Menikahi Kembaran Calon Suamiku

Menikahi Kembaran Calon Suamiku
Niko Menikah Lagi


__ADS_3

Tita akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan Renata tanpa sepengetahuan, Niko. Karena dia tidak ingin kekasihnya terjerat dalam pernikahan selamanya dengan, Renata.


"Aku akan mencari tahu tentang jati diri wanita yang telah menjadi istri, Niko. Secepatnya aku akan menyingkirkannya dengan segala macam cara, dan yang paling penting aku tidak akan menggunakan tanganku sendiri. Aku akan memerintahkan beberapa anak buahku untuk melakukan tugas ini," batin Tita.


Niko merasa heran melihat sang kekasih hatinya diam saja setelah ia menunjukkan foto pengantin dirinya bersama Renata," sayang, ada apa denganmu, apa kamu masih merisaukan tentang wanita yang telah aku nikahi ini?"


"Jujur saja aku merasa cemburu dan merasa pada wanita itu, karena tiba-tiba dia gampang sekali menjadi istrimu. Sedangkan aku yang telah berhubungan lama denganmu tidak juga kamu nikahi," ucapnya ketus.


"Sayang, harus berapa kali aku katakan padamu jika aku menikahinya karena untuk membalas dendam kepada saudara kembarku saja aku sama sekali tidak ada rasa cinta padanya," ucap Niko berusaha membujuk Tita untuk tidak murung.


"Kamu bilang tidak mencintainya? tetapi apakah kamu tidak melakukan hubungan suami istri dengannya? aku yakin itu tidak akan mungkin, karena aku tahu siapa kamu, hasratmu begitu besar," ejek Tita.


"Aku akui aku memang memaksa wanita itu untuk melayaniku, karena ini juga satu misi untuk membalas dendam kepada saudara kembar ku. Jika ia tahu kekasihnya telah aku sentuh pasti dia akan menjadi sakit hati hanya itu saja tujuan utamaku."


"Aku melakukannya tanpa ada rasa cinta sama sekali. Bahkan aku setiap kali melakukan itu dengannya aku selalu bertindak kasar padanya. Lain halnya jika aku melakukan denganmu, pasti dengan lemah lembut."


"Aku ini lelaki normal, jadi setiap saat aku membutuhkan hal yang satu itu. Tidak mungkin untuk aku membiarkan, wanita yang ada di sisiku tidak melayaniku."


Tita merasa sangat kesal mendengar pengakuan kejujuran dari mulut Niko, tangannya mengepalkan tinju menahan rasa amarahnya," sialan! dengan terang-terangan Niko mengatakan hal itu kepadaku, dia pikir aku ini apa!"


"Aku ini manusia bukan binatang yang tak punya perasaan! seenaknya saja kamu bercerita seperti itu padaku, tanpa ada rasa bersalah sedikitpun! kamu pikir aku tidak sakit hati? apa kamu rela, jika aku melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu perbuat padaku? baiklah, aku juga akan menjalin hubungan dengan pria lain, dan aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu. Jika perlu aku akan menikah dengan pria lain!"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Tita pun akan bangkit dari duduknya. Akan tetapi Niko menahannya," tidak, aku tidak akan izinkan pria manapun menyentuh dirimu! apa lagi menikah denganmu. Jika kami melakukan hal itu, aku pastikan para pria itu akan mati di tanganku!"


"Kamu hanya milikku seorang dan hanya aku yang boleh menyentuh dirimu! paham!" bentak Niko seraya mencekal lengan Tita.


"Dasar egois! kamu maunya bebas menyentuh setiap wanita, tetapi aku ingin melakukan hal yang sama, kamu marah-marah seperti ini bagai kesetanan!" ucap Tita menepis cekalan tangan Niko.


"Berapa kali aku harus mengatakan padamu, jika aku ini cinta mati padamu. Dan aku tidak ada rasa cinta padanya!" Niko semakin tidak bisa terkontrol.


"Baiklah, jika kamu melarang aku melakukan hal yang sama yang seperti kamu lakukan! aku ingin sekarang juga kamu nikahi aku! secara resmi!" bentak Tita.


"Mana bisa? aku sudah menikahi wanita itu secara resmi, mana mungkin aku bisa menikahimu secara resmi?" Niko semakin pusing dengan kemauan Tita.


"Bisa saja, kamu kan punya dua kartu identitas. Yang satu identitas asli dirimu, yang satu identitas yang kamu curi dari saudara kembarmu bukan? kamu bisa pakai kartu identitas aslimu!" ucap ketid Tita.


Saat itu juga Niko mengurus untuk pernikahan dirinya bersama dengan Tita. Dan ia juga akan membuat pesta yang sangat mewah seperti yang di inginkan oleh, Tita dan juga orang tuanya yang pernah di katakan padanya pada saat dirinya menyambangi rumah Tita.


"Nah, seperti itu. Barulah aku puas," ucap Tita penuh dengan senyuman.


"Satu hal lagi, aku minta setelah kita menikah aku ikut tinggal di rumahmu dan istri tuamu."


Perkataan Tita membuat mata Niko membola, ia sama sekali tak habis pikir dengan apa yang barusan di katakan oleh Tita," astaga...krmsla permintaanmu itu aneh-aneh sih? aku tinggal di rumah mertua, bukan rumahku sendiri."

__ADS_1


Tapi Tita lagi-lagi nggak mau tahu, hingga kembali lagi Niko harus menerima kemauan dari Tita. Segala apa yang Tita inginkan tidak bisa di tolak lagi oleh Niko.


******


Beberapa hari kemudian...


Niko pun menikah dengan Tita, dan setelah pernikahan ia membawa Tita ke rumah mertuanya. Hal ini membuat Renata naik pitam," aku nggak akan peduli jika kamu menikah lagi berapa kali! tetapi aku nggak sudi jika kamu bawa istrimu ke rumah ini, ingat ya ini rumah orang tuaku!"


Hal ini juga aku sempat di lihat oleh Nicky yang masih menyamar menjadi Viko. Ia melihat Niko dan Tita memakai baju pengantin.


"Kurang ajar! bisa-bisanya Niko menduakan Renata! aku sudah ingin sekali membuka penyamaran ini, tetapi...." batinnya kesal.


Sementara Niko kesal pada Renata dan ia mencengkram rahangnya," diam kamu! di sini akulah yang kepala keluarga bukan kamu, jadi menurut saja kalau tak ingin aku sakiti kedua orang tuamu!"


Renata pun diam saja, matanya berkaca-kaca. Niat hatinya ingin meluluhkan hati Niko supaya tunduk padanya. Belum juga usahanya berhasil, Niko malah sudah tunduk dengan wanita lain.


Renata hanya diam saja mendapatkan ancaman dari Niko. Ia pun tak bisa melawan lagi jika Niko sudah memberikan ancaman menyangkut orang tuanya. Karena ia tak ingin orang tuanya di sakiti lagi oleh, Niko jika ia terus saja membantah.


"Heh, perlu kamu tahu ya? aku ini cinta sejati Niko. Dan kamu hanyalah wanita untuk ajang pembalasan dendam bagi, Niko! awas saja ya, jika kamu macam-macam padaku, aku juga bisa bersikap kasar seperti apa yang selalu Niko lakukan padamu!" ancam Tita tersenyum sinis.


Saat itu juga Tita melangkah masuk seraya tangannya bergelayut manja di lengan Niko. Mereka melangkah bersama masuk ke dalam rumah tersebut.

__ADS_1


Viko menghampiri Renata," Non yang sabar ya."


"Diam kamu, lancang banget sih kamu sok menasehati aku!" Renata membentak Viko seraya berlalu pergi.


__ADS_2