Menikahi Kembaran Calon Suamiku

Menikahi Kembaran Calon Suamiku
Penyamaran Nicky


__ADS_3

Sejak saat itu, Renata memutuskan untuk tidak bersikap mengasihani diri sendiri. Ia pun segera merayu membujuk Niko supaya dirinya di izinkan untuk bekerja.


"Mas Niko, aku bosam di rumah terus. Tolong izinkan aku untuk bekerja ya, di perusahaan papahku," bujuk rayu Renata.


"Untuk apa kamu bekerja, Tinggal duduk manis saja di rumah, aku yang akan mencukupi segala kebutuhan dirimu dan orang tuamu," ucap ketus Niko.


"Jika aku atau ayah ku tidak di izinkan bekerja. Lalu bagaimana dengan nasib perusahaan ayahku? aku nggak mau perusahaan Ayahku gulung tikar," ucap Renata.


Sejenak Niko terdiam seolah ia sedang memikirkan apa yang barusan dikatakan oleh Renata. Hingga pada akhirnya ia pun menyetujui permintaan dari Renata, tetapi dengan beberapa syarat yang harus Renata patuhi.


"Setelah aku pikir apa yang kamu katakan memang ada benarnya, Renata. Baiklah aku akan mengizinkanmu untuk bekerja di perusahaan ayahmu, karena memang sayang juga jika perusahaan milik ayahmu yang telah dibangun dengan bersusah payah dari nol harus bangkrut karena tidak terurus."


"Tapi kamu jangan senang dulu, karena aku tidak akan membiarkanmu begitu saja. Aku tidak ingin kamu mencari kesempatan di luaran sana untuk menemui, Nicky."


"Aku akan mencari sopir pribadi atau asisten pribadi yang bisa dipercaya untuk selalu mengawalmu kemanapun kamu pergi. Untuk saat ini kamu tetap di rumah saja sampai aku menemukan orang itu, aku akan mengizinkanmu untuk bekerja di perusahaan ayahmu."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Niko, ada rasa sedikit lega karena ia bisa keluar rumah untuk beraktivitas. Ia yakin bisa dengan mudah mengelabui sang sopir nantinya.


"Baiklah Mas Niko, apapun yang menjadi sebuah keputusan darimu aku akan mematuhinya," ucap Renata seraya mencoba tersenyum.


"Bagus, memang seorang Istri harus patuh terhadap suaminya. Jika kamu selalu menurut apa yang aku katakan aku tidak akan pernah menyakitimu lagi dan orang tuamu, ingat janjiku ini."


Setelah mengatakan hal itu Niko terlalu pergi begitu saja dari hadapan Renata. Sedangkan Renata lekas mencari keberadaan sang bibi untuk dimintai tolong olehnya, membelikan alat kontrasepsi karena ia tidak ingin hamil anak, Niko.


"Bi, aku minta tolong ya? belikan alat kontrasepsi seperti pil KB. Tapi jangan sampai ada yang tahu."


Si bibi sudah paham dengan apa yang dikatakan oleh, Renata. Karena ia yang mengasuh Renata dari bayi. Hingga ia sudah hapal. Ia juga telah tahu dengan permasalahan yang saat ini sedang di hadapi oleh Renata dan orang tuanya.


"Baiklah, Non. Nggak usah khawatir, tidak akan ada yang tahu. Apakah Non perlu sesuatu yang lain?" tanya sang bibi.

__ADS_1


"Nggak ada, bi. Hanya itu saja yang aku butuhkan saat ini," ucap Renata seraya memberikan uang pada si bibi.


Bibi lekas izin pada security dengan alasan ingin membeli minyak goreng di Alfamart.


"Kasihan, Non Renata dan orang tuanya. Sejak ada Den Niko yang mengaku sebagai Den Nicky. Ist ada ya orang sekejam ia, sampai menghajar saudara kembarnya sendiri hingga tak berdaya. Jika saja aku bisa bela diri, pasti aku akan bantu, Den Nicky."


Selama perjalanan menuju ke apotik, si bibi terus saja menggerutu di dalam hatinya.


Hanya beberapa menit saja si bibi sudah kembali ke rumah mewah milik Renata. Dengan secara sembunyi-sembunyi, ia memberikan pil KB tersebut padanya.


Renata pun segera menyembunyikan alat kontrasepsi itu di tempat yang menurutnya aman dan Niko tidak akan mengetahuinya.


"Dengan begini aku tidak akan hamil anak dari si penjahat Niko! karena aku tidak sudi rahimku tumbuh benih dari pria jahat seperti Niko!" batin Renata.


*******


Niko terus saja mencari seseorang yang kiranya pantas untuk dijadikan asisten pribadi sekaligus sopir pribadi bagi Renata.


Tok tok tok tok tok!


Pintu ruang kerja Niko diketuk oleh seseorang.


"Masuk!"


Asisten pribadi Niko masuk ruang kerjanya dengan membawa seseorang yang berpenampilan culun dengan memakai kacamata tebal bertahi lalat besar di pipinya serta memiliki rambut ikal.


"Maaf tuan, orang ini ingin melamar pekerjaan," ucap asisten pribadi Niko.


"Baiklah, biar aku bicara sebentar dengannya kamu boleh pergi sekarang juga."

__ADS_1


Asisten pribadi Niko, segera pergi meninggalkan ruang kerjanya. Sementara pria Culun tersebut duduk tepat di depan meja kerja Niko.


"Coba aku ingin lihat CV kamu!" pinta Niko menatap tajam ke arah pria Culun itu


Pria Culun itu memberikan CV nya pada Niko, dan ia lekas mengeceknya.


"Hem, bagus sekali. Tapi sayangnya di sini yang sedang aku butuhkan seorang sopir yang merangkap sebagai asisten pribadi. Apa kamu bisa menyopir dan bela diri?" tanya Niko menatap tajam ke arah pria Culun itu.


"Sopir saya bisa, Tuan. Bela diri sedikit bisa, apa perlu saya praktekan? iya nggak pintar amat tapi saya bisa," ucapnya dengan lagak culunnya.


Sejenak Niko terus saja menatap ke arah pria culun di hadapannya.


"Sepertinya pria ini cocok jika aku jadikan sopir dan sekaligus asisten pribadi untuk Renata. Untuk sementara waktu, karena aku belum juga menemukan orang yang tepat," batin Niko.


"Viko, jika aku menerima dirimu. Apa kamu bersedia untuk langsung bekerja?" tanya Niko.


"Sangat bersedia, Tuan. Karena kebetulan saya sedang butuh banyak uang untuk membayar biaya rumah sakit ibu saya," ucap Viko dengan sangat antusias.


Dan saat itu juga Viko di ajak pulang ke rumah. Di dalam hatinya Viko sangat senang karena ia berhasil masuk dengan mudah ke rumah Renata dan bahkan bekerja sebagai sopir pribadi Renata.


"Alhamdulillah ya Allah, berkat bantuan dariMu lewat perantaraan Pak Dokter. Aku bisa menyamar dengan sempurna. Dan yang tak pernah aku pikirkan, aku malah menjadi sopir pribadi, Renata. Ini pertanda baik bagiku. Karena Allah benar-benar mempermudah jalanku ini," batin Nicky yang menyamar sebagai Viko.


Niko benar-benar telah terperdaya, ia sama sekali tak tahu jika Viko adalah Nicky.


Saat itu juga, Niko memperkenalkan Viko pada Renata.


"Sayang, ini Viko. Kelak dia yang akan selalu mendampingi kamu menjadi sopir pribadimu dan juga asisten pribadimu."


"Viko, ingat ya akan tugasmu. Bukan hanya sebagai sopir dan asisten pribadi istriku.Tapi kamu juga sebagai mata-mata untuk dirinya. Jika Renata berbuat hal yang sangat mencurigakan, kamu harus segera melaporkan padaku. Awas ya, jangan macam-macam kamu dalam bekerja, harus disiplin!"

__ADS_1


Mendengar apa yang di katakan oleh Niko, Viko pun lansung mengangguk pasti," siap Tuan."


Lain halnya dengan Renata yang memandang tak suka dengan Viko, karena penampilannya yang begitu menjijikan.


__ADS_2