MENIKAHI SAUDARA ANGKAT

MENIKAHI SAUDARA ANGKAT
Pertemuan Ethan dan Bara


__ADS_3

Setelah hari itu, Geya tidak lagi ingin bertemu dengan siapapun. Ia juga tidak pernah lagi kemanapun. Setiap harinya ia berusaha mengurung diri di kamar. Ketika ia membangun sebuah kepercayaan dan harapan besar untuk seseorang, dengan sekejap di hancurkan begitu saja. Ini bukan sepenuhnya salah Bara, tapi tetap saja ia sulit untuk menerima.


Dengan Bara mati-matian menjelaskan tentang apa yang sebenernya terjadi sudah membuktikan jika pria itupun sepertinya sudah merasa nyaman dengannya. Hanya saja ia sangat kecewa, ketika orang yang ia mulai sayangi di hancurkan begitu saja oleh orang lain. Apalagi orang itu adalah Clarin, putri pelayan di rumahnya yang iri dengan kehidupannya. Clarin pasti dengan sengaja melakuan hal itu demi membalaskan dendamnya.


Bi Yayan yang sudah mengetahui akan hal itu sampai berlutut di hadapan kedua majikannya. Ia benar-benar tidak tahu dan tidak menyangka hal itu akan terjadi. Mama Elin dan papa Adnan tentunya tidak menyalahkan bi Yayan, ia juga tidak membutuhkan kata maaf dari bi Yayan sebab bi Yayan tidak salah apa-apa di sini. Bahkan mereka juga tahu bagaimana hubungan bi Yayan dengan putrinya sekarang. Clarin sudah sangat keterlaluan, bahkan ibunya sendiri pun sudah tidak lagi ia anggap.


Hari ini setelah kejadian itu berlalu seminggu, Ethan berniat untuk bertemu dengan Bara. Ia ingin bicara dengan pria itu. Beruntungnya Bara mau di ajak ketemuan di kafe Lambada.


"Aku sudah dengar semuanya dari paman Adnan, papanya Geya. Jika kau melakukan itu bukan atas dasar keinginanmu. Tapi karena Clarin yang memanfaatkan keadaanmu yang sedang mabuk."

__ADS_1


"Iya. Aku memang pria yang suka main ke club, tapi bukan berarti aku suka jajan dengan wanita di luaran. Aku sering pergi ke tempat itu karena suatu masalah yang aku pikir dengan cara pergi ke tempat itu aku bisa sedikit lebih tenang," sahut Bara.


"Maaf jika selama ini aku salah menilaimu. Ternyata kau tidak seperti yang aku pikirkan," ucap Ethan.


Bara menyipitkan kedua matanya. "Apa maksudnya salah menilaiku?"


Ethan menghela napas, ia rasa ada baiknya ia jujur pada Bara jika selama ini ia sudah menyelidiki dia.


Sedikitpun Bara tidak marah. Ia paham betul dengan maksud pria di hadapannya.

__ADS_1


"Iya, it's okay. Aku mengerti."


"Terima kasih atas pengertiannya. Dan kau tahu kenapa Clarin bisa memberi tahu Geya tentang apa yang terjadi di antara kalian?"


"Karena dia putri pelayan di rumahnya."


"Bukan," jawab Ethan.


"Lantas?"

__ADS_1


"Iya, Clarin adalah putri dari bi Yayan. Pelayan di rumah mereka. Bi Yayan bekerja di rumah paman Adnan selama belasan tahun, bahkan dua puluh tahunan pun sepertinya ada. Beliau menjadi pelayan di rumah itu dengan membawa putrinya, Clarin. Sebab bi Yayan seorang janda yang tidak bisa meninggalkan putrinya sendirian. Clarin iri dengan kehidupan Geya, setiap harinya mereka sering berebut mainan. Geya anak yang tumbuh dengan manja dan seorang ratu di rumah itu, sementara Clarin di takdirkan sebagai seorang anak dari pelayan yang ditinggal pergi oleh suaminya. Sampai akhirnya mereka dan aku yang juga tinggal di rumah tersebut tumbuh dewasa, Clarin memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan bekerja menjadi seorang model majalah dewasa. Bahkan tak jarang dia juga menjual diri demi sejumlah uang. Beberapa waktu lalu dia kembali membawa kesombongan pada ibunya, jika ia pun bisa sukses dengan caranya sendiri. Dia malu memiliki ibu seorang pelayan seperti bi Yayan. Dan kebetulan dia bertemu denganmu, aku yakin pertama dia bertemu denganmu dia tidak tahu jika kau pria yang sedang dekat dengan Geya. Dan aku yakin panggilan video call Geya malam itu yang membuat Clarin mengambil kesempatan itu, melalui dirimu, dia menuntaskan misinya untuk membalaskan dendam pada Geya. Sebab dia wanita yang selalu iri dengan apa yang di miliki oleh Geya."


_Bersambung_


__ADS_2