
Renata sampai di kantor dengan hati yang berbunga-bunga, ia sama sekali tidak menyangka jika pria yang selalu ia bentak dan tak ia hiraukan serta ia panggil culun adalah, Nicky.
Selagi duduk di kursi kerjanya, ia pun senyam senyum sendiri. Membayangkan segala perlakuan dirinya terhadap Viko yang tak lain adalah Nicky.
"Astaga... jahatnya aku pada saat aku belum tahu jika di culun Viko adalah Mas Nicky. Tetapi memang saran yang di berikan oleh Dokter Budi sungguh luar biasa. Tidak ada satu pun yang mengenali penyamaran, Mas Nicky. Kini aku sedikit lega, karena setiap hari aku bersama dengan Mas Nicky. Walaupun dalam kondisi Mas Nicky menyamar sebagai, Viko."
Senyum mengembang terlihat jelas di bibir Renata. Walaupun ia saat ini sedang mengalami serangkaian permasalahan yang sangat pelik, tetapi ia lega karena bisa bertemu dengan kekasih hatinya yang terpisah karena suatu hal yang tak di inginkan.
Hal yang sama juga kini sedang di rasakan oleh Nicky. Ia pun saat ini sedang tersenyum sendiri pada saat ingat pertemuannya tadi dengan Renata.
"Alhamdulillah ya Allah, Engkau mengirimkan seorang penolong yang sangat baik seperti Dokter Budi. Jika tidak ada doa, entah apa yang akan terjadi pada kehidupan percintaanku."
"Aku yakin ini adalah awal yang sangat bagus untuk aku bisa mendapatkan kembali, Renata dan juga menyingkirkan Niko secara perlahan."
"Aku merasa kasihan pada Renata karena saat ini Niko telah menikah lagi. Tetapi aku juga senang, dengan begitu Niko tidak akan menyentuh wanitaku lagi."
"Pasti Niko akan lebih fokus pada istrinya yang sekarang. Dan ini malah hal yang sangat menggembirakan bagiku."
"Kini aku harus memikirkan cara untuk aku bisa mendapatkan bukti kuat jika Niko itu bukan aku. Supaya ia bisa di jebloskan ke penjara dan aku bisa kembali ke kantorku lagi."
Terus saja Nicky berpikir dan berpikir untuk bisa menemukan cara yang tepat untuk dirinya bisa menyerer Niko ke penjara. Apa lagi selama ini, Niko juga sering bertindak kasat pada Rentsta dan orang tuanya.
"Oh iya, dia kan baru saja menikah. Semoga saja mereka pergi honeymoon dan dengan begitu aku bisa mulai beraksi," batin Nicky.
*******
__ADS_1
Waktu jam kerja telah usai. Renata sama sekali tidak suka jika dirinya kembali ke rumah. Karena kini rumahnya yang dulu serasa di surga kini bagai di neraka.
"Sayang, kenapa kamu murung? apa di kantor sedang ada masalah? tanya Viko melirik dari kaca mobil karena saat ini dirinya sedang mengemudi.
"Aku sebenarnya nggak ingin pulang, mas. Yang ada aku akan mendapatkan perlakuan yang kasar oleh saudara kembarmu yang jahat itu. Tetapi jika aku tak pulang, kasihan juga ayah dan ibu," ucapnya murung.
"Percaya saja jika Niko tidak akan menyakiti dirimu atau menyentuhmu lagi karena dia kan sudah punya istri. Oh ya, kita harus jaga rahasia penyamaran diriku ya. Jangan sampai Niko tahu akan hal ini."
"Kamu nggak perlu khawatir lagi, yakin saja jika Niko tidak akan menyakiti dirimu. Sayang, apa kamu bisa menghasut istrinya yang sekarang supaya memaksa Niko untuk mengajak dirinya honeymoon?"
Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Viko, Rensta semakin tidak mengerti," honeymoon? memangnya untuk apa aku melakukan itu?"
"Jika mereka pergi honeymoon, ini kesempatan baik untuk kita berdua. Aku bisa mencari semua bukti yang kuat, untuk kita sendiri demi sedikit bisa menyingkirkan, Niko."
"Setelah kita berhasil menemukan bukti-bukti kejahatannya, dengan begitu lebih mudah untuk melaporkannya ke aparat kepolisian."
Setelah mendengar penjelasan dari Viko, barulah Renata mengerti dan ia akan membantu rencana tersebut.
"Baiklah Mas Nicky, aku akan berusaha membuat istri barunya Niko meminta pada dirinya untuk honeymoon dalam waktu yang cukup lama."
Beberapa menit kemudian...
"Eeeh.... ternyata istri pertamaku ternyata sudah pulang," tegur Niko yang sedang duduk bersantai di teras halaman bersama dengan, Tita.
"Eeh... pengantin baru kok di rumah saja? aku pikir kalian sedang honeymoon?" ucap Renata mulai memancing supaya Tita minta pergi honeymoon pada Niko.
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau kami tidak honeymoon? apakah kamu cemburu jika melihatku bersama dengan istri tercintaku di rumah ini?" tanya Niko tersenyum sinis.
"Cemburu, memangnya kamu lupa ya? kita menikah itu tidak ada rasa saling cinta sedikitpun. Jadi untuk apa aku cemburu padamu? justru aku kasihan pada istri barumu itu. Katanya kamu cinta padanya, tetapi kamu tidak memperlakukan dirinya tidak baik," ejek Renata.
"Heh, jaga bicaramu itu ya? apa mau aku bertindak kasar padamu? padahal saat ini aku sedang tidak ingin marah-marah karena aku sedang berbahagia!" Niko mulai terbakar api kemarahan.
"Hem, aku hanya mengatakan apa yang sebenarnya kok. Seharusnya kamu perlakukan dia sebsik mungkin. Jika memang kamu benar-benar cinta padanya, kenapa hanya sekedar menikah, kenapa juga tidak kamu sjdk honeymoon?" ucap Renata dengan beraninya.
Sejenak Tita mendengarkan apa yang barusan dikatakan oleh Renata dan di dalam hatinya dia membenarkan apa yang barusan Renata katakan tersebut.
"Wanita ini memang benar, jika memang Niko benar-benar mencintaiku pasti sudah dari awal setelah meninggal dia mengajakku pergi untuk honeymoon. Tetapi kenapa dia tidak mengatakan hal ini? aku tidak ingin diperlakukan sama dengan wanita ada dihadapanku ini," batinnya mulai terhasut oleh kata-kata Renata.
Setelah mengatakan hal itu, Renata pun melangkah masuk ke dalam rumah. Sementara Tita mulai merajuk pada Niko.
"Mas, apa yang wanita tadi katakan itu benar loh. Masa iya kamu memperlakukanku sama seperti kamu memperlakukan wanita tadi?" rajuk Tita.
"Samanya dimana? aku begitu lembut memperlakukanmu, tidak pernah memukulmu, tidak pernah berkata kasar padamu. Lain halnya aku dengan memperlakukan Renata, aku selalu saja kasar padanya dan. Tetapi kamu bilang sama, ya jelas bedalah," protes Niko.
"Baiklah, mas. Jika memang kamu benar-benar sayang dan cinta padaku, sekarang juga kita pergi honeymoon. Aku jufa ingin seperti pengantin yang pada umunya, setelah menikah melakukan honeymoon," rengek Tita membujuk Niko.
Sejenak Niko terdiam saja, ia seperti sedang berpikir," sialan, gara-gara omongan dari Renata! kini Tita langsung meminta pergi honeymoon. Padahal awalnya diam saja."
Melihat Niko diam, Tita pun menjadi geram," mas, kok malah diam saja sih? apa kamu tidak mau mengajakku honeymoon? ya sudah dech, tapi jangan harap aku mau melayanimu di ranjang!"
Jika sudah mendapatkan ancaman seperti ini, barulah Niko angkat bicara," Yaaa..kita akan pergi honeymoon sekarang juga."
__ADS_1