Menikahi Kembaran Calon Suamiku

Menikahi Kembaran Calon Suamiku
Sedikit Kebahagiaan


__ADS_3

Sejenak Nicky menceritakan awal mula dirinya menyamar. Dan ia juga bertujuan ingin menyingkirkan Niko dengan mengajak kerja sama Renata.


Pada saat Renata akan bertanya bagaimana bisa, Nicky bekerja sama dengan Dokter Budi. Sang dokter melangkah menghampiri keduanya.


"Sudah kan temu kangennya, sebaiknya kalian berdua makan. Paling sudah dingin makannya. Dan sambil kita ngobrol nggak apa-apa kan?" ucap sang dokter memberikan sebuah saran.


Belum juga Nicky berkata, tiba-tiba ponsel berdering," Hust....ini dari Niko. Dok, boleh aku ikut ke toilet? Niko video call."


Dokter melangkah masuk kembali seraya melambaikan tangan ke arah Nicky. Nicky melangkah mengikuti langkah kaki dokter menuju ke toilet. Setelah sampai di dalam toilet, barulah Nicky mengangkat telepon video dari Niko. Untung saja ia tak lupa mengenakan kembali penyamaran dirinya.


📱" Hallo, Tuan. Maaf saya sedang ada di dalam toilet."


📱" Astaga...jorok banget sih! ya sudah nanti saja!"


Saat itu juga Niko mematikan panggilan videonya. Nicky pun menjadi lega, ia segera keluar dari toilet tersebut dan melangkah kembali ke rumah tamu.


Sementara di rumah, Niko kesal pada Viko," dasar jorok banget! masa iya di telpon kok lagi di toilet!"


"Sayang, memangnya untuk als kamu menelponnya?" tanya Tita heran.


"Aku sudah biasa sesekali itu menelpon Viko, hanya untuk memantau saja di mana saat ini Renata berada," ucap Niko.


"Halaaa...alasan saja kamu, Mas. Aku tahu pada dasarnya kamu sudah mulai mencintainya bukan?" ejek Tita


"Sayang, cintaku ini hanya untukmu seorang. Aku hanya memastikan saja apakah Renata itu mencuri-curi waktu pergi ke rumah Nicky, karena aku tidak ingin mereka bisa bersatu," ucap Niko mencoba meyakinkan Tita.


"Kenapa sih, Mas. Sudah ada aku tetapi kamu masih saja peduli dengan Renata? jika memang dia ingin bertemu dengan Nicky ya biarkan saja. Kamu telah mempekerjakan Viko sebagai mata-matamu bukan? jadi nggak usah lah sebentar-sebentar kamu menelpon Viko untuk mengetahui di mana saat ini Renata berada. Secara tidak langsung, pasti nanti Viko melapor jika memang Renata berada di rumah Nick!"

__ADS_1


Setelah mendengar panjang lebar perkataan dari Tita, barulah Niko menempuj jidatnya sendiri," astaga.. betapa bodohnya aku, hingga tidak berpikiran seperti dirimu. Apa yang kamu katakan benar adanya, seharusnya aku tak usah repot-repot setiap detik setiap menit menelpon Viko untuk menanyakan di mana saat ini dia berada. Jika memang berada di rumah Nicky atau menemuinya, pasti Viko akan melapor kepadaku."


"Aku kan sudah mengingatkanmu barusan, mulai sekarang kamu nggak usah lagi repot menelpon Viko hanya untuk mengetahui keberadaan wanita itu."


"Aku ingin kamu fokus dengan diriku apalagi kita ini pasangan pengantin baru. Dan satu hal lagi, aku tidak ingin kamu kembali menyentuh wanita itu karena aku tidak rela."


Niko terkekeh pada saat mendengar apa yang barusan dikatakan oleh, Tita. Ia pun berjanji kepadanya tidak akan tidur sekamar dengan Renata lagi. Selamanya ia akan fokus dengan pernikahan bersama, Tita.


Mendengar segala perkataan manis dari Niko, Tiga pun menjadi sumringah. Ia pun langsung aktif menjelajahi setiap inci tubuh Niko.


Mereka pun melanjutkan percintaannys di ranjang. Dengan sifat Tita yang sangat agresif sekali. Tita memang tripikal wanita yang sangat agresif, bahkan ia mampu bermain lama di dalam penyantuan tubuh bersama Niko.


Hampir setiap kali mereka melakukan percintaan pasti Niko kalah dan Tita selalu kurang puas jika ia tidak memulai dahulu percintaan itu. Makanya Tita selalu agresif dengan ia yang aktif terlebih dahulu memulai supaya ia bisa merasakan kepuasan jika melakukan penyatuan tubuh.


Sifat Tita yang seperti ini yang membuat Niko tergila-gila padanya, walaupun wajah Tita tidak begitu cantik. Tetapi Niko sangat menyukai gaya agresif yang di miliki oleh, Tita.


"Hem... jadi jika kita sedang bercinta ksnu itu nggak fokus dengan percintaan kita, tetapi malah fokus melihat wajahku. Dasar lelaki aneh," ejek Tita.


Lain halnya saat ini di rumah Dokter Budi, dimana Renata bertanya banyak hal pada Nicky tentang awal mula penyamaran. Dan Nicky pun bercerita pula menjelaskan semuanya pada Renata.


'Dok, terima kasih ya? sudah bantu aku untuk menyamar seperti ini," ucap Nicky merasa dokter itu sangat berjasa.


"Kamu nggak perlu berterima kasih, jika waktu itu kamu nggak telpon aku. Pasti aku juga tidak akan tahu, kamu ini punya saudar kembar. Sekarang Renata sudah tahu siapa kamu, dan mulai sekarang kalian bisa saling bekerja sama untuk menyingkirkan Niko. Jika butuh bantuan, jika aku ada waktu luang pasti aku akan bantu kalian," ucap sang dokter sumringah.


Dia begitu senang, jika dirinya bisa membantu orang. Dia menjadi merasa kehidupan dirinya lebih berguna. Setelah cukup lama bercengkrama, Renata berpamitan pulang bersama Nicky.


Tetapi mereka tidak langsung kembali ke kantor, tetapi masih ada di dalam mobil.

__ADS_1


"Mas, aku sudah tenang karena sudah bisa bertemu dengan dirimu," ucap Renata tersenyum.


"Hem... padahal selama ini kita dekat tapi kamu merasa kita jauh," ucap Nicky manyun.


"Yah itu salah kamu sendiri kenapa tidak memberi tahu padaku jika kamu itu Nicky," rajuk Renata.


"Bagaimana aku bisa memberi tahu padamu? di dekati saja olehku kamu marah-marah bukan? apa karena tampilan aku seperti ini?" tanya Nicky manyun.


"Haaa...benar banget mas. Tapi memang penyamaran dirimu ini sangat bagus, sampai aku saja tidak bisa mengenali dirimu." Renata mencubit kedua pipi Nicky karena rasa gemasnya.


Sementara Nicky kesakitan karena Renata begitu keras mencubitnya.


"Aahhh... ampun... saktinya..."


rintih Nicky hingga membuat Renata merasa iba dan mengusap kedua pipi Nicky.


"Masa cuma di usap saja, nggak mempan tahu. Sakitnya masih terasa, sembuhin dengan cara yang lain."


Nicky memberikan kode dengan memonyongkan bibirnya.


Hingga Renata langsung mengecup mesra kedua pipi Nicky. Tetapi lagi-lagi Nicky masih saja memonyongkan bibirnya seraya satu jari telunjuk menunjuk ke arah bibirnya sendiri.


CUP!


Satu kecukupan lembut dan kilat mendarat di bibir Nicky. Hal ini membuat Nicky sangat senang.


Saat itu juga, Nicky melajukan mobilnya ke arah kantor Renata. Kini keduanya ada rasa sedikit bahagia, karena sudah bisa saling bertemu. Walaupun kebahagiaan itu belum seutuhnya. Setidaknya sast ini mereka bisa saling sharing. Dan sudah tidak ada perasaan jika jalan telah buntu dan permasalahan tidak akan bisa di selesaikan.

__ADS_1


__ADS_2