
Mendengarkan apa yang di katakan oleh Tita, membuat Niko bingung. Ia pun menanyakan kembali apa maksud dari perkataan Tita tersebut," kenapa kamu mengatakan rugi?"
" Waktu sepuluh tahun tahun itu bukanlah waktu yang sebentar. Jelas aku rugi jika harus menunggumu dalam jangka waktu sepuluh tahun," ucap Tita.
"Jadi, kamu ingin meninggalkanku begitu saja? kamu tega padaku, padahal aku sudah menuruti apa maumu dengan menikahi dirimu," ucap Niko kesal.
"Ya sih, tapi kan kamu juga telah membuatku sakit hati. Dengan kamu menyentuh wanita lain juga! katanya kamu nggak cinta hanya sekedar menikahi, tetapi nyatanya kamu menikmati tubuhnya juga. Kamu pikir aku rela? ah sudahlah, aku tak ingin banyak bicara. Intinya saat ini juga aku akan gugat cerai kamu, mas. Jalanku masih panjang, jadi untuk apa aku harus terus bertahan denganmu?"
Belum juga Niko mengatakan satu hal kembali, tiba-tiba Tita beranjak bangkit dari duduknya dan ia segera melangkah pergi begitu saja dari hadapannya Niko. Hal ini membuat Niko sangat kesal padanya.
"Sialan, ternyata hanya sampai di sini rasa cinta Tita padaku. Aku pikir dia benar-benar cinta sejatiku! tidak apa-apa toh aku masih punya Renata, aku yakin dia pasti tidak akan berani meminta pisah dariku," batin Niko dengan percaya dirinya.
Dia pikir Renata akan terus bertahan dengannya, padahal ia tidak akan melakukan hal itu. Justru saat ini, ia sedang mengurus gugatan cerainya juga pada Niko.
Tita melangkah cepat menuju ke mobilnya. Hatinya begitu lega karena sudah bisa mengungkapkan semua rasa kegundahan dirinya pada Niko.
"Kini aku tinggal mengurus gugatan ceraiku pada Mas Niko. Aku akan meminta pengacara saja untuk mengurusnya supaya lekas dapat terselesaikan. Supaya aku lekas bebas darinya, dan menikahi pria kaya dan tampan lainnya. Walaupun jujur saja di dalam hati ini masih tersimpan sejuta rasa cinta pada, Mas Niko. Tapi aku tak ingin menunggu terlalu lama."
"Aku yakin jika kelak aku menjalin hubungan dengan pria lain, aku bisa move on dari Mas Niko. Dan lambat laun aku bisa mencintai pria yang ada di dekatku."
Dengan senyuman riang, Tita terus saja melajukan mobilnya menuju ke rumah. Sesampainya di rumah, Tita langsung mendapatkan interogasi dari kedua orang tuanya.
"Bagaimana, Tita? apakah kamu sudah mengatakan pada Niko, jika kamu akan berpisah darinya?" tanya Papahnya.
"Sudah pah, aku sudah mengatakan hal itu kepada Mas Niko," ucap Tita.
"Lantas bagaimana reaksi Niko, pada saat kamu mengatakan hal itu?" tanya mamahnya ikut juga penasaran.
__ADS_1
"Jelas saja Mas Niko tidak setuju dengan apa yang aku inginkan, tetapi aku tidak menghiraukan protesnya. Aku berlalu pergi begitu saja, mah-pah. Karena bagiku tidaklah penting untuk berlama-lama berada di lapas," ucap Tita.
"Bagus, itu baru namanya anak papah yang pintar dan penurut. Jika kamu seperti ini menuruti kemauan papah dan Mamah ,pasti kelak kamu akan hidup bahagia."
Papah Tita mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Tita seraya tersenyum bahagia. Tita pun mendapatkan pelukan hangat dari Mamahnya. Kini kedua orang tuanya sangat senang karena Tita sudah patuh dan menurut apa yang mereka katakan.
Tita juga tak mau merugi jika dirinya terus saja menunggu hingga Niko keluar dari penjara.
*******
Beberapa hari kemudian....
Renata telah mengurus perceraiannya, berkat bantuan pengacara pribadinya. Iatak perlu menunggu waktu lama untuk bercerai dari Niko.
"Alhamdulillah, mas. Surat cerai telah jadi, apakah aku akan datang ke lapas bersamamu atau bagaimana baiknya?" tanya Renata.
"Jelaslah, kamu pergi ke lapas untuk menemui Niko bersama diriku. Aku tidak akan mungkin membiarkanmu pergi sendirian seorang diri."
Beberapa menit kemudian.....
Renata dan Nicky telah sampai di lapas tersebut dan mereka langsung meminta izin kepada salah satu petugas kepolisian yang saat itu sedang berada di lapas, untuk mereka menemui Niko.
Niko begitu terkejut pada saat melihat kedatangan Renata bersama Nicky," untuk apa kamu masih saja mengganggu istriku?"
"Heh, istri kamu bilang? selama ini kamu memperlakukan aku tak seperti layaknya seorang istri. Kamu selalu saja kasar padaku," ucap Renata lantang.
"Aku minta maaf atas sikapku padamu, Renata. Aku janji akan merubah segala kelakuan burukku dan selepas aku keluar dari penjara ini aku akan berubah menjadi suami yang lebih baik lagi. Ini janjiku padamu, Renata."
__ADS_1
Niko memasang wajah memelas seraya kedua tangannya meraih kedua tangan Renata tetapi Renata menepis pegangan tangan Niko.
"Kamu pikir aku akan luluh begitu saja dengan bujuk rayumu itu? Aku tidak akan menunggu dirimu, justru aku ke sini untuk memberikan surat cerai ini."
Renata meletakkan surat cerai di atas meja di hadapan Niko. Sejenak Niko melihat surat cerai itu dan ia pun merobeknya begitu saja. Hal ini membuat Renata dan Nicky geram.
"Apa yang telah kamu lakukan?" bentak Renata.
"Apa kamu tidak bisa melihat? aku telah merobek surat cerai ini, dan itu artinya kamu masih sah menjadi istriku. Karena sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan dirimu," ucap Niko tersenyum sinis.
"Hahahaha...ini ya g namanya orang bodoh tapi sok pintar," ejek Nicky terkekeh melihat tingkah Niko.
Begitu pula dengan Renata ia pun ikut terkekeh.
"Heh, kenapa kalian menertawakanku? apa kaluan sedang mengejekku karena aku di penjara dalam waktu lama?" tanya Niko penasaran kenapa Renata dan Nicky terus saja terkekeh.
"Kami telah mengatur semuanya, yang barusan kamu robek itu hanyalah foto kopian dari surat cerai. Tetapi yang aslinya ada di rumah. Kami datang kemari hanya ingin memberi tahu jika Renata telah resmi bercerai darimu," ucap Nicky sinis.
"Kamu pikir, Renata semudah itu bercerai dariku, karena jika tidak ada tanda tangan dariku Renata tidak akan bisa cerai begitu saja," ucap Niko tersenyum sinis.
"Apa kamu telah melupakan satu hal jika pada saat kamu menikahi Renata dengan menggunakan identitas diriku? juga menggunakan atau menyamar tanda tangan yang ada pada kartu identitasku?"
"Walaupun kamu tidak memberikan tanda tanganmu pada Renata, ia tetap bisa bercerai darimu karena kamu memakai tanda tanganku. Secara tidak langsung akulah yang akan menandatangani surat cerai tersebut."
Niko begitu kesal mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Nicky. Ia pun mengepalkan tangannya dan pada saat dia sudah tersulut emosi, tiba-tiba tangannya melayang begitu saja akan memukul Nicky. Tetapi gerakannya telah bisa ditangkap oleh Nicky sehingga pukulannya meleset karena Nicky bisa menghindarinya.
Kini Niko sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia pun benar-benar telah kalah telak. Di cerai sana sini oleh dua istri sahnya.
__ADS_1
Apa yang telah ia tanam kini ia tuai sendiri. Hidupnya kini sengsara di dalam penjara. Sementara Rentata berbahagia dengan Nicky.
********T. A. M. A. T*******