
Saat itu juga, Niko pun meminta Tita untuk berkemas dah ia juga akan segera memesan tiket kereta dan tiket pesawat untuk honeymoon ke negara Swiss seperti yang Tita inginkan.
"Kamu bersiaplah, aku baru saja memesan tiket pesawat ke negara Swiss seperti yang kamu mau,' pinta Niko dengan wajah murungnya.
"Hem, tapi kok wajahmu murung begitu sih mas? kalau nggak ikhlas ya sudah dech, nggak usah kura pergi," rajuk Tita.
"Siapa bilang aku nggak ikhlas, lihatlah baju tersenyum," Niko tersenyum walaupun senyuman yang di paksakan.
Tita hanya melirik sinis melihat senyuman dari Niko. Dan ka langsung bergegas melangkah masuk ke dalam rumah menuju ke kamar utama. Ia lekas mengemasi semua pakaian dirinya dan Niko untuk satu bulan berada di negara Swiss.
Selagi Tita sibuk dengan pekerjaannya, kesempatan ini di gunakan oleh Niko untuk menemui Renata yang ada di kamar tamu.
BRAKKK....!
Niko membuka lebar-lebar kamar tamu tersebut, membuat Renata yang sedang bersantai di ranjang menjadi kaget.
"Sopan dikit bisa nggak?" tegur Renata.
"Aku perhatikan sejak aku menikah lagi, kamu malah semakin berani padaku ya? apa kamu nggak takut durhaka? aku ini suami sahmu loh! dan kamu sudah berani menghasut Tuta, hingga ia minta honeymoon!" bentak Niko seraya berkacak pinggang.
Kebetulan Tita sudah siap dengan kopernya. Dan ia saat ini ada tepat di belakang Niko, tetapi Niko sama sekali tidak tahu. Hal ini sengaja digunakan oleh Renata untuk membuat mereka bertengkar.
"Berarti kamu tidak tulus dan tidak ikhlas untuk mengajak honeymoon istri tercintamu itu? hingga kamu marah-marah seperti ini kepadaku?" ucap lantang Renata.
__ADS_1
"Nggak usah banyak ngomong kamu! sebelum kamu mengatakan tentang honeymoon, Tita tidak akan pernah banyak meminta! Tetapi setelah kamu mengatakan tentang hal itu, ia menjadi melunjak! aku yakin ada maksud dan tujuanmu dibalik semua ini! sebenarnya apa yang sedang kamu merencanakan, hah?" bentak Niko melotot.
"Astaga....aku sama sekali tidak merencanakan apapun! apa salah aku mengatakan tentang honeymoon?" ucap Renata.
Pada saat Niko akan melayangkan tangan kanannya ke pipi Renata, tiba-tiba entah kenapa Tita menghardiknya.
"Mas Niko! kenapa kamu ada di sini? kenapa pula kdny marah-marah padanya hanya karena masalah honeymoon? baiklah, kalau begitu kita batalkan saja perencanaan honeymoon nya dan saat ini juga aku akan kembali ke rumah orang tuaku! sudah sangat terlihat jika kamu tidak tulus untuk mengajakku honeymoon!" ancam Tita seraya berlalu pergi seraya menyeret kopernya.
Dan saat itu juga, Niko berlari mengejar Tita," sayang, jangan seperti ini dong. kenapa sih kamu malah seperti anak kecil sih?"
Tita menghentikan langkahnya dan menatap sinis ke arah Niko," apa aku nggak salah dengar Mas? kamu mengatakan aku ini seperti anak kecil, ngaca dong! yang seperti anak kecil itu aku atau kamu? dari sikapmu tadi, aku bisa menyimpulkan, kalau kamu ini belum bisa bersifat dewasa!"
Mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Tita, Niko pun tidak bisa berkata-kata. Karena memang sejujurnya jika berhadapan dengan Tita, ia selalu saja kalah, tidak bisa menjawab dan tidak bisa membantah.
Pertunjukan menarik ini juga sempat dilihat oleh Renata, ia pun tersenyum penuh dengan kemenangan," hhaaa....mati kutu dia."
"Seperti sekarang ini, aku ingin mereka pergi honeymoon karena aku dan Mas Nicky, ingin mencari barang bukti tentang segala kejahatan, Niko."
Renata pun menutup pintu kamarnya, dan ia kembali merebahkan tubuhnya diranjang dengan senyuman penuh kemenangan.
Semententara Niko berusaha membujuk Tita untuk tidak marah-marah terus. Dan akhirnya usaha Niko pun berhasil. Amarah Tita mulai reda, hal ini membuat Niko merasa lega. Niko pun melangkah ke kamarnya, untuk bersiap-siap dengan berganti pakaian untuk segera pergi ke stasiun kereta api.
Beberapa menit kemudian, Niko dan Tita telah berada di teras halaman. Tetapi sebelum mereka pergi, Niko menghampiri Viko.
__ADS_1
"Viko, aku percayakan semua urusan rumah padamu ya? dan jika ada sesuatu mengenai Renata atau orang tuanya, kamu beri tahu padaku ya? jangan sampai ceroboh karena aku sana sekali tidak memasang CCTV," perintah Niko.
"Baik, Tuan. Siap laksanakan tugas!"
Setelah sejenak berpesan pada Viko, barulah Niko mengajak Tita masuk ke dalam mobil yang telah menunggu di pelataran rumah. Melajulah mobil itu pergi dari rumah mewah milik, Renata.
Hal ini membuat hati Nicky senang," wah, gampang sekali Renata membujuk mereka untuk honeymoon. Ini pertanda baik untuk ku, terima kasih ya Allah. Semoga saja secepatnya, aku bisa membongkar kejahatan, Niko."
Selama dalam perjalanan menuju ke stasiun kereta api, Niko sama sekali tidak ada senyum sedikitpun. Walaupun saat ini Tita terus saja bergelayut manja di bahunya. Ia saat ini terus saja memikirkan rumah mewah Renata, dan kantor dari hasil ia merebut Nicky.
"Pikiranku kok nggak tenang seperti ini ya? seharusnya aku bahagia karena akan honeymoon bersama, Tita. Tetapi entah kenapa aku selalu saja teringat akan rumah dan juga perusahaan. Walaupun aku sudah meminta salah satu asisten pribadiku untuk sejenak menghandle urusan kantor," batinnya gelisah.
Lain halnya dengan Renata, ia pun mengirim chat pesan pada Viko.
[Mas, mereka akan pergi honeymoon selama satu bulan.. Jadi ini saatnya untuk mu bergerak cepat mengambil alih perusahaan milikmu. Toh orang kantor, semua tahunya selama ini Niko adalah kamu, bukan? dan apakah kamu sudah mengurus kartu identitasmu yang di rampas oleh, Niko?]
Drt drt drt drt
Satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel milik Viko, dan ia pun membacanya, dan lantas membalas chat tersebut.
[Oh ya ya, aku belum mengurus tentang kartu identitasku yang di rampas oleh Niko. Aku akan segera mengurusnys dengan alasan hilang, supaya nanti jika Niko pulang, ia sudah tidak bisa lagi mengaku menjadi diriku.]
Balasan chat pesan tersebut langsung di baca oleh Renata. Dan ia pun langsung memberikan tanda emoticon ibu jari pada chat balasan dari Viko.
__ADS_1
Renata tak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatannya, ia kini langsung bergerak mencari sesuatu di kamar utama Niko untuk di jadikan sebagai barang bukti. Bahkan ia meminta Viko atau Nicky ikut membantunya.
Orang tua Renata sempat heran melihat gelagat anaknya dan Viko.