
Nicky yang masih menggunakan penyamarannya, melangkah pasti menuju ke arah rumah, Dokter Budi. Dan pada saat sampai di ambang pintu ruang tamu, Renata langsung saja menghardiknya," heh, apakah kamu sengaja mengikutiku? hingga sampai di sini?"
Belum juga Viko berkata, Renata sudah berkata terlebih dahulu," Dok, kenapa di izinkan masuk? usir saja dia pergi, dok. Dia ini anak buah, Niko dan pastinya berbahaya. Nanti yang ada doa mengadu pada Niko tentang pertemuan kita!"
Renata menatap tak suka pada Viko yang menurutnya lancang masuk begitu saja ke rumah, Dokter budi. Tetapi sejenak Renata memicingkan alisnya pada saat melihat si Viko menenteng beberapa keresek. Tetapi ia diam saja dan tak berkata lagi.
'Duduklah,Viko," pinta sang dokter membuat Renata semakin tak mengerti dan kesal.
"Dok, kok malah....
"Hust.... biarkan saja Viko duduk dulu. Nanti kamu juga akan tahu dan tak membenci dirinya lagi."
Dokter Budi memotong pembicaraan dari Renata. Sementara Renata semakin bingung di buatnya setelah mendengar apa yang barusan di katakan oleh, Dokter Budi. Tetapi kali ini, ia tak ingin berkomentar lagi.
Viko pun duduk tepat di samping Renata, tetapi Renata langsung berdiri dan melangkah pindah mencari tempat duduk yang lain. Hal ini membuat Dokter Budi terkekeh," Renata, kenapa kamu benci sekali dengan Viko? apa karena wajahnya yang culun?"
"Bukan itu, Dok. Karena dia ini anak buah dari, Niko. Makanya aku kesal dan tak suka!" ocehnya seraya melirik sinis ke arah Viko.
"Hem.. tapi sebentar lagi kamu tidak akan membencinya. Pasti nanti kamu yang ada langsung lari memeluknya," goda Dokter Budi terkekeh kembali.
Renata hanya diam, tapi di dalam hatinya menggerutu sendiri," ist amit-amit dah aku memeluk pria culun itu! lagi pula dokter kalau bercanda itu suka kelewatan.
"Renata, langsung sangat ya. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu sekarang juga," ucap Dokter Budi dengan mimik wajah serius.
"Sebentar dok, jika ingin mengatakan hal yang serius sebaiknya dokter usjr dulu manusia itu," Renata menunjuk ke arah Viko dengan bibirnya dan mata sinisnya.
__ADS_1
"Renata, justru aku mengajakmu bertemu untuk mengatakan tentang, Viko. Karena kebetulan Viko ingin menyampaikan hal penting denganmu dan ingin berteman denganmu, tapi katanya kamu menolaknya ya?" ucap sang membuat Renata marah dan ia pun tiba-tiba bangkit dari duduknya.
"Dok, maaf sebaiknya aku pulang saja dech. Aku pikir dokter ingin mengatakan hal penting apa. Jika memintaku untuk bisa menjadi teman si culum itu aku nggak mau, dok?"
Namun pada saat Renata akan melangkahkan kakinya, lengannya di cekal oleh Viko," yakin, kamu nggak akan mau berteman denganku?"
Sejenak Renata diam menatap kesal ke arah Viko. Tiba-tiba ia terperangah dan memukuli dada Viko, pada saat Viko membuka penyamaranbya di hadapannya.
"Huuuuu...jahat banget kamu sih, mas! ternyata selama ini Viko itu kamu!" ocehnya kesal terus saja memukuli dada Viko.
"Ehem...ya sudah aku masuk dulu ya. Oh ya, Viko. Ini makanan dan minuman aku ambil satu ya."
Dokter Budi meraih satu bungkus keresek yang berisikan makanan dan minuman, setelah itu ia melangkah masuk ke ruang tengah.
Sementara Nicky memeluk erat Renata," sayang, aku minta maaf ya? gara-gara aku, kamu dan orang tuamu menderita."
Renata menangis di pelukan Nicky.
"Aku juga tidak menyangka akan seperti ini, hanya karena mendiang paman dan bibi yang mengatakan hal buruk tentang mendiang orang tuaku pada Niko, hingga ia begitu dendam padaku. Padahal kejadian di masa lalu tidak seperti yang Niko katakan."
"Sayang, sudahlah. Semua sudah terjadi begitu cepatnya. Aku juga kaget, dengan apa yang telah Niko perbuat. Aku nggak menyangka, ia telah mengatur semuanya."
"Dari mencegatku pada saat akan datang di pernikahan kita. Dan juga sudah menguasai perusahaanku dengan ia mengambil identitas pribadiku."
"Sayang, aku ingin bicara hak penting padamu. Dari awal aku menyamar, ingin sekali mengatakan padamu jika Viko itu di aku. Tetapi kamu selalu saja mengusir diriku jika aku tiap kali ingin mendekati dirimu."
__ADS_1
"Kamu begitu galaknya padaku, hingga tak memberi bceldh sedikitpun bagiku, untuk menjelaskan kepadamu siapa Viko itu sebenarnya."
Panjang lebar Nicky mengatakan banyak hal, sementara Renata hanya diam saja menjadi pendengar setia. Ia sana sekali tidak menyangka jika seorang Viko yang culun ternyata adalah Nicky.
"Mas, tetapi aku ini sudah ternkda oleh Niko. Dan pada saat itu aku ingin menelponmu, ponsel aku di banting hancur berkeping-keping oleh Niko. Bahkan nomor ponselku di buangnya. Mas, aku sudah tidak layak ada di sampingmu lagi."
"Aku sudah tidak berharap apa-apa lagi, karena semuanya sudah musnah lenyap begitu saja. Yang aku inginkan saat ini balas dendam pada Niko."
Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Renata, hati Nicky bagai tersayat sembilu. Ia bisa merasakan bagaimana menderitanya Renata serumah dengan pria kejam seperti Niko.
"Sayang, aku sana sekali tidak mempermasalahkan jika dirimu sudah tak perawan lagi. Jika aku menjalin hubungan hubungan hanya untuk untuk sebuah keperawanan, itu namanya aku tak benar-benar cinta padamu."
"Dan bahkan aku akan membujuk dirimu untuk memberikan keperawananmu padaku. Setelah itu aku pergi jauh darimu, jika aku memang hanya ingin keperawananmu saja."
"Aku tulus cinta padamu dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Justru aku merasa sangat berdosa, karena dendam Niko yang seharusnya kepadaku, malah ia limpahkan padamu dan orang tuamu."
"Makanya aku ingin membalas semua yang telah Niko lakukan padamu dan juga orang tuamu. Setelah misiku berhasil, aku akan tetap menjadikan dirimu permaisuri di hidupku. Aku akan tetap meniksh denganmu."
Renata begitu terharu pada saat mendengar segala yang di katakan oleh Nicky," mas, kamu seperti tahu apa yang sedang ada di pikiranku saat ini."
Mereka duduk kembali, dan Renata memeluk Nicky," hem... katanya nggak mau berteman denganku, kok malah peluk aku seperti ini?"
Renata tersipu malu dan wajahnya seketika itu merona merah. Sedangkan Nicky penasaran dengan apa yang barusan di katakan oleh Renata," memangnya apa yang ada di pikiranmu saat ini?"
"Aku ingin bertemu denganmu, dan ingin mengajakmu bekerja sama untuk menyingkirkan Niko," jawab Renata tegas.
__ADS_1
"Jelas aku tahu apa yang ada di dalam hatimu. Penderitaan yang sedang kamu alami saat ini, aku pun bisa merasakan. Jika tidak mana mungkin aku susah payah menyamar."