
Niko pun mengatakan bahwa dirinya dengan Tita menikah resmi, bukan siri. Perkataan Niko membuat Sersan Alif menjadi semakin lebih lagi menginterogasi dirinya.
"Kamu mengatakan jika bersama Renata menikah resmi, dan bersama wanita tadi menikah resmi juga. Berarti di antara dua pernikahan tersebut ada salah satu pernikahan yang menggunakan identitas palsu. Entah itu pernikahanmu dengan Renata atau pernikahanmu dengan wanita tadi. Karena tidak mungkin pernikahan sah bisa dilakukan begitu saja dengan dua wanita yang berbeda."
DEG!
Pernyataan yang dilontarkan oleh Sersan Alif membuat Niko tergagap, lidahnya serasa tercekat tak bisa berkata-kata.
Ia baru menyadari jika apa yang dikatakannya adalah suatu kecerobohannya kesalahannya.
"Kenapa anda diam, Saudara Niko?" tanya Sersan Alif menatap tajam ke arah Niko.
Niko tetap diam saja tak menjawab pertanyaan yang barusan dilontarkan oleh Sersan Alif. Ia bingung harus mengatakan apa karena memang yang barusan dikatakan oleh Sersan Alif benar adanya. Dia menikah dengan Renata dengan memakai kartu identitas milik Nicky.
"Aduh bagaimana ini? aku keceplosan dalam berkata-kata, sebenarnya siapa yang telah melaporkan aku hingga ditangkap oleh aparat kepolisian? dan bagaimana pula aparat kepolisian ini mengetahui jika aku mengenal Renata dan orang tuanya?" batin Niko.
"Saya yakin saat ini pasti kamu sedang memikirkan banyak hal. Kenapa dirimu ditangkap oleh kepolisian dan siapa pula yang telah melaporkanmu. Nanti semua kegelisahan dan rasa penasaran mu akan bisa terjawab jika kamu sudah diselidiki oleh kami dan jika masa sidang dibuka untukmu," ucap Sersan Alif.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Sersan Alif membuat Niko semakin bertambah heran. Sebenarnya apa yang membuat dirinya ditahan, kesalahan apa yang membuat dirinya tersandung kasus seperti ini?"
Setelah diinterogasi cukup lama, kini Niko di kembalikan ke tahanan sementara. Kini Sersan Alif memerintahkan anak buahnya untuk membawa Tita untuk diintrogasi juga.
"Saudari Tita, apakah anda memang benar istri sah dari saudara Niko?" tanya sang Sersan.
__ADS_1
"Iya benar sekali, Pak. Saya istri sah, Mas Niko," ucapnya antusias.
"Apa anda tahu dengan istri pertama dari, Saudara Niko?" tanya Sersan Alif menyelidik.
"Tahu sekali, Pak. Suami saya menikah resmi dengan istri pertamanya dengan memaksi kartu identitas saudara kembarnya."
Tita tak sadar dengan apa yang barusan telah di katakan nya. Hal ini membuat Sersan Alif semakin yakin jika memang laporan dari, Nicky benar adanya.
"Hem, begitu ya? baiklah terima kasih atas informasinya."
******
Esok harinya langsung diadakan sidang untuk membahas masa tahanan bagi Niko. Ia begitu kaget pada saat melihat kehadiran Nicky di persidangan tersebut. Awalnya ia tidak tahu apa kesalahannya sehingga ditangkap polisi, tetapi setelah melihat kehadiran Nicky, Renata dan orang tuanya kini ia telah tahu kenapa dirinya ditangkap oleh aparat kepolisian.
"Jika memang tidak terbukti bersalah, aku aku akan semakin membalas dendam kepada kalian semua. Akan aku buat kalian semua menderita dan hidup kalian bagaikan di neraka."
Umpat Niko di dalam hatinya pada saat melihat siapa saja yang hadir di dalam persidangan. Dan saat itu juga sidsng di mulai.
Awalnya mereka semua akan mengatakan bahwa Niko telah menculik Renata. Tetapi setelah mereka musyawarah di rumah, mereka telah memutuskan untuk mengatakan hal yang jujur, supaya tidak ada dampaknya.
Hingga pada awalnya, Nicky pun mengatakan yang sebenarnya jika awalnya ia akan mengadakan acara Ijab Kabul dengan Renata. Tetapi semuanya kacau oleh, Niko.
Dan bahkan Niko merampas semua yang Nicky punya dari semua surat penting hingga karti identitas. Semua Nicky ceritakan tanpa ada yang ia tutupi lagi.
__ADS_1
Setelah itu Renata dan orang tuanya juga bersaksi dengan mengatakan hal yang sama pula. Mereka juga tidak ingin mengatakan hal yang bohong, mereka berkata jujur kepada pihak pengadilan.
Bahkan setiap tindak kekerasan yang di lakukan oleh Niko kepada Renata dan orang tuanya, mereka. katakan semuanya. Bahkan tanpa di duga, para pelayan yang ada di rumah Renata juga ikut bersaksi memberatkan Niko.
Bahkan ada beberapa yang mengabadikan penganiayaan itu ke dalam ponsel mereka dengan di buat video. Hal ini memberatkan Niko, dan ia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.
Renata sungguh terharu, atas kesaksian para pelayan. Ia sama sekali tidak menyangka jika ternyata para pelayan mau bersaksi demi dirinya.
"Subhanallah, aku tak menyangka jika para pelayan di rumah aku diam-diam merekam semua adegan kasar Niko padaku maupun pada orang tuaku. Aku bahkan nggak tahu itu kapan mereka lakukan. Aku yakin setelah ada bukti kuat dari video ini, Niko akan di penjara dalam waktu yang cukup lama. Karena memang itu tepat untuk dirinya," batin Renata.
Niko pun mati kutu, dia juga sudah tidak bisa mengelak lagi dengan segala saksi-saksi yang ada. Apalagi beberapa video rekaman dari para pelayan yang menunjukkan kekejaman dirinya terhadap Renata dan juga orang tuanya.
Hingga tak berapa lama kemudian, masa hukuman untuk Niko telah ditetapkan oleh hakim atas persetujuan dan kesepakatan dari semua petugas pengadilan yang ada di dalam ruang sidang tersebut.
Niko harus mendekam di dalam penjara untuk dalam jangka waktu yang cukup lama yakni sepuluh tahun penjara. Ia sudah tidak bisa lagi untuk naik banding. Keputusan yang telah ditetapkan oleh hakim tidak bisa diganggu gugat karena kesalahan Niko yang begitu fatal.
"Kamu lihat kan Niko, pada akhirnya kebenaran akan selalu menang dan kejahatan akan selalu kalah. Sekarang sudah terbukti segala kejahatanmu dan nikmatilah masa hukumanmu," ucap Nicky.
"Kamu jangan senang dulu ya, jika nanti aku telah bebas dari penjara aku pasti akan menuntut balas padamu juga pada Renata dan orang tuanya serta para pelayannya. Semuanya akan aku tumpas bersih jika nanti aku sudah keluar dari penjara ini," ancam Niko kesal.
Tita menitikan air mata ia menghampiri suaminya," Mas, jika kamu dipenjara lantas bagaimana denganku? masa iya kita baru menikah kok aku harus hidup sendiri dan menunggumu selama sepuluh tahun? sepertinya aku tidak akan sanggup untuk menunggumu selama itu, mas."
"Terserah kamu mau apa, silakan jika kamu ingin pergi dari kehidupanku. Apa kamu tidak berpikir apa yang telah menimpaku ini juga karena ulahmu. Jika pada waktu itu kamu tidak terhasut oleh Renata untuk memaksaku pergi honeymoon, pasti kejadiannya tidak seperti ini," ucap kasar Niko.
__ADS_1
Tita terdiam, hanya air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.