Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku
Kelas Akselerasi


__ADS_3

Usai liburan, kegiatan anak-anak pun kembali seperti sedia kala. Mereka berangkat sekolah dengan diantar Dara, sedangkan Abi berangkat sendiri ke kantor.


Rhea sendiri masuk TK yang satu lokasi dengan SD Ghani dan Gozali. Gadis cilik itu sangat antusias masuk sekolah dan bertemu kembali dengan teman-temannya.



Dara mengantar Rhea hingga ke depan kelasnya, sedangkan duo G sudah masuk duluan ke dalam halaman sekolah setelah tadi mencium Dara seperti biasa.


Ketika Dara hendak menuju mobilnya, suara ponselnya berbunyi. Dilihatnya nama wali kelas duo G.


"Assalamualaikum Bu Tanti."


"Wa'alaikum salam Bu Abi. Bisa kah saya bertemu dengan ibu hari ini?"


"Kebetulan saya masih di sekolah Bu. Saya ke ruangan ibu sekarang."


"Baik Bu Abi. Saya tunggu."


***


"Selamat pagi Bu Tanti" sapa Dara ramah.


"Selamat pagi Bu Abi. Mari silahkan duduk."


Dara pun duduk di depan Bu Tanti.


"Bagaimana Bu Tanti? Apa Ghani atau Gozali membuat ulah?"


"Tidak Bu Abi. Begini saya sudah menilai Ghani dan Gozali. Mereka berdua layak untuk ikut kelas akselerasi jadi saya mengajukan pada ibu agar mengijinkan kedua putra ibu bisa loncat dua kelas diatasnya."


"Jadi duo G semester depan langsung naik kelas 6 kah?"


"Iya Bu."


"Saya harus bicarakan soal ini kepada suami dan anak-anak karena mereka yang menjalani."


"Baik Bu Abi. Nanti saya diberitahukan bagaimana keputusannya."


Dara tersenyum kepada Bu Tanti. "Pasti Bu. Kalau begitu saya permisi dulu. Selamat pagi."


"Selamat pagi Bu Abi."


Dara keluar dari ruang guru lalu menelpon Abi.


"Assalamualaikum mas. Sibuk nggak? Aku mau mampir kantor."


***


Dara datang ke kantor Abi dengan blusputih, celana panjang hitam, makeup tipis dan rambut digerai. Meskipun sudah melahirkan dua orang anak, Dara masih tampak awet muda.


"Selamat pagi Bu Dara" sapa resepsionis di lobby kantor.


"Pagi. Pak Abi tidak ada tamu kan?" tanya Dara.


"Tidak. Silahkan bu."


"Terimakasih." Dara pun berjalan menuju lift dan memencet angka lantai tempat ruangan Abi berada.


Sesampainya di lantai tempat kerja Abi, tampak Jun yang sudah menyambutnya.

__ADS_1


"Pagi Bu Dara, pak Abi sudah menunggu ibu." Jun mengangguk hormat kepada istri bossnya.


"Terimakasih Jun." Dara mengetuk pintu ruangan Abi dan terdengar suara suaminya yang menyuruhnya masuk.


"Assalamualaikum sayang" sapa Dara setelah membuka pintu.


"Wa'alaikum salam istriku" balas Abi tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang ada di meja tamu.


"Kalau masih sibuk, apa aku tunggu dulu?" tanya Dara.


"Nggak, nggak... sibuk...kok" suara Abi langsung menghilang melihat wajah istrinya yang tampak cantik pagi ini.



"Kayaknya tadi nggak begini deh dandannya" kekeh Abi sambil berdiri menyambut istrinya dan memberikan ciuman sekilas di bibirnya.


"Kan aku tadi pulang dulu. Ganti baju lalu dandan dikit baru kesini. Maaf aku meminjam Mercedes mu" senyum Dara.


"Jadi kamu kesini nyetir sendiri?" tanya Abi.


"Kan nanti sekalian jemput Rhea pulang sekolah."


"Oh iya lupa sudah pada masuk sekolah. Jadi ada apa istriku datang kemari dengan dandan cantik begini?" tanya Abi sambil mengajak Dara duduk di sofa bersamanya.


Dara pun menceritakan pertemuannya dengan Bu Tanti, wali kelas duo G.


"Berarti duo G nanti lulus SD lebih cepat?" tanya Abi.


"Iya mas, Ghani usia 9, Gozali usia 10 sudah lulus SD lalu masuk SMP."


"Kalau mas pribadi, kasihan duo G harus duluan selesai sekolahnya tapi semua itu tergantung mereka berdua mau atau nggak. Tapi kita juga harus menerima jika mereka tidak mau." Abi menyingkirkan anak rambut di wajah Dara.


"Itu juga yang jadi pertimbangan mas. Nanti pas makan malam, kita bicarakan kepada duo G."


"Iya mas." Dara melihat ke arah meja Abi yang berantakan. "Apa aku bisa membantu pekerjaan mas?"


Abi menaikkan alisnya sebelah.


"Bantu? Bisa banget!" Abi kemudian mengunci ruangannya lalu menghubungi Jun melalui intercom di meja kerjanya.


"Jun, jangan ganggu saya dua jam ke depan. Saya mau urus pekerjaan dulu."


"Baik pak."


Abi berjalan ke arah Dara yang sudah merasakan sesuatu yang membuatnya bakalan lelah nanti.


"Mas mau apa?" tanya Dara sambil memincingkan matanya curiga.


"Mas minta bantuan untuk mengurangi stress lah! Tadi katanya mau membantu pekerjaan mas?" goda Abi.


"Ya ampun mas, semalam kan udah?" kekeh Dara.


"Salahnya kamu dandan cantik banget" bisik Abi dengan suara parau lalu mengajak Dara masuk ke dalam kamar rahasianya yang berada di ruangannya.


"Jangan lama-lama, aku jam sebelas jemput Rhea" ucap Dara.


"Ini masih jam sembilan kok!" sahut Abi cuek yang dengan cekatan mengeluarkan blus Dara dari celana jeans-nya dan menyusup mencari gundukan empuk disana.


Pagi itu pun menjadi ajang olahraga favorit Abi yang membuat adrenalinnya berpacu ditambah dengan suara seksih Dara semakin meningkatkan semangatnya.

__ADS_1


***


Acara makan malam ini Abi dan Dara menceritakan penawaran yang diajukan oleh Bu Tanti tentang kelas akselerasi yang bisa membuat kedua putranya lulus SD lebih cepat.


"Jadi G nanti lulus SMA di usia belum ada 15 tahun?" tanya Ghani sambil memakan sushinya. Malam ini Abi sengaja membawakan sushi atas permintaan Rhea.



"Iya G apalagi kalau SMP juga ada kelas akselerasi bisa lebih cepat lagi sekolahnya" sahut Abi.


"G sendiri nggak keberatan. Malah seneng. Jadi cita-cita G masuk Harvard Law School bisa lebih cepat lalu mendaftar ke NYPD."


Abi dan Dara hanya terbengong mendengar perkataan putranya.


"Harvard Law School?" tanya Dara.


"NYPD?" tanya Abi bersamaan.


Ghani mengangguk.


"G, kamu kan warga negara Indonesia. Gimana bisa masuk NYPD?" tanya Abi bingung.


"Nanti G cari cara tapi yang jelas, G ambil kelas akselerasi yang ditawarkan Bu Tanti" jawab Ghani tegas.


Abi hanya memegang pelipisnya pusing menghadapi putranya yang sejak kecil bercita-cita masuk NYPD.


"Gozali gimana? Ikut kelas akselerasi atau tetap kelas reguler?" tanya Dara kepada putra angkatnya.


"Aku ikut kelas akselerasi Bu. Kan ada G disana jadi ada temannya juga" jawab Gozali.


"Baiklah besok mommy akan menemui Bu Tanti menyatakan bahwa di tahun ajaran baru kalian akan masuk kelas enam."


Ghani dan Gozali saling melakukan Tosh.


"Now G, Daddy mau tanya kenapa kamu ingin masuk NYPD?" tanya Abi penasaran.


"G suka aja mereka keren!"


"Kamu nonton film apa saja G?" tanya Dara.


"Law and order, CSI NY, Instinct sama Castle" jawab Ghani kalem.


"Astaga, mommy harus mensensor semua tontonanmu nak!" ucap Dara karena semua itu adalah tontonannya selama di rumah.


Abi hanya melirik istrinya. "Mommy benar-benar yaaa memicu anaknya pengen jadi penyelidik di NYPD."


"Ooopppsss." Dara menutup wajahnya.


***


Yuhuuu


Up malam Yaaaa


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu

__ADS_1


__ADS_2