
Ada rasa sedih dalam diri Viko yang tak lain adalah Nicky," astaga... Renata, apa nggak bisa setidaknya kita ini berteman?"
Viko sangat sedih karena ia ingin sekali bisa bersikap akrab dengan Renata sebagai penyamaran dirinya. Dia bahkan ingin sekali mengungkapkan tabir rahasia dirinya, bahwa ia adalah Nicky yang menyamar sebagai Viko.
Di dalam rumah, Tita terus saja bergelayut manja di lengan Niko. Dia sama sekali tidak malu pada saat di lihat oleh orang tua Renata.
'Heh, siapa kamu? masuk ke dalam rumahku seenaknya?" tegur ayah Michael lantang di samping dirinya ada Bu Clara.
Niko mengajak Tita melangkah menghampiri kedua mertuanya," Ayah-Ibu, ini istri keduaku. Wanita yang benar-benar aku cintai, sedangkan anak kalian hanyalah wanita untuk ajang balas dendam."
"Niko, ini rumah kami! jika kamu ingin menikah lagi, tolong jangan bawa istri barumu si rumah kami. Kalau tidak ceraikan dulu, Renata!" ucap lantang Ayah Michael.
"Heh, tua bangka! kamu mulai berani melawanku rupanya ya? apa kdu sudah bosan untuk hidup, hah?"
BUG BUG!
Niko memukul perut Ayah Michael dua kali.
"Jangan.......Niko.. tolong jangan sakiti suamiku. Bagaimana pun ia adalah ayah mertuamu."
Pekik, Bu Clara seraya menitikkan air mata pada saat melihat suaminya mendapatkan pukulan di bagian perut oleh, Niko.
"Nasehati suamimu, supaya jangan berani padaku! ini belum seberapa, apa kalian ingin aku menyiksa Renata sebagai pelampiasan rasa kemarahanku pada kaligan, hah?" ancam Niko seraya melotot ke arah orang tua Renata.
"Niko! apa yang kamu lakukan pada ayahku, hah? dasar lelaki tak berperi kemanusiaan!"
__ADS_1
Renata berlari ke arah orang tuanya, dimana ia melihat sang ayah sedang mengaduh kesakitan seraya memegangi perutnya. Sementara ibunya terus saja menangis ketakutan.
"Heh, apa aku nggak salah dengar dengan apa yang kamu katakan padaku? masih untung aku cuma memukul ayahmu saja, tidak membunuhnya. Kamu masih mengumpat?"
Niko melepaskan cekalan tangan Tita pada lengannya, dan ia pun menghampiri Renata. Dengan sangat kasar, ia menarik rambut Renata," asal kamu tahu ya, ayahmu dulu yang telah memancing kemarahanku hingga aku meninju perutnya!"
"Niko, tolong.... lepaskan Renata. Aku minta maaf, aku akan menasehati suami dan Renata supaya tidak membangkangmu."
Rengek Bu Clara seraya terisak dalam tangis, ia memohon pada Niko dengan menangkupkan kedua tangannya di dada.
Bu Clara tak tefa melihat Niko yang menarik kasar rambut anaknya. Sementara Titq justru sangat menikmati pemandangan tersebut, ia terus saja tersenyum sinis.
Niko melepaskan tangannya pada rambut Renata," bersikaplah manos supaya aku tak kasar padamu! dan nasehati orang tuamu jangan coba-coba menentang segala apa yang aku lakukan. Walaupun ini rumah kalian, tapi aku yang berkuasa di sini!"
Setelah mengatakan akan hal itu, Niko melangkah merangkul Tita membawanya ke kamar utama. Dan dengan sangat kasar, Niko melemparkan semua pakaian Renata yang ada di dalam almari hingga berserakan di depan pintu kantor utama.
BRAK.....!!!!
Niko menutup dengan kasar pintu kamar utama, hingga membuat Renata dan kedua orang tuanya terlonjak kaget.
Dengan menitikkan air mata, Renata memunguti semua pakaiannya yang berserakan di lantai depan pintu kamar utama. Tanpa ia sengaja, mendengar sayup-sayup cekikikan suara Tita dan Niko di dalam kamar tersebut.
Renata menghapus air matanya," lihat saja, kalian berdua akan membayar mahal atas apa yang telah kalian lakukan padaku dan orang tuaku, cepat atau lambat!"
"Ayah, sebaiknya ke kamar dulu. Ibu akan bantu Renata memunguti pakaiannya yang berserakan itu," pinta Bu Clara.
__ADS_1
Sang Ayah mengangguk pelan, ia melangkah ke kamarnya yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Sementara Bu Clara menghampiri Renata dan membantunya memunguti semua pakaiannya.
Mereka berdua tanpa berkata apapun, hanya fokus dengan pekerjaan mereka. Setelah itu mereka membawa semua pakaian itu ke kamar tamu.
"Bu, maafkan aku ya. Belum bisa menyingkirkan Niko dari rumah ini. Tapi cepat atau lambat aku akan menyingkirkan Niko dan juga istri mudanya itu," ucap Renata lirih supaya tidak di dengar oleh Niko dan Tita.
"Jangan, Nak! memangnya kamu akan melakukan rencana apa untuk mereka? ibu khawatir kamu yang justru akan mendapatkan masalah atau celaka oleh, Niko. Sudahlah, kita terima saja nasib kita seperti ini. Nggak usah kamu berbuat neko-neko, karena Niko itu kejam," nasehat Bu Clara lirih.
"Bu, tak usah khawatir. Jika kita terus saja diam dan mengalah, justru Niko akan semakin bertingkah. Ibu tenang saja, aku akan bermain cantik untuk membalas kelakuan Niko padaku dan pada ayah dan ibu."
Renata meyakinkan Bu Clara, seraya memeluk erat ibunya tersebut.
Dia benar-benar sudah tidak ingin di perbudak oleh, Niko. Dia benar-benar akan melakukan perlawanan, walaupun dia sendiri belum tahu apa yang akan dia perbuat untuk melawan Niko yang sangat kejam tersebut.
"Aku tidak akan terus membiarkan Niko berbuat sesuka hatinya padaku dan orang tuaku! dia licik dan kejam, aku juga harus licik tapi aku nggak akan kejam melainkan cerdik."
"Aku akan berpikir keras untuk bisa melawan kekejaman Niko. Coba saja ada yang bisa membantu rencanaku ini. Pasti aku akan bisa lekas menyingkirkan Niko dan wanita itu dari rumah ku ini."
Renata terus saja berpikir dan berpikir, ia mencari cara untuk bisa melawan kejahatan Niko. Sejenak ia ingat akan Nicky.
"Oh iya, aku kan sudah bisa keluar. Sebaiknya aku secara diam-diam ke rumah Nicky. Hanya dia yang bisa membantuku melawan Niko. Tapi aku segaka gerak gerak aku di awasi oleh orang kepercayaan Niko, si Culun berkaca mata tebal itu? lantas aku harus bagaimana ya?" batin Renata bingung seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Sementara di luar halaman, Viko juga sempat mendengar keributan yang barusan terjadi di dalam rumah Renata. Tetapi ia tidak bisa bertindak apa-apa.
"Biadab, keterlaluan sekali? apa yang telah Niko lakukan pada ayah Michael karena aku sempat mendengar pekikan darinya dan juga teriakan Bu Clara."
__ADS_1
"Lama-lama keterlaluan sekali! bagaimana caraku untuk bisa mengatakan pada Renata jika aku ini adalah Nicky? supaya ia tidak sinis lagi padaku. Dan bisa aku ajak kerja sama melawan, Niko."
Terus saja Viko memikirkan cara untuk menyampaikan pada Renata jika dirinya adalah Nicky.