
Ethan membawakan makanan kesukaan Geya. Wanita itu menyukai street food atau makanan pinggir jalan yang ia percaya untuk mengembalikan mood. Ethan membawakan berbagai jenis makanannya seperti kebab, cilor, sosis bakar, baso bakar, dan yang lainnya. Ia juga membawakan minuman berupa es boba kesukaan Geya.
Ia mengetuk pintu kamar Geya tanpa mengatakan sesuatu. Tidak ada suara dari dalam kamar. Ia memutuskan untuk langsung masuk saja.
Ethan mendapati Geya tengah tidur dengan posisi miring membelakangi. Ia tidak tahu Geya tidur beneran atau tidak.
"Ge .. Geya, ini aku bawakan street food kesukaanmu. Ada es boba juga."
Geya membuka matanya yang basah dengan air mata, menoleh dan mendapati Ethan tengah tersenyum sembari memperlihatkan kantong kresek putih bening berisi berbagai macam street food.
"Ayo, bangun. Dan makan ini. Siapa tahu mood mu kembali membaik."
Geya masih diam, ia sebenarnya sedang tidak selera makan. Tapi jika jajanan street food ia tidak bisa menolak.
Ethan merasa lega dan senang begitu Geya bangun lalu duduk menyandar di sandaran tempat tidur. Kini ia pun mendaratkan tubuhnya duduk di tepi ranjang. Memberikan kantong kresek putih bening berisi aneka jajanan pinggir jalan itu pada Geya.
"Semoga mood mu kembali baik."
Geya menerima kantong kresek berisi makanan kesukaan nya itu dari tangan Ethan.
"Terima kasih," ucap Geya masih terdengar dingin.
"Iya, sama-sama."
Ethan sangat senang sekali karena Geya tidak lagi mengusirnya dari sana. Bahkan Geya sekarang tidak lagi merasa terganggu akan kehadirannya. Ia berharap Geya berangsur pulih dan kembali ceria seperti sebelumnya.
__ADS_1
Geya membuka kantong kresek tersebut, pertama ia mengambil es boba dan menancapkan sedotan di bagian atas cup es tersebut. Meminumnya sedikit kemudian ia letakan di dekat kantong kresek nya.
Setelah itu ia mengambil kebab kesukaannya. Ia memakannya satu gigitan, lalu beralih pada cilor dan sosis bakar. Semua ia coba satu persatu.
"Enak?" tanya Ethan dan di angguki oleh wanita itu.
"Mau coba?" tawar Geya kemudian tanpa Ethan sangka sebelumnya.
Ethan menggeleng. "Buat kau saja."
"Coba saja." Geya menyodorkan sosis bakar yang sudah ia gigit sebelumnya tepat di depan mulut Ethan.
Pria itu memandang wajah Geya sebelum kemudian ia menggigit sedikit ujungnya.
Ethan mengunyah sosis bakar tersebut sebelum kemudian mengangguk. "Enak."
"Mau coba yang lain?"
"Boleh?"
"Boleh. Mau coba yang mana?"
"Yang mana saja," jawab Ethan terserah.
Geya menusuk cilor tersebut menggunakan tusukan tusuk gigi yang terdapat di atas cup wadah cilor tersebut. Memberikannya pada Ethan dengan cara menyuapi nya.
__ADS_1
Dengan senang hati Ethan membuka mulut dan memakan cilor nya.
"Enak?"
Ethan tampak kepedasan, sebab dia tidak terlalu suka makanan pedas. Bagian bawah matanya tampak memerah menahan pedas. Geya seketika terkekeh melihat wajah Ethan yang kini memerah akibat makan cilor.
"Ini minum, minum .. " Geya memberikan es boba nya pada pria itu.
Geya masih terkekeh dan ia kini dibuat kesal lantaran Ethan meminum es boba nya hingga habis setengah nya.
"Yaahh .. Kenapa minum banyak, sih?"
"Hm?" Ethan refleks memeriksa cup es boba yang masih di tangannya. "Maaf," ucapnya kemudian.
"Yaudah gantiin, beli lagi yang baru dua," pinta Geya dengan bibir membentuk sebuah kerucut.
"Aku minum setengah, kenapa harus gantiin dua?"
"Satu untuk aku, satu lagi untukmu. Biar gak minum punya aku. Nanti kita makan lagi cilor nya, gimana?"
Sebenarnya Ethan kewalahan makan satu cilor saja, tapi demi Geya ia akan melakukan apapun yang dia minta.
"Iya."
_Bersambung_
__ADS_1