Menikahi Kembaran Calon Suamiku

Menikahi Kembaran Calon Suamiku
Siap Melaporkan Niko Ke Penjara


__ADS_3

Orang tua Renata menghampiri Renata dan Viko, karena melihat kamar utama yang di tempati oleh Niko terbuka lebar, dan mereka sempat melihat Renata dan Viko masuk ke dalam kamar tersebut.


"Renata, kamu sedang apa di kamar Niko? dan kenapa pula dengan pria aneh ini?" tegur Ayah Michel.


'Dan kenapa pula bersama dengan pria ini? bukannya dia ini anak buah, Niko?" tanya Ayah Michel menyelidik.


Renata menceritakan apa maksud dan tujuan dirinya saaa ini berad di kamar tersebut. Dan ia juga menceritakan siapa sebenarnya Viko. Renata menjelaskan semuanya pada kedua orang tuanya, tanpa menghentikan aktifitasnya mencari barang bukti untuk bisa di jadikan alat menjebloskan Niko ke dalam penjara.


"Astaga... jadi pria ini adalah Nicky. Kami benar-benar tidak bisa mengenalinya sama sekali," Michel terus saja menatap ke arah Viko yang ternyata adalah Nicky.


Setelah mendengar penjelasan dari Renata, saat itu juga orang tua Renata turut serta membantu Renata dan Viko mencari setiap inci sudut ruangan yang ada di dalam kamar tersebut.


Dan akhirnya mereka menemukan kartu identitas asli milik Nicky yang pernah di rampas oleh Niko. Dan ada beberapa foto masa kecil Niko. Sejenak Nicky melihat dengan seksama foto tersebut, untuk dia mencari tanda lahir supaya bisa membedakan dirinya dengan Niko.


"Nicky, apa yang sedang kamu lihat?" tanya Ayah Michel penasaran.


"Ini ayah, foto masa kecil Niko. Aku sedang mencari tahu apakah ada suatu tanda lahir di tubuhnya, supaya membedakan antara aku dan dia," ucap Nicky terus saja melihat dengan seksama.


Tetapi ia tidak menemukan batu tanda pun di foto tersebut, hingga ia pun kecewa. Pencarian berhenti tak kala nomor ponsel Nicky bergetar, tanda ada satu notifikasi chat pesan masuk.


Drt drt drt drt drt


Satu notifikasi chat pesan masuk ke nomor ponsel Nicky yang ternyata dari Niko.


[Viko, bagaimana kondisi rumah? tidak ada yang keluar rumah atau kabur bukan? kami baru sampai bandara. Ingat selalu ya, kau harus menjaga Renata danorang tuanya vsuoaya mereka tidak kabur.]


Membaca chat kiriman dari Niko, Nicky pun langsung membalas chat tersebut.

__ADS_1


[Siap, Tuan.]


Setelah itu Nicky mengantungi ponselnya kembali. Dan ia memutuskan untuk datang ke kantor, kali ini dengan membawa kartu identitas aslinya. Dan ia juga mengambil buku nikah Niko yang dimana di dalam surat nikah tersebut tertera nama dirinya.


'Niko, sekarang knmanu tidak bisa berkutik lagi. Di dalam buku nikah ini, Renata menikah dengan Nicky, bukan Niko. Hal ini bisa aku gunakan untuk membebaskan Renata dan orang tuanya," batin Nicky.


Setelah itu ia meminta Renata dan orang tuanya segera berkemas, dan berlalu dari kamar utama tersebut.


Ia mengajak Renata dan orang tuanya bercengkrama barang sejenak, sebelum ia pergi ke kantornya.


"Ayah-Ibu-Renata, aku minta kerja sama kalian bertiga supaya aku bisa dengan mudah menjebloskan Niko ke dalam penjara," pinta Nicky mengiba.


"Memangnya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ayah Michel.


"Aku akan melaporkan ke aparat kepolisian tentang apa yang telah Niko lakukan pada kita. Pertama aku akan melaporkan jika istriku di culik oleh Niko. Dan nanti kalian menambahkan atau memperkuat laporanku, dengan pengakuan kalian tentang sikap dan perilaku Niko selama ini pada kalian."


Mendengar rencana yang akan di laksanakan oleh Nicky, baik Renata dan orang tuanya sangat setuju. Setelah mereka berhasil, orang tua Renata akan pindah dari rumah itu supaya menghilangkan kenangan buruk selama ada di rumah itu.


"Nicky, kami setuju dengan rencanamu. Semoga kali ini kita berhasil dan Niko lekas masuk ke dalam penjara," ucap Ayah Michel.


Beberapa menit kemudian...


Nicky sudah ada di kantornya dengan mengenakan seragam kantornya. Sang asisten pribadinya menghampirinya.


"Tuan Nicky, katanya sesabg pergi ke luar kota untuk satu bulan lamanya. Kok sekarang sudah berangkat ke kantor, apakah acara di luar kota di batalkan?" tanyanya.


"Pak, ikut ke ruanganku sekarang juga!' pinta Nicky seraya melangkah ke ruang kerjanya di ikuti oleh asisten pribadinya itu.

__ADS_1


Setelah sampai di dalam ruangannya, Nicky meminta Pak Aat segera duduk di hadapannya.


"Pak Aat, selama ini yang ada di kantor ini bukan saya tetapi saudara kembar saya yang menyamar menjadi saya dengan merampas kartu identitas asli saya."


'Alhamdulillah, kartu identitas sudah saya dapatkan lagi. Dan saya juga tidak akan tinggal diam dengan apa yang telah di lakukan olehnya pada saya."


"Pak Aat, lihatlah foto-foto ini. Ini adalah foto masa bayi kami. Dan saya ingin meminta bantuan dari anda jika kelak ada aparat kepolisian, bantulah dengan memberikan keterangan yan anda tahu tentang Niko kepada aparat kepolisian."


Pada saat Pak Aat melihat dengan seksama foto masa kecil Niko dan Nicky yang masih bayi. Sejenak mata ia mengarah ke lengan salah satu bayi.


"Maaf Tuan, ini yang lengannya ada tanda lahir tahi lalat begitu kecil siapa ya? anda atau saudara kembar anda, anda?" tanya Pak Aat.


Saat itu juga Nicky meraih fotonya," astaga...dari tadi aku mencari tanda lahir tidak ada. Itu adalah Niko, karena saya sama sekali tidak memiliki tanda lahir.'


"Terima kasih ya, pak. Dengan begini saya akan dengan mudah meringkus saudaraku kembat saya ke kantor polisi," ucap Nicky dengan sangat antusiasnya.


Tanpa lupa, Nicky bertanya banyak hal tentang Niko selama kantor di ambil alih olehnya.


"Apakah selama Niko berada di ini, ia melakukan tindakan curang?" tanya Nicky penasaran.


"Selama ini tidak da kecurangan apa pun, Tuan. Dia tidak pernah mengeluarkan dan besar untuk hal yang tidak penting,' jawab Pak Aat.


Dan saat itu juga, Nicky meminta Pak Aat memberi tahu padanya. Dimana saat ini semua data dan berkas atau dokumen penting perusahaan miliknya. Tanpa pikir lama, Nicky telah berhasil mendapatkan berada atau dokumen penting tersebut.


"Terima kasih atas kerja samanya, Pak Aat. Untuk semua ini, saya akan memberikan bonus pada anda. Tetapi setelah saya berhasil membuat saudara kembar saya meringkus di dalam jeruji besi," ucap Nicky puas dengan kinerja Pak Aat.


"Tuan, saya minta maaf karena saya benar-benar tidak tahu jika yang selama ini memimpin perusahaan ini adalah saudara kembar anda," ucap Pak Aat seraya menangkupkan kedua tangannya di dada, karena merasa tidak enak hati.

__ADS_1


__ADS_2