? " tanya Ian berdiri di depan pintu kamar mandi ketika melihat istrinya muntah.


"Entahlah, aku tidak tau. Aku merasa mual tapi, huek" belum selesai berbicara, tiba tiba ia kembali merasa mual dan kembali memuntahkan isi di perutnya.


Ian berdiri di pintu kamar mandi hingga istrinya selesai mengeluarkan seluruh isi perutnya. Setelah itu, Ian pun kembali mengangkat tubuh si istri ke ranjang dan mendudukkan nya.


"Nih makanlah, biar perutmu berisi,kau kayaknya lagi masuk angin. "


"Emh, aku tidak mau makan ini. Aku mau seblak. " permintaan Anne tiba tiba.


"Hah? Seblak? Disini gak ada seblak makan ini aja. " Ian kembali mendorong makanan yang diambil dari bawah tadi ke istrinya.


"Aku maunya makan seblak. Aku gak mau ini. "


"Yaudah, aku pergi beli dulu. " ucapnya mengehela napas karena melihat istrinya yang begitu ingin makan seblak.

__ADS_1


Ian berjalan ke arah lemari lalu mengambil jaket setelahnya keluar dari kamar dan pergi membeli makanan yang di inginkan istrinya.


__ADS_2