
Beberapa hari kemudian...
Renata dan orang tuanya telah pindah rumah, begitu pula dengan Nicky. Ia menjual rumahnya dan pindah kemanapun Renata dan orang tuanya pindah. Hingga Nicky mendapatkan rumah di samping rumah orang tua Renata.
"Ayah-Ibu-Renata, aku minta maaf atas apa yang telah terjadi pada kehidupan kalian. Jika bukan karena saudara kembarku, pasti kalian tidak akan alami hal seperti ini."
Nicky menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Nicky, kamu tidak menyalahkanmu untuk apa yang telah terjadi dalam kehidupan kami. Semua ini sudah suratan takdir dari Allah, jadi kamu tak perlu minta maaf. Lagi pula saat ini saudara kembarmu telah mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang doa perbuat," ucap Ayah Michel.
"Ya Nicky, sekarang fokus saja menatap ke masa depan yang penuh dengan keceriaan," ucap Ibu Clara.
'Oh iya, Ayah-Ibu-Renata. Aku ingin melanjutkan pernikahan yang sempat tertunda karena ulah Niko. Tetapi aku minta maaf, mungkin kali ini pernikahan biasa saja bagaimana? karena nggak mungkin harus mempersiapkan semuanya. Itu akan memakan waktu yang cukup lama," ucap Nicky.
Renata masih belum percaya jika Nicky benar-benar akan menikahi dirinya setelah apa yang terjadi padanya," apa kamu yakin mas, dengan apa yang barusan kamu katakan?"
"Astaga.. kenapa kamu nggak percaya sih? aku sangat yakin Dr apa yang aku katakan. Jadi kamu nggak perlu khawatir atau ragu padaku. Kenapa kamu masih saja meragukanku? apakah kamu ingin pesta yang meriah? baiklah, tali prosesnya lama nggak apa-apa kan?" ucap Nicky menyakinkan pada Renata tentang keseriusan dirinya.
"Mas, bukan itu maksud aku. Aku kan sudah pernah menikah dan walaupun aku ini tidak menginginkannya, tetapi saudara kembarmu ini selalu memaksaku untuk melayani dirinya. Aku merasa sudah tak pantas lagi untuk dirimu, dan aku merasa sudah ternoda."
Renata menghela napas panjang seraya tertunduk lesu.
Mendengar apa yang barusan di katakan oleh Renata, membuat Nicky tersenyum," Renata, apa yang terjadi padamu itu bukan karena unsur kesengajaan yang kamu lakukan. Tetapi itu murni karena ulah saudara kembarku yang jahat, jika tidak pasti kita saat ini sudah berbahagia."
"Renata, kamu tak usah berpikir tentang hal itu. Ini waktu yang tepat untukmu melanjutkan kebahagiaan yang tertunda dulu. Nggak usah kamu merasa tak layak untuk Nicky, tapi itu terserah kamu saja sih? kami sebagai orang tua juga tak bisa memaksa dirimu," ucap Ayah Michel.
__ADS_1
"Baiklah, Mas Nicky. Aku bersedia melanjutkan pernikahan kita yang sempat tertunda karena ulah saudara kembarmu itu," ucap Renata akhirnya menerima pinangan dari Nicky.
Ada satu hal yang Nicky lupa jika saat ini status Renata, masih istri sah Niko. Hingga pada saat dirinya akan pergi dari rumah orang tua Renata, ia pun duduk kembali. Hal ini sempat membuat Renata dan orang tuanya heran.
"Ada apa lagi, Nicky? apakah ada hal yang ingin disampaikan lag" tanya Ayah Michel.
"Iya, Ayah. Berarti sekarang Renata harus urus perceraian dulu dengan Niko, karena statusnya belum cerai bukan? dan aku nggak bisa langsung menikahinya, harus menunggu tga bulan lagi hingga masa Iddah itu lewat," ucap Nicky.
"Astaghfirullah aladzim, kenapa kami juga tak ingat akan hal itu ya. Kami minta maaf ya, Nicky."
Ayah Michel terkekeh pada saat dirinya lupa dan ia pun menepuk jidatnya sendiri.
Saat itu juga Nicky menemani Renata ke pengadilan agama untuk mengurus perceraian. Dan ia juga ingin bertanya tentang apa yang telah menimpa dirinya dan Renata kepada pihak pengacara agama.
"Pak, mohon maaf. Saya ingin menanyakan satu hal, ini permasalahan yang sangat rumit," ucap Nicky.
"Begini, pak. Wanita ini awalnya akan menikah dengan saya. Dan semua sudah siap sedia, tinggal melangsungkan acara ijab Kabul, tetapi ada suatu masalah yang di sebabkan oleh saudara kembar saya."
"Dimana tiba-tiba ia datang terlebih dahulu sebelum saya. Dan menikah dengannya, dan ia memakai identitas saya pada saat menikahinya."
"Di sini yang saya tanyakan, bagaimana kasusnya? apakah kami menikah ulang saja di depan penghulu? ataukah ia harus mengurus perceraian sedangkan pada saat menikah memakai identitas asli saya?"
Sejenak sang pengacara juga bingung dengan apa yang di katakan oleh Nicky.
"Jadi kalian ini belum menikah? saya pikir kalian ingin melangsungkan perceraian dan saat ini ingin meminta saran dari saya."
__ADS_1
"Permasalahan yang sedang kalian hadapi ini ternyata rumit juga ya? Hem jadi wanita ini telah menikah dengan pria lain tetapi memaksi kartu identitas dirimu?"
"Jika begitu ya kalian tetap harus menikah ulang. Dan calon mempelai wanita harus melakukan perceraian dulu dengan suami yang pertama. Walaupun itu memakai kartu identitasnya."
"Dan saran saya prosesnya berarti bukan talak tiga, tapi talak satu karena akan kembali melangsungkan pernikahan."
"Itu juga tidak bisa langsung menikah ya? tetapi harus melewati masa Iddah. Dan nanti perhitungannya kalian ini rujuk. Karena memakai identitas calon suami pada saat mba menikah dengan saudara kembar calon suami."
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh pengacara tersebut. Renata pun langsung mengurus perceraian bahkan meminta bantuan pengacara tersebut supaya proses perceraian cepat dan tidak memakan waktu yang cukup lama.
Setelah beberapa jam ada di pengadilan agama Mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Sedangkan surat cerai tersebut tidak langsung jadi, melainkan menunggu satu hari.
"Ternyata ribet juga ya, mas?" tiba-tiba Renata berkata.
"Jika di jalani sebenarnya nggak ribet. Nanti juga kelar, apa kamu sudah nggak sabar ya ingin segera menikah denganku?" goda Nicky terkekeh seraya tetap fokus dalam mengemudikan mobilnya.
Renata hanya tersipu malu pada saat di goda oleh Nicky. Di dalam hatinya merasa senang karena pada akhirnya ia bisa menikah dengan pria yang benar-benar ia cintai.
Renata sempat berpikir jika dulu ia tidak akan pernah bahagia. Dan bahkan ia berpikir jika dirinya akan selalu ada di dalam genggaman Niko yang sangat jahat dan kejam.
Lain halnya dengan Niko, ia harus menahan rasa pilu karena Tita datang membawa surat cerai yang di minta untuk di tanda tangani oleh Niko.
"Sayang, sudah beberapa hari kamu baru datang berkunjung kemari. Tetapi malah membawa kabar yang menyesakkan dada. Masa iya kamu ingin meninggalkan suamimu ini yang sedang terpuruk?"
"Bukannya aku meminta dirimu untuk membujuk orang tuamu supaya bersedia naik banding?"
__ADS_1
Tita tersenyum sinis," awalnya aku memang setuju dengan apa yang kamu inginkan, mas. Tetapi setelah aku berpikir rasanya aku yang rugi."