Menikahi Kembaran Calon Suamiku

Menikahi Kembaran Calon Suamiku
Menyamar Sebagai Sopir


__ADS_3

Sejak saat itu Nicky menjadi sopir pribadi Renata dengan menyamar memakai nama Viko.


"Renata ini aku, Nicky. Aku minta maaf untuk saat ini aku tidak akan membongkar penyamaranku dulu terhadapmu, karena demi keamanan kita berdua. Tetapi aku janji akan selalu menjagamu sepenuh hatiku, dan secepatnya aku akan menyingkirkan Niko, supaya kita bisa bersama kembali."


Sesekali Nicky yang menyamar menjadi Viko, melirik Renata dari kaca spion hal ini membuat Renata kesal padanya," matanya itu fokus ke depan ya jangan larak lirik nanti yang ada malah bisa celaka!"


"Baiklah, Nona. Maafkan aku," ucap Viko seraya melirik lagi ke arah Renata.


"Heran deh Niko, cari sopir pribadi dan asisten pribadi untukku kok orang seperti ini? aku nggak suka dari caranya menatapku seperti seorang pria yang mata keranjang saja! terlihat sangat jelas dari tatapan matanya padaku," batinnya kesal.


Renata sama sekali tidak menyukai Viko, bukan karena paras wajahnya atau penampilannya yang begitu culun dan tidak enak dipandang. Tetapi Renata merasa tatapan mata Viko penuh dengan kekaguman kepadanya ia tidak suka akan hal itu.


"Biarlah untuk saat ini kamu membenciku, Renata. Tetapi suatu saat nanti jika kamu tahu siapa aku sebenarnya kamu pasti tidak akan bersikap angkuh kepadaku seperti ini," batin Viko, ia juga merasakan sikap Renata yang angkuh dan jutek padanya.


Tak berapa lama Renata telah sampai di perusahaan ayahnya, ia pun langsung melangkah masuk menuju ke ruang kerjanya. Dan segera melakukan aktifitasnya. Sementara saat ini Viko sedang berada di dalam mobilnya, karena ia di sarankan untuk selalu standby oleh, Niko.


Selagi dirinya diam berpikir apalagi rencana berikutnya untuk Niko, tiba-tiba ponselnya berdering.


Kring kring kring kring


Satu panggilan telepon dari Niko masuk ke dalam nomor ponsel Viko.


📱" Halo Tuhan ada apa ya?"


📱" Aku hanya ingin memastikan apakah kamu sudah sampai di kantor Renata?"

__ADS_1


📱" Baru saja sampai, Tuan. Dan saat ini saya sedang berada di dalam mobil di tempat parkiran tepatnya."


📱" Baiklah kalau begitu nanti aku akan menelponmu lagi. Ingat selalu pesanku, jangan pernah kamu pergi kemanapun, selalu standby di tempat. Jangan sampai lengah dan membiarkan Renata pergi ke rumah saudara kembarku. Awas jika hal itu terjadi aku akan memberikan hukuman padamu!"


📱" Siap Tuan!"


Setelah sejenak menelpon Viko, Niko pun langsung mematikan panggilan teleponnya tanpa berpamitan terlebih dahulu pada, Viko.


"Ternyata kamu bodoh juga ya, Niko. Yang selama ini kamu merasa dirimu ini adalah orang yang sangat pintar, tetapi sebentar-pintarnya kamu masih bisa dibodohi olehku," batin Viko.


"Apa yang harus aku lakukan ya Allah, untuk bisa menyingkirkan Niko? karena sampai detik ini aku belum menemukan cara yang tepat."


Batin Viko seraya terus saja mengucap wajahnya seraya kasar.


Berbeda situasi di kantor Nicky yang saat ini di ambil alih oleh, Niko. Ia sedang melamun memikirkan Nicky.


Tetapi rasa penasaran itu masih ada, hingga pada akhirnya Niko pun memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menyelidiki rumah Nicky. Ia ingin memastikan apakah Nicky masih berada di rumahnya atau memang sudah pergi jauh.


Beberapa menit kemudian salah satu anak buah Niko mengirim pesan ke dalam nomor ponselnya.


[ Bos, menurut pengakuan dari security dan asisten rumah tangga yang ada di rumah target, rumah sudah kosong beberapa hari yang lalu tidak ada penghuninya. Katanya pindah ke luar kota, tetapi rumah masih miliknya. Hanya security dan asisten rumah tangga selalu stand by untuk menjaga rumah tersebut.]


Niko tersenyum puas dan sangat bahagia setelah membaca chat pesan dari salah satu anak buahnya yang baru saja diperintahkan untuk mengecek kondisi rumah, Nicky.


"Syukur kalau begitu, berarti dia sudah menyerah dan ini membuktikan bahwa dirinya telah kalah dariku. Akulah yang menjadi pemenangnya saat ini. Lantas apa yang harus aku lakukan dengan Renata, karena aku sama sekali tidak mencintainya?" gumamnya bingung.

__ADS_1


"Apa sebaiknya aku ceraikan saja dia saat ini ya? tetapi kok rasanya aku kurang puas, karena aku baru beberapa hari menikah dengannya."


Selagi Niko melamun memikirkan tentang Renata, tiba-tiba pintu ruang kerjanya dibuka oleh seorang wanita yang lumayan cantik tapi tidak secantik Renata, yang masuk begitu saja dan langsung duduk di hadapan Niko dengan wajah murungnya.


"Bebs, mau dibawa kemana hubungan kita? kamu malah diam-diam menikah dengan wanita lain? katanya kamu cinta sama aku, sayang sama aku, dan hanya aku wanita yang ada di dalam hatimu. Tetapi ternyata seperti ini? lantas aku harus bilang apa sama orang tuaku?" rengek Tita pacar Niko.


"Honey, aku menikah dengannya bukan karena rasa cinta. Tetapi hanya sekedar untuk balas dendam pada saudara kembarku saja. Berapa kali aku harus mengatakan hal ini?" ucap Niko ketus.


Tiya merasa tak suka dengan keputusan Niko yang tiba-tiba menikah dengan wanita lain, walaupun itu hanya untuk ajang balas dendam.


"Jika memang itu hanya untuk ajang balas dendam, kenapa sekarang tidak kamu ceraikan saja wanita itu? bukan kah saudara kembarmu telah tersingkir bahkan perusahaannya kini telah menjadi milikmu,"rengek Tita.


"Memang benar aku telah berhasil memiliki perusahaan miliknya, tetapi aku belum yakin jika saat ini dirinya telah pergi jauh. Walaupun tadi salah satu anak buahku mengatakan jika saudaraku telah pergi ke luar kota, tetapi aku akan memastikannya sendiri. Aku minta padamu untuk bersabar sebentar lagi. Jika semua telah jelas aku pasti akan menceraikannya begitu saja dan aku akan menikahimu."


Tita pun tersenyum kecut, ia akan menempuh cara lain untuk menyingkirkan istri, Niko yakni Renata.


"Hem, alasan saja! jika seperti ini aku yang akan bertindak sendiri untuk menyingkirkan wanita itu. Aku juga ingin tahu, seperti apa wajahnya hingga Niko masih saja bertahan dengan pernikahannya,' batin Tita.


"Bebs, aku boleh nggak kenal dengan istrimu itu?" tanya Tita tiba-tiba yang membuat Niko mengerutkan dahinya.


"Untuk apa?" tanya Niko heran.


"Hanya ingin tahu saja bagaimana wajah istrimu itu?" ucap Tita dengan polosnya.


"Nggak perlu kamu kenalan secara langsung, ini aku kasih lihat fotonya saja."

__ADS_1


Saat itu juga Niko meraih ponselnya dan membuka galeri, dan ia menunjukkan sebuah foto pernikahan dirinya bersama dengan Renata.


"Hem, ternyata ia lebih cantik dariku. Pantas saja, Niko enggan untuk bercerai darinya! aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi," batin Tita kesal dan cemburu.


__ADS_2