
Akhirnya Viko alias Nicky berinisiatif untuk menemui sang dokter di saat dirinya bertugas menjadi sopir pribadi Renata pada saat sang kekasih hatinya tersebut berangkat ke kantor.
"Hanya seperti ini kesempatanku untuk bisa menemui dokter pribadi Renata, karena jika aku sengaja keluar rumah pada saat berada di rumah Renata, aku khawatir Niko akan curiga padaku," batin Nicky.
Dan pada saat Renata sudah masuk ke dalam kantornya, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Nicky. Ia pun lekas melajutkan mobilnya menuju ke rumah sakit di mana saat ini sang dokter bertugas.
Sang dokter begitu terkejut pada saat melihat kedatangan Nicky dengan penyamarannya," Nicky, ada apa kamu datang kemari? kenapa nggak memberi tahu lewat ponsel?"
"Maafkan saya, dok. Semua serba mendadak, tidak ada unsur kesengajaan."
Nicky menangkupkan kedua tangannya di dada, karena merasa tidak enak hati pada sang dokter.
"Nggak apa-apa kok, Nicky. Karena kebetulan, saya sedang bersantai tidak sedang banyak pasien. Duduklah, dan ceritakan apa yang membuat dirimu datang kemari?" pinta sang dokter.
Nicky langsung duduk di kursi depan meja kerja sang dokter. Dan ia pun menceritakan apa yang telah terjadi kemarin di rumah Renata. Dan ia ingin sekali memberi tahu pada Renata tentang siapa sebenarnya dirinya. Sang dokter menggelengkan kepalanya, seraya menghela napas panjang.
"Astaga... kenapa semakin hari si Niko bertindak keterlaluan? bahkan sampai menikah lagi? baiklah, aku akan bantu kamu untuk bisa bertemu dengan Renata dan mengungkapkan siapa sebenarnya dirimu. Tapi kita harus benar-benar mencari tempat yang aman, supaya tidak ada yang tahu tentang keberadaan kita."
"Begini, Nicky. Jika pada saat Niko menelponmu dan menanyakan dimana keberadaan dirimu. Kamu jangan mengatakan yang sebenarnya. Misal begini, kamu sedang ada di tempat A. Kamu katakan saja sedang berada di tempat B."
"Supaya pembicaraan dirimu dan Renata bisa nyaman dan bisa leluasa serta bisa lama. Hingga kalian berdua bisa mengatur strategi untuk melawan, Niko."
"Nanti aku akan chat Renata, untuk atur waktu dan tempat yang tepat untuk kalian berdua bisa bercengkrama dalam waktu lama."
Setelah mendengar saran dari sang dokter, Nicky merasa lega dan puas. Kini sudah tidak ada lagi rasa gelisah di dalam hatinya. Ia pun berpamitan pada sang dokter dan langsung kembali ke kantor, Renata.
Seperginya Nicky, sang dokter menelpon nomor ponsel Renata, tetapi tidak bis di hubungi," aneh, kok dari tadi nggak bisa di hubungi. Apa nomor ponsel sudah ganti, tetapi aku nggak tahu ya? atau memang ponselnya yang sedang di non aktifkan, karena sedang di osi daya baterai?"
__ADS_1
Akhirnya sang dokter menelpon ke nomor telpon kantor Renata. Barulah telpon tersambung.
Kring kring kring kring
Satu panggilan telepon masuk ke dalam nomor telepon yang ada di ruang kerja Renata, dan ia pun mengangkatnya.
📱"Rentaya, ini aku Dokter Budi. Aku telpon ke nomor ponselmu sudah tidak bisa di hubungi. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu."
📱" Maaf ya, dok. Kebetulan ponsel aku rusak. Memang sudah ganti tapi aku nggak apal nomor dokter. Memsng ada apa, dok?"
📱" Nggak enak jika di bicarakan lewat telpon. Sebaiknya nanti saat jam makan siang saja, kita bertemu ya. Tetapi di rumahku saja cari amannya."
📱" Baiklah, dok."
Setelah sejenak mengatakan hal tersebut, dokter dan Renata sama-sama mematikan panggilan teleponnya.
Renata sudah tak sabar lagi menunggu waktu menjelang makan siang, karena ia sudah ingin tahu hal penting apa yang akan di katakan oleh, Dokter Budi.
Beberapa jam kemudian...
Waktu makan siang telah datang, Renata memutuskan untuk pergi ke rumah Dokter Budi dengan mengenakan taxi on line.
"Aku mau pergi, dan kamu nggak tetap di sini saja," ucap ketus Renata pada saat di hadapan Viko.
"Tapi, Non? nanti saya kena marah sama, Tuan Niko. Biarkan saya temani Non kemanapun Non pergi ya, saya nggak akan mengatakan pada Tuan Niko, dech," bujuk rayu Viko.
"Nggak usah maksa ya, menurut saja! aku hanya pergi sebentar saja kok, setelah itu kembako ke kantor. Kamu tinggal katakan aku makan siang di dalam kantor, memesan dari luar!" Sedikit nada tinggi keluar dari mulut Renata, membuat Viko sudah tidak mengatakan apapun lagi.
__ADS_1
"Hem, baiklah."
Hanya satu kata yang terlontar dari mulut Viko.
Renata lekas pergi melangkah masuk ke dalam taxi on line yang sudah ia pesan beberapa detik yang lalu. Sementara Viko menatap kepergian laju taxi dengan senyumannya," Renata sayang, sebentar lagi kamu tidak akan menolakku lagi jika tahu siapa aku ini yang sebenarnya. Kita akan melawan Niko secara bersama-sama."
Viko masuk ke dalam mobilnya dan lekas mengikuti laju mobil taxi on line yang di tumpangi oleh, Renata. Hingga beberapa menit, mobil taxi on line tersebut, berhenti di sebuah rumah mewah nan megah. Renata lekas masuk ke dalam rumah tersebut seraya celingngukan kanan dan kiri, karena kebetulan security sudah siap di balik pintu gerbang.
Renata melangkah pasti menuju ke rumah, dimana saat ini sang dokter sudah ada di ambang pintu ruang tamu. Ia tersenyum ke arah, Renata yang sedang melangkah menuju ke arah dirinya.
"Kok sepi, dok? istri dan anak-anak dokter kemana?" tanya Renata yang melihat kondisi rumah sunyi senyap.
"Kebetulan istri dan anak-anakku sedang berlibur di rumah Oma dan opanya, berangkat tadi pagi. Ayok masuk dam duduklah dulu, nanti kita makan siang bersama karena kebetulan aku shsh memesan makanan dari luar," pinta sang dokter.
Renata melangkah masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Begitu juga dengan Dokter Budi, ia duduk seraya terus menatap ke arah luar, hingga Renata merasa heran," sepertinya, anda sedang menunggu seseorang ya dok?"
"Benar sekali, karena aku telah memesan makanan. Khawatir pesanan datang terlambat, pastinya kamu belum makan siang, bukan?"
Dokter Budi tersenyum pada saat melihat mobil yang di kemudikam Nicky masuk pelataran rumahnya.
Renata pun mendengar suara deru mobil tersebut, tetapi ia tak bisa melihat ke arah luar.
"Nah, sudah datang pesannya," ucap Dokter Budi sumringah.
'Hah, aneh banget. Masa iya yang kirim makanan memakai mobil? biasanya kan pakai grabfood, kok ini pakai mobil? kaya pesan dalam jumlah besar saja," batin Renata.
Seseorang keluar dari arah mobil dengan menenteng beberapa keresek berisikam makanan dan minuman. Orang ini tak lain adalah, Nicky.
__ADS_1