
Saat itu juga Nicky ke kantor polisi, kebetulan dia punya salah satu saja kenalan baik di kantor polisi. Dan ia pun melaporkan apa yang telah di lakukan Niko padanya.
"Astaga...jadi kamu punya saudara kembar? jadi yang waktu itu aku temui adalah saudara kembarmu? pantas saja waktu itu, ia kebingungan pada saat aku sapa dirinya."
"Dia malah sempat mengatakan jika dirinya tidak kenal aku, dan mengatakan aku ini salah orang. Hingga aku terus saja berpikir, dan aku mengira ia hanya pura-pura."
"Tetapi ia benar-benar tidak tahu menahu tentangku. Dari sini saja aku sudah benar-benar yakin dan juga percaya dengan apa yang aku rasakan."
"Kamu tenang saja Nicky, aku akan bantu kamu untuk bis membuat saudara kembarmu itu meringkuk di dalam penjara dalam jangka waktu yang cukup lama."
Nicky sangat lega pada saat mendengar apa yang barusan di katakan oleh Sersan Alif.
"Baiklah, Sersan. Kalau begitu saya permisi pamit pulang. Untuk saat ini, saudara saya sedang berada di negara Swiss, dan ia akan tinggal lama di sana selama satu bulan. Karena ia sedang jalan-jalan honeymoon bersama istrinya," ucap Nicky.
"Tenang saja, nanti saya akan meminta pihak negara Swiss untuk mengamankan sang pelaku. Supaya ia tidak kabur, dan saya akan membuat dirinya di hukum seberat-beratnya," ucap sang sersan.
Nicky kini benar-benar telah lega, dan ia sangat senang karena pada akhirnya bisa membongkar kejahatan Niko tanpa ia melakukan tindak kekerasan.
Walaupun Niko telah berbuat kasar padanya, tetapi ia tidak ingin menghakimi Niko. Ia bukan tripikal pria yang keras hati, berbeda dengan Niko yang selalu saja bersikao kasar, bahkan ia juga tega melakukan tindakan kekerasan pada seorang wanita dan pada orang yang lebih tua.
Ke esokan harinya, di saat Niko dan Tita baru saja turun dari pesawat. Tiba-tiba beberapa aparat kepolisian Swiss menangkap mereka. Baik Niko dan Tita sama-sama bingung. Mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka di tangkap oleh kepolisian negara Swiss.
"Mas, kenapa kita di tangkap aparat kepolisian negara ini?" busuk Tita merasa bingung.
"Entahlah, mungkin ada suatu kesalah pahaman. Tenang saja, nanti juga kita akan bebas kok,' Niko membalas bisikan dari Tita.
__ADS_1
Keduanya di giring ke kantor polisi yang ada di Swiss, dan kebetulan di negara Swiss ada beberapa aparat kepolisian yang berasal dari negara Indonesia yang lantas memeriksa Niko dan Tita.
"Apakah saudara yang bernama Niko, berasal dari Indonesia? coba tunjukkan kartu identitas anda beserta wanita yang ada di samping anda," pinta aparat kepolisian Indonesia.
Sejenak Niko dan Tita mengeluarkan kartu identitasnya dan menunjukkannya kepada aparat kepolisian tersebut, beserta surat-surat penting yang lainnya seperti Visa.
sejenak aparat kepolisian tersebut memeriksa semua surat-surat penting milik Niko dan Tita, setelah itu dia mengamati wajah Niko. Bahkan Niko di minta melepaskan bajunya sejenak, dan aparat kepolisian ini memang menemukan suatu tahi lalat sebagai tanda lahir Niko.
"Hem...tak salah lagi, memang ini orang yang sedang di cari. Jika begitu aku harus mengurung mereka dahulu di sel sementara.Setelah itu akan aku kirim ke Indonesia," batin aparat kepolisian tersebut.
Saat itu juga aparat kepolisian tersebut memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membawa Niko dan Tita ketahanan sementara baik Niko maupun Tita merasa heran kenapa mereka ditahan.
"Pak, kenapa kami ditahan? apa kesalahan kami?" tanya Niko.
"Sudahlah tak perlu banyak pertanyaan, nanti juga kamu akan mengerti. a
"Aneh ini polisi, di mana-mana menangkap orang itu pasti memberikan suatu alasan. Kenapa orang itu ditangkap ini ditanya malah seperti ini jawabnya," batin Niko kesal tetapi ia hanya bisa menggerutu di dalam hatinya, tak berani mengatakan apa-apa lagi.
Aparat kepolisian tersebut langsung melaporkan kepada pihak kepolisian yang berada di Indonesia, jika dirinya telah berhasil menangkap Niko beserta istrinya.
Beberapa jam kemudian, Niko dan istrinya dikirim pulang ke Indonesia dengan dikawal beberapa aparat kepolisian yang berasal dari negara Swiss.
"Mas, kenapa kita malah dipulangkan ke Indonesia sih, sebenarnya ada apa ini?" tanya Tita lirih.
"Kalau kamu bertanya jangan sama aku, tanya saja pada aparat kepolisian, kenapa kita dipulangkan dan dikawal seperti ini! kamu pikir aku tidak kecewa, karena aku telah mengeluarkan biaya banyak untuk keberangkatan kita ke negara Swiss, tetapi malah seperti ini akhirnya," ucap ketus Niko seraya mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Tita pun akhirnya diam saja, dia tidak berani berkata-kata lagi setelah mendapat hardikan dari Niko yang begitu kasarnya. Ia hanya bisa menggerutu di dalam hatinya," padahal aku sudah membayangkan akan mengelilingi tempat-tempat wisata yang ada di negara Swiss dan akan merasakan kebahagiaan seutuhnya. Tetapi malah seperti ini pada akhirnya. Baru sampai saja sudah ditangkap oleh aparat kepolisian, dan lebih parahnya lagi tidak ada suatu alasan yang jelas kenapa kita ditangkap, malah kita dipulangkan ke negara Indonesia."
Keesokan harinya Tita dan Niko sudah berada di kepolisian negara Indonesia, mereka langsung ditangani oleh sersan Alif. Kembali lagi Niko dan Tita dimasukkan ke dalam tahanan sementara.
"Naas sekali nasibku, bukannya merasakan indahnya honeymoon malah seperti ini," gerutu Tita di dalam hati.
Niko juga merasa heran dan terus penasaran kenapa dirinya ditangkap oleh aparat kepolisian. Tetapi ia hanya diam saja tak berani bertanya banyak hal kepada para apa kepolisian yang saat ini sedang bertugas.
Barulah beberapa menit kemudian Niko di bawa ke ruang pemeriksaan. Dia pun mendapatkan berbagai pertanyaan dari sersan Alif.
"Apakah anda yang bernama Niko?"tanya sersan Alif.
"Benar sekali, Pak Polisi," jawabnya singkat.
"Apakah anda mengenal saudari Renata dan orang tuanya?" tanya Sersan Alif.
"Bagaimana saya tidak mengenal mereka, Pak. Renata itu istri pertama saya dan orang tuanya ya jelas mertua saya lah," ucap Niko, dia nggak sadar jika dirinya sedang di jebak oleh Sersan Alif.
"Apa anda yakin dengan perkataan anda?" tanya Sersan Alif kembali.
"Yakin sekali, Pak. Saat ini saja kami tinggal serumah, jika perlu saya akan menunjukkan bukti-bukti buku nikah saya dengan Renata. Tetapi izinkan saya untuk pulang ke rumah guna mengambilnya," ucap Niko dengan antusiasnya.
"Memang dimana rumahmu? dan siapa wanita yang saat ini bersama dengan dirimu, Saudara Niko?" tanya Sersan Alif.
"Istri kedua saya, Pak. Kami ke Negara Swiss berniat untuk honeymoon, karena beberapa hari yang lalu kami baru menikah," ucap Niko.
__ADS_1
"Menikah, berarti anda telah menikah siri dengan wanita tadi?" tanya Sersan Allah kembali.