
Tanpa terasa, matahari sudah bergerak meninggalkan bumi dengan membawa cahayanya. Bulan terbit dan di saat itulah, orang yang sudah bekerja sedari pagi itu sudah merasa saatnya untuk pulang.
"Sudah jam 7 malam, ayo pulang. " ajak seorang CEO perusahaan pada si sekretaris sekaligus temannya yang juga sudah bekerja dari pagi.
"Baik, saya akan mengantar anda pulang. " ucap seorang laki laki yang mempunyai jabatan sebagai sekretaris yang bernama Ren.
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. Kau pasti lelah jadi pulanglah langsung. " suruh Ian pada sekretaris sekaligus temannya itu.
Selesai mengatakan itu Ian merapikan kemudian menyimpan dokumen dokumen yang sudah ia kerjakan sedari pagi.
Setelah itu, mereka pun bergerak keluar dari ruangan CEO lalu berjalan melewati koridor perusahaan yang mengarah ke pintu keluar. Terlihat semua karyawan sudah pulang semua, lorong koridor yang gelap berhasil dilewati oleh kedua laki laki tersebut.
Keluar dari perusahaan, Ren masuk ke dalam mobilnya kemudian bergerak meninggalkan perusahaan yang menjadi tempat ia bekerja. Sementara Ian, ia masuk kedalam mobil dan pulang dengan diantar oleh sopir yang mengantarnya pergi bekerja.
Beberapa menit menunggu, akhirnya mobil tersebut mulai memasuki perumahan tempat ia dan istrinya tinggal.
Begitu masuk kedalam rumah, ia langsung disambut oleh istrinya yang tak lain adalah Anne.
"Suamiku kamu sudah pulang, biar aku bawakan tas kamu ke kamar. Apa kamu juga ingin aku siapkan air hangat? " tanya Anne sambil mendekat ke arah suaminya yang baru saja pulang dari bekerja. "Tidak perlu. Aku akan merasa hangat jika kau memelukku di ranjang nanti. " ucap Ian yang kemudian menyenderkan kepalanya dibahu istrinya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Anne.
Sementara Anne yang diperlakukan seperti itu merasa sangat aneh hingga tanpa sadar wajahnya memerah karena merasa malu dilihat oleh para pelayan yang ada dirumah itu.
Sudah beberapa menit Ian menyenderkan kepalanya dibahu sang istri, akhirnya Anne mulai membuka suara.
__ADS_1
"S, suamiku. Sebentar lagi jam makan malam, kamu harus membersihkan diri. "
Ian yang dibilang seperti itu tidak menjawab, ia langsung mengangkat tubuh Anne lalu membawanya ke kamar. Sementara Anne yang tiba tiba diangkat merasa terkejut hingga tidak sengaja berteriak.
Dikamar, Ian mendudukkan tubuh Anne di atas ranjang. "Tunggu aku mandi istriku. " ucapnya didekat telinga sang istri kemudian berjalan dengan santai ke kamar mandi. Anne pun berjalan ke arah lemari kemudian mengambilkan baju juga celana yang biasanya dipakai oleh Ian dirumah lalu meletakkannya di ranjang.
Beberapa menit si Ian mandi, akhirnya ia keluar dengan menggunakan handuk yang dililit dipinggang. Anne yang melihat itu seketika tercengang karena melihat roti kotak milik suaminya.
Dan tanpa aba aba, si pemilik roti kotak tersebut langsung melepaskan handuk yang dililit di pinggangnya yang membuat Anne langsung memalingkan wajahnya yang sedikit memerah.
Setelah memakai bajunya, mereka berdua pun akhirnya keluar dari kamar dan menuju meja makan lalu memakan makan malam mereka.
Ditengah tengah makan, Anne bertanya ke suaminya yaitu Ian. "Suamiku, apa kamu dulu pernah melakukan sesuatu pada Nehan hingga ia terlihat begitu diam padamu? " Ian yang ditanya begitu langsung menghentikan makannya lalu beralih menatap istrinya. "Kenapa kau bertanya begitu? "
"Ehm, tidak ada hanya saja aku penasaran. " ucap Anne setelah mendapat rasa tidak aman. "Aku akan menceritakan padamu setelah selesai makan nanti. Sekarang lebih baik kau selesaikan makanmu. "
Flashback again...
Nehan, apa kau pikir akan akan diam saja saat kau menganggu ku? Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu, aku tidak akan tinggal diam!
Setelah mengatakan itu didalam pikirannya, Ian langsung duduk ditempatnya membaca buku tadi. Kemudian membuka buku dan berpikir tentang hal yang akan dilakukan nya pada sang adik.
Lihat saja, aku jamin setelah ini kau tidak akan berani menganggu ku lagi. pikir Ian sambil tersenyum samar yang terlihat menyeramkan bagi bibi.
__ADS_1
Setelah makan malam, Ian mendatangi kamar Nehan yang merupakan adiknya. Ia langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Nehan yang sedang bermain melihat ke arah pintu yang dibuka oleh sang kakak. "Kenapa." tanya Nehan tanpa melihat ke sang kakak.
Ian tidak menjawab melainkan menutup pintu kamar,kemudian mendekat lalu menekan leher sangat adik dengan penuh tekanan.
"Aku tidak ingin kau menganggu hidupku lagi. Jika setelah ini kau masih menganggu ku, ku pastikan kau akan mendapat yang lebih parah dari ini! " ucap Ian kecil dengan penuh tekanan, wajahnya juga terlihat sangat dingin.
"Jangan beritahu ini pada ibu dan ayah atau aku tidak akan tinggal diam. " ucap Ian kecil dengan tatapan tajam melihat ke arah adiknya sebelum keluar dari kamar tersebut.
Kenapa dia jadi menakutkan begitu sih. Aku kan jadi takut menganggu nya lagi! pikir Nehan kecil memegang lehernya yang ditekan sambil mengusap air matanya yang jatuh.
Mph, kita lihat apa kau masih berani menganggu ku lagi setelah ini. Ian berjalan ke arah kamarnya sambil tersenyum sinis ketika membayangkan kembali wajah adiknya yang ingin menangis tadi.
Didalam kamar milik Ian kecil.
Ia tidak tahu ingin melakukan apa, hp dan barang elektronik lainnya disita oleh ayahnya. Karena tidak tahu harus melakukan apa, akhirnya ia berjalan ke arah meja belajar yang ada di kamarnya.
Ia pun duduk di depan meja belajar tersebut lalu mengambil buku dari rak rak yang ada tersusun meninggi. Ia terus mencari buku yang mungkin bisa menghilangkan kebosanannya, tapi nihil. Ia hanya menemukan buku buku bisnis dan tata cara mengelola perusahaan serta buku buku lainnya.
"Ish, buku apa ini. Terlihat tidak seru sama sekali. Aku ingin buku cerita, berikan aku buku cerita bukan buku buku jelek ini! " teriak Ian karena merasa kesal melihat buku buku yang ada di rak tersebut.
Ayah yang lewat dari kamar Ian mendengar suara teriakan putra sulungnya hanya tersenyum simpul. Ia pun membuka pintu kamar putra sulungnya dan melihat Ian sedang berdiri diatas kursi yang berada di meja belajarnya.
"Apa yang kau lakukan? Berhentilah mengomel tidak jelas dan baca buku buku itu. " ucap ayah menunjuk buku buku yang sudah dijatuhkan oleh putra sulungnya.
__ADS_1
"Ayah, aku tidak mau buku jelek itu. Aku mau buku cerita! " ucap Ian tidak suka dengan buku buku yang diberikan oleh ayahnya.
"Tidak ada buku cerita. Kau pikir dirimu masih anak anak? Kau akan meneruskan perusahaan ayah nanti besar, jadi baca dan pelajari semua buku buku itu! " Ayah berbicara dengan tegas kemudian keluar dari kamar putra sulungnya.