Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Rhea Sayang Bang Duncan Karena...


__ADS_3

Dara menjemput Rhea dan mengajaknya untuk jalan-jalan berdua. Dia sengaja meninggalkan Abi di rumah yang tertidur setelah sesi facial dan pemakaian masker untuk mengurangi kerut usai. Pula, kapan lagi Abi bisa beristirahat seharian tanpa memikirkan urusan kantor.


Melihat jam pulang duo G yang masih dua jam lagi, membuat Dara memilih pergi makan bersama putrinya.


"Gimana sekolah hari ini sayang?" tanya Dara di dalam mobilnya.


"Senang mom! Dik Rhea suka pelajarannya" ucap gadis cilik itu.


"Terus tadi dik Rhea kenalan sama banyak teman?"


"Iya mommy. Dik Rhea kenalan sama Lulu, Susan, Naya sama Bambam."


"Bambam?"


"Namanya Bertram tapi panggilannya Bambam."


Dara hanya tersenyum teringat nama idol Korea asal Thailand bernama Bambam.


"Bambam tuh baik lho mommy. Tadi membantu dik Rhea membuat prakarya. Mirip bang Gozali."


"Ohya kemarin bang Duncan bilang sama mommy mau kirim hadiah buat dik Rhea yang berhasil naik kelas dua."


Rhea menatap mommnya dengan mata berbinar. "Bang Duncan mau kasih dik Rhea apa mommy?"


"Mommy juga belum tahu. Kan paketnya baru dikirim."


Rhea tersenyum bahagia akan mendapatkan hadiah dari abangnya.


"Dik Rhea suka Abang Duncan?" tanya Dara hati-hati.


"Suka mommy. Bang Duncan pintar. Kemarin dik Rhea di ceritakan macam-macam waktu di London."


Dara dan Rhea sampai di restoran Jepang favorit keduanya.


Tanpa menunggu lama, ibu dan anak itu langsung memesan.



"Mommy nanti kita pesan bawa pulang buat Daddy, mas Ghani sama bang Gozali ya."


"Siap sayang."


Dara membantu Rhea memakan sushinya sembari ngobrol tentang sekolah.


Suara ponsel Dara membuat keduanya menoleh dan melihat nama Duncan Blair disana.


"Ya ampun dik, abangmu itu pagi-pagi sudah video call."


"Memang di London jam berapa mommy?"


"Jam lima pagi." Dara menggeser tombol hijau lalu tampaklah wajah tampan Duncan.



"Assalamualaikum Abang" sapa Dara.


"Assalamualaikum Abang" sapa Rhea juga.


"Wa'alaikum salam." Duncan menatap Rhea yang masih memakai seragam nya.



"Halo Rey" sapa Duncan dengan lembut yang membuat Dara tersenyum.


"Abang nggak sekolah?" tanya Rhea.


"Di Inggris lagi ada libur nasional makanya Abang bisa telpon. Kalian lagi maem apa?"


"Maem sushi sambil nunggu mas Ghani dan bang Gozali pulang sekolah."


Dara membiarkan Rhea dan Duncan berinteraksi sembari mengawasi bagaimana bocah bule itu tampak salting di depan putrinya yang berusia enam tahun.

__ADS_1


"Rey, Abang kirim sesuatu buat Rey. Dipakai yaaa nanti kalau sudah sampai."


"Abang kirim apa sih?" tanya Rhea penasaran.


"Ih kalau Abang kasih tahu sekarang, nggak surprise lah" cebik Duncan sambil cemberut.


Rhea tertawa melihat wajah Abang bulenya yang lucu.


"Abang lucu mukanya" gelak Rhea.


Duncan kemudian tersenyum tipis dengan pipi memerah. Dara nyaris tertawa melihat Duncan yang sok cool.


Benar-benar anaknya Edward Blair!


"Abang" panggil Rhea.


"Apa Rey?"


"Kenapa Abang manggil dik Rhea, Rey?"


Duncan menatap Rhea. "Karena itu panggilan sayang Abang ke Rhea sejak bayi."


Rhea hanya cekikikan.


Haaaiissshhhh! Susah merayu bocil! Sabar D, sabaaarrr!


"Fix, Abang Duncan memang lucu!"


"Rey sayang Abang nggak?" tanya Duncan yang sukses membuat Dara melongo.


Astagaaaaa! Mbak Yuna, anakmu bener-bener deh!


"Sayang lah! Kan Abang, kakak dik Rhea."


"Sayang mana sama mas Ghani?"


"Sayang mas Ghani banyak-banyak! Sama bang Gozali juga!"


Haaaahhhh?!


Iya nggak salah sih Rey!


"D, Rhea belum paham maksudnya lho. Jadi kamu jangan buru-buru yaaa" nasehat Dara.


"Baik aunty" jawab Duncan sambil tersenyum kecut.


"Abang sarapan dulu dong! Nanti Abang sakit lho" celetuk Rhea karena tadi dikasih tahu sang ibu kalau di London masih jam enam pagi.


"Abang maunya disuapin Rey maem sushinya" gombal Duncan. Sekalian ajah lah sok gombal.


Dara melotot. Ya ampun! Anak jaman sekarang tuh yaaaa!


Rhea tertawa lagi. "Nggak bisa dong bang. Kan dik Rhea di Jakarta, Abang di London."


"Besok kalau Abang ke Jakarta, kita maem sushi bareng tar Rey suapin ke Abang ya."


Kali ini Dara dan Rhea tertawa melihat wajah sok imut Duncan.


"Ya ampun D! Kamu belajar dari mana gombal receh begitu?" komentar Dara.


"Dad lah! Biasanya gitu kalau bikin mommy marah, Dad keluarin semua jurusnya" kekeh Duncan.


"Astaga! Benar-benar deh!"


"Ya udah, Abang sarapan dulu. Mommy udah manggil-manggil."


"Salam buat mom dan dad ya D" ucap Dara.


"Of course aunty. Rey, jangan lupa hadiah dari Abang dipakai ya."


"Oke!"

__ADS_1


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam."


Dara menggeser tombol merah dan melanjutkan makannya bersama Rhea.


"Mommy, Rhea sayang sama bang Duncan."


Dara nyaris tersedak mendengar ucapan putrinya.


"Kenapa sayang sama bang Duncan?"


"Soalnya Abang lucu."


Astagaaaaa. Rhea, Rhea.


***


Dara dan Rhea sedang berada di mobil menunggu Ghani dan Gozali keluar kelas. Seperti biasa sembari menunggu, Dara membacakan buku untuk Rhea. Kali ini sebuah cerita rakyat Jawa yang berjudul suwidak loro yang artinya 62.


Cerita ini berkisah tentang Suwidak Loro dan ibunya tinggal di sebuah desa. Ibunya selalu bernyanyi kalau Suwidak Loro adalah putri paling cantik. Padahal Suwidak Loro hanya mempunya 60 helai rambut dan dua gigi. Suatu hari, Raja mendengar hal itu dan ingin melihat Suwidak Loro. Di jalan menuju istana, Suwidak Loro bertemu bidadari. Karena kebaikan hatinya berbagi makanan, bidadari itu memberikan sebagian kecantikannya pada Suwidak Loro. Akhirnya berkat sang bidadari itulah, sang Raja melihat Suwidak Loro yang cantik jelita dan dijadikan permaisuri.


Dara selalu berusaha memberikan dongeng rakyat Indonesia kepada anak-anaknya agar mereka juga mengerti bahwa dongeng negeri sendiri tidak kalah dari negara lain.


Ghani dan Gozali sekarang sedang membaca cerita Mahabarata, bahkan Abi pun dengan sukarela mendongengkan kepada kedua putranya karena dia sendiri juga menyukai cerita pewayangan.


Dara dan Abi lebih memilih membelikan mereka buku daripada gadget karena selain ramah di mata mereka, buku jauh lebih mudah diserap. Atas permintaan Dara, Abi bahkan membuat perpustakaan khusus menyimpan buku milik anak-anak dan mereka.


Suara ketukan di kaca jendela membuat kedua ibu dan anak itu menoleh.


Ghani pun membuka pintu belakang dan masuk ke dalam mobil lalu disusul oleh Gozali.


"Wah sushi!" seru Ghani.


"Nanti makan bareng Daddy ya" ucap Dara sambil menjalankan mobilnya.


"Lho Daddy nggak ke kantor mom?"


"Hari ini kan Daddy cuti. Sekali-kali sehari libur."


"Iya Bu. Bapak kasihan lelah bekerja mencari uang buat kami" sahut Gozali.


"Nanti kalau sampai rumah jangan ribut ya. Biar Daddy istirahat."


"Siap Mom!"


***


Dara masuk ke dalam kamar tidurnya dan hanya tersenyum melihat suaminya masih tidur.



Tanpa suara dia mengambil foto suaminya via ponselnya dan memasangnya menjadi wallpaper.


"Tidur ajah cakep begini" bisiknya sambil tersenyum.


Dara mencium kening suaminya.


"Istirahat ya mas. Love you."


Dara pun keluar kamar, dan menutup pintunya dengan pelan.


"Love you too Adaraku" bisik Abi.


***


Yuhuuu


Up malam Yaaaa


Thank you for reading

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2