
Dara turun dari mobil imut nya dengan wajah cemberut.
Memang ada yang salah kalau mobilnya imut dan diberi pernak pernik feminin. Siapa juga suruh dia jemput!
"Adara!" panggi Abi yang bingung melihat istrinya masuk ke dalam rumah sambil cemberut namun wanita itu tampak tidak mendengarkannya.
Abi pun memasukkan mobil kecil Dara ke dalam garasi yang membuatnya sangat kontras dibandingkan dengan mobil-mobil mewahnya.
Abi berjalan masuk ke dalam rumah dan melihat Antasena baru saja keluar dari belakang rumah dengan peluh di badannya. Bisa ditebak dia baru saja dari tempat gym.
"Mas Abi tadi kemana? Aku tadi mencarimu" tanya Antasena. "Jam tiga sore sudah tidak ada di kantor. Aku bertanya pada Jun katanya mas ada urusan mendadak."
Abi mengambil kotak jus jeruk dari lemari es dan menuangkan ke gelas yang tersedia di meja makan. Hanya dengan sekali teguk jus jeruk itu habis.
"Aku menjemput Adara."
Antasena tertegun. "Bukannya harusnya itu tugasnya pak Sigit?"
"Aku ingin tahu seperti apa suasana sekolah Adara pada jam pulang sekolah." Abi menatap Antasena dengan datar.
"Haaaahhhh?" Antasena melongo.
Mas Abi habis kesambit apaan sih?
"Mas Abi kesana naik apa?" entah kenapa Antasena jadi kepo.
"Mobilnya Adara." Abi menuangkan jus jeruknya lagi. "Mobil kok imut bangets, dikasih pernak pernik khas perempuan biarpun wanginya khas Adara."
Antasena menepok jidatnya. "Ya wajar lah mas mobilnya mbak Rara dikasih pernak pernik seleranya dia. Kan mobil mobil dia." Antasena pun berjalan meninggalkan Abi menuju kamarnya.
Abi pun naik ke atas menuju ke kamarnya namun diurungkan memilih ke arah kamar Dara. Pelan dia membuka pintu kamar Dara dan betapa tercengangnya dia melihat Dara hanya mengenakan handuk dan baru selesai mandi. Buru-buru dia menutup pintu dibelakangnya dan menguncinya agar orang rumah tidak melihat kondisi istrinya.
"Astaghfirullah! Mas! Ngagetin ajah!" bentak Dara yang terkejut melihat Abi masuk ke kamarnya lalu dia membuka lemari bajunya dan mengambil bagian baju rumah dan membawanya masuk kamar mandi.
"Kamu mau kemana Adara?" tanya Abi.
"Pakai baju, aku lupa bawa baju ganti tadi" jawab Dara cuek.
Sebelum Dara masuk ke kamar mandi, Abi langsung merengkuh tubuh langsing itu dan memeluknya dari belakang. Abi menghirup bau harum sabun dari tubuh istrinya yang beraroma lavender.
__ADS_1
"Mas, aku mau pakai baju dulu" bisik Dara.
"Sssttt, diamlah!" Tanpa aba-aba, Abi pun menggendong Dara ala bridal style yang membuat wanita itu terpekik sembari menggenggam erat handuknya
Abi meletakkan tubuh Dara dan langsung menindihnya. Bibirnya langsung ******* bibir Dara dengan penuh na***, tangannya sudah membuang handuk yang dipakai Dara entah kemana jadi tubuh polos istrinya terpampang. Abi lalu membuka kaosnya sehingga Dara melihat tubuh Abi yang liat sempurna dengan perut kotak-kotak.
Dengan terburu-buru tanpa melepaskan ciumannya di bibir Dara, Abi melepaskan ikat pinggangnya dan mulai menurunkan celana jeansnya beserta boxernya. Kini keduanya pun polos tanpa sehelai benang pun. Abi mulai mengeksplorasi setiap inci tubuh Dara yang semakin membuatnya tergila-gila.
Suara desa***han Dara yang menurut Abi sangat seksih membuatnya semakin semangat memulai ritual ber-**cintanya dengan wanita cantik itu. Keduanya saling mengimbangi satu sama lain bahkan Abi pun mengajari Dara berbagai gaya hingga keduanya sama-sama mencapai puncak. Hampir dua jam mereka melakukan kemesraan dan meninggalkan Antasena yang makan malam sendiri di ruang makan.
***
Abi masih memeluk Dara dari belakang setelah keduanya selesai ber***cinta dan Dara merasa tubuhnya pegal luar biasa.
Aku mirip wanita murahan yang hanya dipakai pada saat mas Abi butuh pelampiasan biologis.
Abi menciumi punggung mulus Dara dengan pelan yang membuat gadis itu merinding.
"Mas" panggil Dara.
"Hhhmmm" gumam Abi di balik punggung Dara.
"Tidurlah bersamaku setiap malam seperti layaknya suami istri."
Dara terkejut atas sikap Abi yang langsung berubah 180°.
"Lho mas?" tanya Dara bingung sembari menutup tubuh polosnya dengan selimut.
"Maaf, Adara." Abi membawa kaosnya dan berjalan menuju pintu penghubung kamarnya kemudian masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Dara tercengang atas perubahan yang hanya sekian detik membuat percintaan mereka tadi yang penuh perasaan rasanya seperti tidak ada artinya.
Dengan perasaan hancur, Dara masuk ke kamar mandi dan memulai ritual mandi wajibnya. Usai mandi, Dara melepas seprai yang menjadi saksi brutalnya percintaan mereka tadi.
Tak terasa Dara meneteskan air matanya sembari memasang seprai baru.
Kau anggap aku apa mas? Istrimu atau hanya pemuas naf**su biologismu?
***
Abi mondar mandir di dalam kamarnya. Sedari tadi dia memikirkan ucapan Dara yang memintanya tidur bersama setiap malam seperti layaknya suami-istri. Abi tidak bisa atau tepatnya belum bisa melakukan hal itu. Trauma yang dialaminya membuatnya tidak bisa untuk tidur bersama dengan seorang wanita di sebelahnya.
__ADS_1
POV Abi 20 tahun lalu
Abi kecil saat ini berusia 10 tahun dan info dari para pelayan di rumah, ibunya sedang sakit keras dan tidak bisa menemaninya latihan piano. Abi memang diajari bermain piano oleh sang ibu sejak usia tiga tahun dan setahun ini ibunya tidak bisa mendampingi karena harus bolak balik ke rumah sakit, akhirnya dia diajarkan oleh guru les yang datang ke rumah.
Abi kecil pun usai latihan, menuju kamar ibunya untuk bercerita lagu apa yang dia latihan hari ini. Pelan-pelan dia membuka pintunya dan tampak sang ibu tiduran dengan wajah pucat serta tubuh yang makin mengurus.
"Ibu" bisiknya.
Sang ibu membuka matanya yang makin cekung dan tampak layu.
"Ha..halo, sa...sayang" ucap ibunya lemah. "Su...dah latihan...nak?"
Abi mengangguk.
" Si... ni, cerita...sama...ibu."
Abi pun naik ke tempat tidur ibunya yang berukuran king size karena ayahnya ingin agar istrinya nyaman. Kemudian dia mulai menceritakan lagu apa yang dia latih hari ini, kegiatan di sekolah tadi ada apa saja, soal peer yang belum dibuat serta tadi mengajak temannya jajan karena temannya tidak ada uang.
"Anak...ibu pintar. Sini...peluk ibu. Ibu...rindu Abi" suara lemah ibunya membuat Abi ingin menangis tapi ucapan ayahnya bahwa pria tidak boleh menangis membuatnya menahan air matanya.
"Abi sayang ibu. Ibu cepat sembuh ya" bisik Abi sembari memeluk ibunya.
"Ins...syaaallah nak" senyum ibunya.
Abi memeluk ibunya dan tanpa terasa dia tertidur.
Suara ayahnya membangunkan dirinya membuat Abi terbangun dan tampak wajah ibunya tidur dengan damai. Abi pun menepuk bahu ibunya pelan namun tidak ada jawaban dari ibunya bahkan diam saja lalu Abi bertanya pada ayahnya apa yang terjadi. Ayahnya hanya menjawab bahwa ibunya sudah tidak sakit lagi. Abi langsung menangis histeris mengetahui ibunya meninggal dalam pelukannya. Sejak saat itu, Abi trauma jika dia tidur dengan wanita semalaman akan kehilangan wanita itu selamanya.
**POV end
***
Yuhuuu
Maap baru Up**
Don't forget to like vote n gift yaaaa
Thank you for your support and reading
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️