Menikahi Kembaran Calon Suamiku

Menikahi Kembaran Calon Suamiku
Nasehat Orang Tua Tita


__ADS_3

Sejenak Niko tersadar jika kata-katanya begitu kasar pada Tita. Sebelum ia masuk ke dalam penjara, ia meminta izin untuk berbicara sebentar dengan istrinya. Para aparat yang mengawal Niko memberikan izin beberapa menit kepada Niko untuk berbicara dengan Tita.


"Sayang, aku minta maaf atas segala apa yang barusan aku katakan ya? aku terbawa emosi hingga mengatakan hak yang seharusnya tidak aku katakan. Sayang, maukah kamu meminta bantuan pada orang tuamu, untuk membantuku naik banding supaya masa hukuman untukku bisa di kurangi," bujuk rayu Niko pada Tita.


"Mas, apakah kamu tadi tidak mendengar bahwa hakim tidak bisa memberikan banding kepadamu? jadi percuma saja jika orang tuaku mengadakan banding untuk bisa mengurangi masa hukumanmu," ucap Tita.


"Apa salahnya kamu berusaha, siapa tahu hakim memberikan keringanan dan berbaik hati mengurangi masa tahanan bagiku. Apa kamu ingin melihat suamimu terkurung di dalam penjara dalam jangka waktu yang cukup lama?" kembali lagi Niko membujuk Tita supaya bersedia meminta kepada orang tuanya untuk membantu dirinya naik banding supaya masa hukumannya bisa berkurang.


"Baiklah, Mas. Aku akan berusaha untuk membujuk orang tuaku supaya mau membantumu, siapa tahu ada suatu keajaiban hingga masa hukumanmu bisa dikurangi," ucap Tita lirih.


"Nah begitu baru namanya seorang istri yang setia dan baik," puji Niko, akan tetapi tak lantas membuat Tita tersenyum.


Saat itu juga Tita pergi meninggalkan ruang persidangan dan Niko juga dibawa oleh dua aparat kepolisian menuju ke ruang tahanannya.


Tita langsung pulang ke rumah orang tuanya, ia pun menuruti apa kemauan Niko. Akan tetapi pada saat Tita mengatakan niat hatinya tersebut kepada orang tuanya, tidak ada satupun dari kedua orang tuanya yang setuju dengannya atau mau membantu dirinya.


"Apa, kami minta papah mengurus naik banding ke pengadilan supaya Niko di kurangi masa hukumannya? nggak, Tita! papah sama sekali nggak bersedia!" ucap lantang Papahnya.


"Iya, kamu ini bodoh sekali! kamu masih muda dan cantik, untuk apa sih bertahan dengan pria seperti Niko? padahal dari dulu mamah dan papah tidak pernah setuju hubunganmu dengan Niko. Tetapi kamu selalu saja mengatakan dan meyakinkan pada kami, jika Niko itu baik dan masa depannya cerah. Tetapi akhirnya seperti ini kan?" ucap Mamahnya kesal.

__ADS_1


"Kamu tahu, Tita! jika papah mengetahui kejahatan Niko, tidak akan mungkin Papah mengizinkan apalagi memberikan restu untukmu bisa menikah dengannya!" Papahnya merasa kesal sekali, setelah mengetahui kasus yang menimpa Niko ternyata ia telah mempunyai istri, dari hasil merebut calon istri saudara kembarnya.


"Kamu sudah mengetahui segala kejahatan Niko, tetapi kamu masih saja nekat untuk menikah dengannya. Apa kamu tidak berpikir secara logika jika apa yang dilakukan oleh Niko itu bukanlah hal yang baik? walaupun dengan berbagai alasan yang telah ia katakan padamu," ucap mamahnya.


Sejenak Tita membela diri, ia mengatakan bahwa Niko melakukan itu semua hanya untuk membalas dendam atas perbuatan orang tuanya dulu di mana dirinya dibuang sedangkan si Nicky tetap dirawat.


Niko dendam pada Nicky hingga melakukan itu semua demi membalaskan rasa sakit hatinya pada Nicky.


"Tita, walaupun kamu menjelaskan sedemikian rupa kepada Papah dan mamah, itu tidak akan membuat kami iba kepada Niko, dan lantas membantunya untuk bisa mengurangi masa tahanannya."


"Justru kami ingin kamu segera berpisah dari Niko karena ia sudah tidak bisa diharapkan lagi."


"Kami tidak mau mempunyai seorang menantu bekas nara pidana, lagi pula apa kamu mau menunggu Niko hingga sepuluh tahun lamanya?"


"Tolong, kamu dengarkan nasehat dari Papah dan mamah. Jangan seperti yang sudah-sudah, kamu memutuskan segalanya hanya sesuai dengan kehendakmu sendiri."


"Percayalah kepada kami, karena apa yang kami sarankan bukan untuk menjerumuskanmu ke dalam hal yang buruk. Justru kami ingin anak kami satu-satunya mendapatkan kebahagiaan."


"Seorang narapidana jika kelak telah keluar dari penjara, ia pasti sudah dicap jelek dan akan sulit untuk berbaur dengan masyarakat di sekitarnya. Apalagi untuk mendapatkan suatu pekerjaan yang layak."

__ADS_1


Terus saja orang tua Tita menasehatinya dengan segala perkataan yang panjang lebar, karena mereka tidak mau selamanya Tita terikat pernikahan dengan Niko, yang saat ini telah masuk di dalam penjara dalam kurun waktu yang cukup lama.


Tita pun sejenak diam, ia seolah berpikir, meresapi, merenungi, segala perkataan yang barusan dikatakan oleh kedua orang tuanya.


"Sebenarnya apa yang barusan dikatakan oleh Mamah dan papah memang tidak ada salahnya. Justru Mamah dan papah memang sangat menyayangiku, hingga mereka tidak mau aku hidup menderita jika mempertahankan pernikahanku bersama dengan mas Niko yang saat ini ada di dalam penjara," batin Tita.


"Memang sebaiknya aku berpisah saja dari Mas Niko, dan secepatnya aku akan mencari pengganti dirinya yang lebih baik, pasti aku mampu," batinnya lagi.


"Tita, apa kamu keberatan dan menolak menuruti segala permintaan kami berdua?" tegur papahnya mengagetkan lamunan Tita.


"Pah-mah, aku minta maaf ya, atas segala kesalahanku dimana tidak mendengarkan nasehat papah dan Mamah, sehingga pada akhirnya seperti ini. justru aku menyesal mah-pah, dan aku akan menuruti nasehat mamah dan papah. Aku akan mengurus surat perceraianku dengan mas Niko secepatnya, supaya aku bisa lepas dari dirinya."


"Aku juga tidak ingin membuang waktuku dengan sia-sia menunggu Mas Niko sepuluh tahun lamanya. Ini sama saja rugi buatku. Terima kasih ya mah-pah, atas segala nasehat kalian berdua dan sekali lagi aku minta maaf atas segala kesalahanku di masa lalu."


Dengan penuh rasa haru Tita memeluk kedua orang tuanya. Ia bersyukur karena memiliki orang tua yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang. Tak pernah jemu membimbingnya ke jalan yang benar. Hanya saja ia yang sempat terperosok jatuh kedalaman lembah kelam, dimana ia menikah dengan Niko seorang penjahat.


Orang tuanya sangat bersyukur karena sekarang anak semata wayangnya sudah sadar akan kesalahannya dan akan menuruti kemauan mereka. Kini mereka lega , karena Tita sudah tidak akan terikat oleh Niko.


Bahkan Papahnya akan membantunya mengurus perceraian anaknya tersebut.

__ADS_1


*****


Sementara saat ini Renata dan orang tuanya juga sedang bahagia. Karena pada akhirnya kejahatan Niko terbongkar juga. Kini orang tua Renata sedang sibuk menawarkan rumah mereka. Karena mereka tidak ingin tinggal lagi di rumah yang penuh kenangan buruk. Begitu pula dengan Nicky, ia juga menjual rumahnya, sama halnya dengan orang tua Renata.


__ADS_2