Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Accident - Finale


__ADS_3

Tiga Tahun Kemudian...


Seorang pria Asia tampan memegang pipinya yang mulai membiru dengan kantong es. Di belakangnya juga tampak pria latin tampan melakukan hal yang sama. Keduanya kini duduk berhadapan dengan dipisahkan meja kerja mereka yang penuh dengan berkas.


"Brengsek kau Ray! Mukaku jadi bengep ini!" omel pria yang berdarah Asia itu.


"Oh please, Ghani! You're such a baby! Kalau aku nggak mukul kamu, nanti mereka nggak percaya!" ucap pria yang dipanggil Ray.


Ghani mendelik ke partnernya setahun ini. "Adikku mau lamaran, brengsek! Kalau mommyku melihat mukaku seperti ini, bisa-bisa aku disuruh berhenti dari NYPD!" ucapnya.


Raymond Ruiz tertawa. "The power of make-up bro! Kasih foundation, beres!"


"Haaaiissshhhh!" umpat Ghani sebal.


Raymond Ruiz sebelumnya melakukan penyamaran sebagai pengedar narkoba untuk menangkap bandarnya yang berjualan di dekat New York University karena sebelumnya mereka mendapatkan kasus pembunuhan yang melibatkan bandar disana. Ghani dan timnya bagian penggerebekan setelah mendapatkan bukti-bukti kuat bahwa bandar itu yang melakukan pembunuhan seorang mahasiswa NYU.


Untuk meyakinkan dan menutupi Raymond adalah polisi yang menyamar, Ghani pun berpura-pura menangkap dengan sedikit drama agar Raymond melakukan penyerangan kepada polisi sehingga bisa ditahan. Ternyata pria tampan itu terlalu menjiwai dan memukul Ghani dengan semangat. Ghani yang tidak terima pun membalas sehingga drama yang sudah diskenariokan malah jadi baku hantam beneran.



Meskipun mereka sering menjadi Tom and Jerry, keduanya dikenal detektif yang kompak dan solid dalam mengungkapkan banyak kasus.


Ghani mengambil kaca yang ada di mejanya.


"Astaga toge! Kamu mukul masih pakai cincin Ray? Lihat ini luka brengsek! Ga bisa kalau cuma pakai foundation!" omel Ghani melihat ada luka di wajah mulusnya.


Raymond tertawa terbahak-bahak. "Aku lupa bro! Sorry!"


"Kampret!" maki Ghani.


"Giandra! Ruiz! Ke ruangan!" panggil Kapten Briscoe.


Kedua pria sebaya itu pun berdiri dan masuk ke ruang kapten.


"Tutup pintunya!" perintah Kapten Briscoe. Ghani pun menutup pintu. "Duduk kalian berdua!"


Ghani dan Raymond pun menurut.


Kapten berusia 48 tahun itu menatap kedua detektifnya dengan tatapan intens.


"Selamat kalian berdua berhasil memecahkan kasus pembunuhan mahasiswa NYU. Kedua orang tua korban mengucapkan terimakasih atas kerja keras kalian."


"Sama-sama kapten."


"Itu sudah tugas kami."


"Kalian berdua istirahat lah. Oh, G, kasih obat dulu itu lukamu. Ray terlalu menjiwai peran rupanya" kekeh kapten Briscoe.


Raymond hanya nyengir tanpa bersalah. "Kan harus meyakinkan, Kap."


"Kamu kan tahu besok Ghani mau menghadiri acara lamaran adiknya malah kamu kasih tanda wajahnya!" omel kapten Briscoe sambil tertawa.


"Sengaja!"


Ghani lalu memukul bahu partnernya.


"Sudah-sudah. Kalian kalau mau berantem di luar sana! Jangan disini!" usir Kapten Briscoe.


"Oke kap!" Keduanya pun keluar dari ruang sang kapten.


***


Abi dan Dara sudah berada di apartemen Rhea dua hari terakhir ini. Duncan memang menginginkan melakukan lamaran di New York jadi kedua orangtuanya dan calon mertuanya pun terbang ke hutan beton itu.


Rhea masih ada pertunjukan di Broadway sehingga dirinya tidak bisa mengurus acara pertunangannya, menyerahkan semuanya pada Duncan yang mengurus EO nya.

__ADS_1


Duncan sendiri masih menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum hari H agar konsentrasinya tidak terpecah.


Edward dan Yuna memilih membeli apartemen yang satu gedung dan satu lantai dengan apartemen Rhea sehingga komunikasi dengan Abi dan Dara lebih enak.


***


Rhea sudah menyelesaikan pertunjukkannya di Broadway lalu menuju ke tempat mobilnya terparkir. Disana sopirnya, Sam, sudah menunggunya.


"Pulang sekarang nona Rhea?" tanya Sam.


"Iya Sam, aku sudah lelah" ucap Rhea sembari mengambil manset bulunya untuk menghangatkan tangannya. Cuaca di New York memang sangat dingin.



"Tidak usah mengebut Sam, jalan santai saja" pinta Rhea.


"Siap nona. Pula New York musim dingin begini, jalanan licin."


"Good!"


Mobil Range Rover bewarna putih itu pun keluar dari komplek parkiran di Broadway.


Di perempatan lampu merah, semua kendaraan berhenti begitu juga dengan mobil Rhea yang berada di depan. Ketika lampu hijau, mobil Rhea berjalan pelan namun dari arah kanan, sebuah mobil Ferrari melaju kencang dan ...


BRRRAAAKKK!!


Tabrakan tidak dapat dihindarkan. Mobil Rhea terpelanting dan terbalik sedangkan mobil Ferrari itu langsung remuk. Semua orang disana langsung menelpon 911.


***


PRRRAANNGGG!!!


Dara menjatuhkan mangkok yang dicucinya.


"Astaghfirullah Al adzim." Seketika perasaan Dara menjadi tidak enak. Abi yang mendengar suara pecah, langsung berlari ke Dara.


"Ya Allah mas! Rhea!" teriaknya histeris.


***


Ghani sedang bersiap-siap pulang ketika mendengar ada kecelakaan di dekat Broadway. Seketika jantungnya berdebar-debar.


"Rhea!" teriaknya.


Raymond yang bingung langsung mengejar partnernya.


"Bro! Ada apa?" tanya Raymond yang masuk lift bersama Ghani.


"Beritahu aku! Kecelakaan di Broadway itu mobil apa?" teriak Ghani panik.


"Sebuah Range Rover putih dan Ferrari" ucap salah seorang polisi di dalam lift.


"Ya Allah! Adikku, Ray! Itu yang kecelakaan itu adikku!" Ghani pun menangis lalu Raymond memeluk partnernya dan membawanya ke dalam mobil menuju lokasi kecelakaan.


***


Duncan sedang ada pertemuan dengan banyak klien ketika salah satu asistennya George datang tergopoh-gopoh.


"Tuan, maaf mengganggu."


Duncan biasanya tidak suka diganggu jika sedang meeting dengan klien tapi melihat wajah pucat Geroge pasti ada sesuatu yang penting.


"Ada apa George?"


"Nona Rhea. Nona Rhea kecelakaan di dekat Broadway tuan!"

__ADS_1


Duncan memucat dan langsung meninggalkan para kliennya bersama George.


John yang kini bersama klien Duncan menjelaskan bahwa tunangan bossnya mengalami kecelakaan sehingga harus meninggalkan meeting dan para klien pun bisa memahami.


***


Ghani dan Raymond sampai di lokasi kejadian dan langsung lemas melihat apa yang terjadi. Mobil Rhea dalam posisi terbalik dan pihak pemadam kebakaran sedang berusaha mengeluarkan Rhea yang terjebak disana. Begitu bisa dikeluarkan, tampak gadis itu hampir tidak diketahui masih bernafas atau tidak.


Ghani langsung menghampiri adiknya dengan menunjukkan badge nya diikuti oleh Raymond.


"Giandra" sapa seorang petugas pemadam kebakaran yang membantu Rhea keluar yang merupakan kenalan Ghani.


"Itu adikku James! Itu adikku!" teriak Ghani histeris tapi ditahan oleh Raymond dan James.


"Tenang dulu bro! Biar petugas kesehatan dan EMS menolong adikmu dulu G!" tahan James.


"Ya Allah! Rhea! Rhea!"


"G! Apakah dia adikmu?" tanya petugas yang memeriksa Rhea.


"Iya!"


"Dia masih hidup tapi kepalanya mengalami cidera. Kita bawa ke rumah sakit sekarang!" Rhea pun dipindahkan ke brankar.


"Aku ikut!" Ghani hendak masuk ke ambulans ketika melihat Duncan yang berdebat dengan seorang petugas polisi.


"Hei! Suruh dia masuk! Dia tunangan adikku!"


Duncan pun masuk ke lokasi kejadian.


"G" sapanya dengan wajah panik dan Ghani bisa melihat Duncan menangis.


"Masuklah bang, ikut Rhea ke rumah sakit. Aku akan mengikuti kalian." Ghani bertanya lagi kepada petugas kesehatan. "Adikku dibawa kemana?"


"Bellevue!"


Duncan pun masuk ke dalam ambulans dan sirine pun berbunyi kencang.


Ghani dan Raymond pun menuju mobil mereka dan segera meluncur ke Bellevue Hospital.


George masih berada di lokasi kejadian untuk mengetahui nasib Sam, sopir Rhea yang kondisinya benar-benar memprihatinkan. Sopir Ferrari itu sendiri diketahui meninggal di tempat.


Di dalam ambulans, Duncan tak henti-hentinya memanggil Rhea.


"Rey, bangun Rey. Ini Abang. Ayo bangun sayang."


Namun Rhea masih belum bangun juga.


*** END ***


( to be continued )


Eh serius End sodara-sodara


Beneran. Soalnya nanti lanjut ke My Rey dan The Detective and The Doctor.




Insyaallah abis natalan tgl 26 Desember baru launching.


Sorry kalau nanggung ( lempar kopi aja biar author nggak dinistain 🤣🤣🤣 )


Thank you buat readersku yang mengikuti kisah Abi dan Dara hingga ke Ghani dan Rhea.

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2