Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Baby Boy is on the Way


__ADS_3

Kehamilan Dara sekarang menginjak sembilan bulan dan HPL nya dijadwalkan sekitar seminggu lagi. Sejak acara tingkeban, Abi dan Dara memutuskan untuk pindah kamar di ruang tamu sementara karena Abi tidak mau Dara kenapa-kenapa pada saat menaiki tangga.


Pagi ini Dara menikmati sarapan paginya dengan cereal padahal di meja makan tersedia banyak makanan enak. Tentu saja Abi protes Dara hanya sarapan cereal dan membuat pasutri itu ribut dan akhirnya Abi meninggalkan Dara dengan kesal. Antasena hanya bisa menepuk bahu kakak sepupu iparnya supaya sabar.


Di dalam Mercedes Benz GLC menuju ke kantor, Antasena mulai mengajak Abi berbicara.


"Mas, mbak Rara itu lagi hamil, HPL nya sebentar lagi. Janganlah mas marah-marah begitu. Cereal itu gizinya juga ada kok."


"Tapi cuma cereal. Kenapa nggak mau makan nasi goreng seafood di depannya malah milih makanan seperti itu!" omel Abi.


"Tahu nggak mas, Seminggu ini memang mbak Rara sarapan cereal tapi nanti setelah satu jam, mbak Rara baru mau makan nasi dan lauk pauk yang ada di meja. Bik Tarsih yang menceritakan padaku. Jadi, mbak Rara tetap makan tapi ditunda jamnya."


Abi melirik Antasena yang duduk di sebelahnya.


"Jadi Adara nggak cuma makan cereal saja?"


"Nggak mas. Makanya jangan marah dulu. Kan tahu sendiri hormon ibu hamil sensitif."


Abi pun terdiam. Tiga bulan terakhir ini malah Dara yang sering meminta olahraga di kasur dan bagi Abi itu adalah kegiatan yang menyenangkan apalagi melihat badan Dara yang semakin seksih di matanya.


Ibu hamil itu memang beda sensasinya.


"Mas minta maaf sama mbak Rara ya tar daripada mas Abi disuruh tidur di sofa" kekeh Antasena sarkasme.


"Iisshhhh, iya iya" sungut Abi.


***


Dara sekarang memakan nasi goreng seafood yang masih ada tersisa dan menikmatinya. Meskipun tadi suaminya ribut karena dirinya hanya sarapan cereal, Dara tidak mau ambil pusing karena toh setelah Abi pergi dia tetap makan lagi.


Bumil cantik itu sekarang sudah bisa mengontrol emosinya berkat Yoga khusus ibu hamil yang pelatihnya dipanggilnya ke rumah seminggu dua kali. Dara dan Abi pun rajin mengambil kelas kehamilan di rumah sakit tempat Dara kontrol setiap bulan.


Dara tahu Abi sangat khawatir jika dia dan baby boy kekurangan makan padahal selama di rumah, bumil itu sangat concern dengan makanannya. Wajar jika suaminya tidak tahu karena di kantor, hanya para pelayan yang tahu kegiatan nyonyanya selama hamil. Pak Harry selalu membuatkan makanan sehat bergizi sesuai perintah dokter kandungan dan disesuaikan dengan takaran diet yang cocok untuk bumil itu agar tetap terjaga berat badannya.


Ponsel Dara berbunyi ketika hendak memasukkan satu sendok terakhir nasi goreng seafoodnya. Dilihat tampak nama 'Mas Abi' yang langsung digesernya tombol hijau.


"Assalamualaikum mas" sapa Dara.


"Wa'alaikum salam. Istriku sedang apa?" tanya Abi.


"Maem."


"Makan apa?"


"Nasi goreng seafood" sahut Dara sambil memasukkan suapan terakhir.


"Alhamdulillah makan nasi juga istriku" ucap Abi yang membuat Dara tersenyum.


"Bentar mas, aku minum dulu."


Dara minum air putihnya dan setelahnya menghubungi suaminya lagi.

__ADS_1


"Alhamdulillah" ucapnya penuh syukur.


"Sudah kenyang bumil?" kekeh Abi.


"Sudah."


"Sayang, mas minta maaf ya tadi membuatmu kesal hati. Mas tidak tahu kalau kamu sangat concern dengan makanan untukmu dan baby boy" ucap Abi serius.


"Mas tanya pak Harry?" selidik Dara.


"Iya. Mas kan khawatir kamu cuma makan cereal saja."


"Nggak lah mas. Aku pagi memang makan cereal tapi habis itu aku makan nasi dan lauknya. Entah kenapa anak kita tuh maunya begitu" kekeh Dara.


"Yang penting kamu sudah makan. Ohya kelas yoganya hari ini atau besok?"


"Besok mas."


"Ya sudah, mas kerja dulu ya. Assalamualaikum" pamit Abi.


"Selamat bekerja Daddy. Wa'alaikum salam."


***


Dara masih mengemil biskuit asin sembari menikmati teh mintnya dan nonton serial tv law and order.


Kayaknya bener deh. Anakku bisa-bisa jadi detektif atau pengacara kalau nontonnya macam detektif Conan dan serial tv kriminal begini.


"Oh suruh saja masuk Mir" ucap Dara yang tiba-tiba perutnya terasa kontraksi.


Yuna pun masuk ke dalam rumah bersama Duncan yang langsung memeluk auntynya.


"Kamu kok pucat Ra?" tanya Yuna khawatir.


"Iya mbak, ini perut rasanya mulas, badanku rasanya nggak enak di bagian punggung." Dara mengernyitkan dahinya ketika rasa itu datang lagi.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" putus Yuna yang langsung memanggil bik Tarsih, Mirna dan pelayan lainnya untuk membawa Dara ke mobil milik istri Edward Blair itu.


"Mommy, aunty Dara kenapa?" tanya Duncan.


"I think your brother want to see the world" sahut Yuna. "Sudah berapa lama kamu merasakan ini?"


"Tadi sih sejaman baru kerasa tapi ini mulai sering cuma aku acuhkan karena takutnya kontraksi palsu" ucap Dara tapi seketika bibirnya bergetar ketika merasakan ada yang mengalir dari pangkal pahanya disaat hendak masuk mobil.


"Ya Allah, Ra. Air ketubanmu dah pecah!" seru Yuna panik. "Ayo masuk! Bik Tarsih, tolong bantu Dara. Mirna kabari Abi dan pak Sigit bawa barang-barang Dara yang ada di kamar!"


Yuna tahu Dara sudah menyiapkan barang bawaannya untuk melahirkan sejak tiga hari lalu karena pada saat dia ke rumah Dara, bumil itu sedang sibuk mengepak.


"Mbak Yuna nanti kursi mobilnya bau" ucap Dara tidak enak.


"Shut up, Ra! Gak usah memikirkan itu!" sahut Yuna yang langsung mengebut menuju rumah sakit tempat Dara sudah membooking.

__ADS_1


***


Abi sedang bertemu dengan klien ketika Jun masuk tergopoh-gopoh tanpa mengetuk pintu dulu.


"Maaf pak Abi, tapi ini ada telepon penting!" ucapnya sebelum Abi menyemprotnya.


Ponsel Abi memang tertinggal di meja kerja Jun tadi. Tampak di layar ponselnya bertuliskan 'Home'.


"Maaf pak, saya terima telepon dulu" ijin Abi kepada kliennya.


"Silahkan pak Abi."


"Ada apa Mirna?"


"Tuan, nyonya mau melahirkan!" seru Mirna dari seberang.


"Hah? Sekarang dimana istriku?"


"Diantar nyonya Yuna ke rumah sakit ibu dan anak dekat rumah."


"Baik Terimakasih Mir." Abi menutup ponselnya lalu menghadap kliennya. "Maaf pak Rahmat, istri saya mau melahirkan. Pembicaraannya kita pending dulu?"


"It's okay pak Abi. Istri anda jauh lebih penting. Nanti kita reschedule ulang?" kata pria paruh baya itu. "Anyway, congrats ya pak Abi" sambil mengulurkan tangan yang disambut oleh Abi.


"Thank you pak. Jun, tolong kamu atur jadwal dengan pak Rahmat, saya ke rumah sakit dulu. Permisi pak Rahmat." Abi pun langsung berlari menuju parkiran.


"Ini anak pertama pak Abi kah, pak Jun?" tanya pak Rahmat.


"Betul pak."


"Hahahaha, saya jadi déja vu karena mengalami hal yang sama ketika istri saya melahirkan anak pertama kami" kekeh pak Rahmat.


***



Duo pasutri lagi nungguin kelahiran baby boy.


***


Yuhuuu


Up pagi Yaaaa


Eniwaiii author tuh lagi blank kasih nama baby boy nya Abi n Dara


Ada ide?


But thank you for my readers buat like gift n komennya.


Don't forget to like vote n gift again Yaaaa

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2