Menyulut Gairah Suamiku

Menyulut Gairah Suamiku
Bab 1


__ADS_3

Kedua direktur perusahaan itu berjabat tangan dengan senyum lebar. Setelah pernah membangun kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak kini hubungan mereka akan semakin erat dengan menjalin kekeluargaan lewat perjodohan anak-anak mereka.


"Saya begitu tersanjung karena akan berbesan dengan orang besar seperti anda !" Ucap Tuan Amir dengan wajah sumringah.


"Anda terlalu memuji, saya tidak seperti itu !" Tuan Rio merendah.


Tuan Rio Alfian, direktur perusahaan PT. Krystal Bening yang bergerak di bidang manufaktur, salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Sedangkan Tuan Ahmad Amir direktur perusahaan PT. Goodfood yang bergerak di bidang Agraris memutuskan menjodohkan anak mereka.


Putra Tuan Rio yaitu Excell Septian, pria tampan berusia 25 tahun dengan putri angkat tuan Amir yang bernama Leni Nabila berusia 21 tahun.


Kedua orang yang dijodohkan itu saling menatap, Excell jelas dengan tatapan tidak setujunya berbanding dengan tatapan Leni yang tak terbaca.


Cowok itu segera memalingkan wajahnya. Awalnya orang tuanya meminta makan siang bersama meski belum masuk jam makan siang namun ia cukup terkejut ternyata teman orang tuanya ikut makan siang bersama mereka dan Excell lebih terkejut saat papanya mengatakan akan menjodohkannya dengan anak temannya tersebut. Tentu saja Excell menolak, ia telah memiliki kekasih yang ia cintai. Ia tadi sempat menatap lekat gadis didepannya, Leni cantik walau penampilannya sederhana namun elegan tapi hatinya telah terisi oleh Tasya, gadis yang telah ia pacari selama 3 tahun ini.


"Kalau begitu kita bisa segera menyelenggarakan pesta pertunangan anak-anak kita !" Ucap Tuan Rio membuat Excell melotot dan itu tak luput dari pandangan Leni.


Mendengar itu, tuan Amir dan istrinya saling pandang.


"Maaf tuan Rio, jika berkenan lebih baik kita langsung menikahkan mereka. Tidak usah mengadakan pesta pertunangan, itu agak mubasir menurut saya !" Jawab tuan Amir pelan takut menyinggung sang calon besan.


"Baiklah kalau itu mau kalian, kalau begitu kita harus segera menentukan tanggal baiknya !"


"Pa !" Panggil Excell, ia benar-benar resah sekarang.


"Kalau bisa kapan-kapan kita bertemu lagi, saya dan Excell masih ada rapat !" Ucap Tuan Rio menyadari mimik protes anaknya.


"Baiklah tuan, sampai bertemu lagi !" Mereka semua berdiri bersamaan.


"Saya tidak sabar menjadikan Leni menantu !" Tuan Rio dan istrinya tersenyum hangat pada calon menantunya yang dibalas senyum manis Leni.


"Terima kasih om dan Tante !" Jawabnya lembut.


Excell mendengus kesal melihat itu dan langsung keluar setelah berpamitan dengan orang tua Leni dan mengabaikan gadis itu. Sedangkan Leni, ia terus menatap tempat dimana Excell terakhir terlihat, seutas senyum muncul di bibirnya.


"Ayo kita pulang !" Ajak Ibu Delia, mama Leni.


"Iya ma !" Leni mengikuti langkah orang tuanya meninggalkan tempat itu.


Sementara, setelah sampai di perusahaannya dan memasuki ruangannya, Excell seketika mengungkapkan rasa tidak sukanya.


"Aku nggak suka papa tiba-tiba jodohin aku seperti ini tanpa diskusi dulu sama aku pa !" Excell geram sekali, andai bukan orang tuanya sudah ia maki-maki keduanya.


"Terus kamu maunya seperti apa ?" Sang papa menantang.


"Aku mencintai Tasya pa, aku mau menikahi dia !"


"Tidak, papa tidak setuju kamu menikah dengan dia. Lihat, Leni juga cantik !"


"Aku gak peduli, pokoknya aku gak mau menikah dengan dia !"


"Nggak bisa, papa mau kamu menikah dengan Leni atau jabatan direktur tidak akan pernah jadi milikmu !"


Teriakan tuan Rio membuat Excell terdiam menatap sang papa tidak percaya.


"Sayang !" Mama Evelin berusaha menenangkan suaminya yang nampak emosi.


"Apa yang membuat papa tidak menyukai Tasya ? Selama ini dia selalu berusaha jadi calon menantu yang baik untuk mama dan papa ?"


Excell ingat dengan jelas, Tasya selalu bersikap sopan jika bertemu orang tuanya bahkan ia selalu membawakan sesuatu untuk orang tuanya jika berkunjung membuatnya berpikir jika semua sudah sempurna. Tapi sekarang ?

__ADS_1


"Menikah dengan Leni atau kamu tidak akan pernah mewarisi perusahaan papa ?"


"Kalau begitu kasih aku alasan yang sangat jelas kenapa papa ngotot aku menikahi cewek itu ?"


Tuan Rio terdiam, ia dan Ibu Evelin saling pandang sejenak.


"Papa punya balas Budi dengan orang tua Leni !"


"Dengan mengorbankan aku ?" Sambar Excell.


"Papa tidak mengorbankan kamu !"


Baru saja Excell ingin berucap lagi saat sang papa mengangkat tangan memberi tanda agar anaknya itu berhenti bicara.


"Kenali Leni lebih dalam sebelum kamu menikahi dia nanti. Sering - sering ajak dia jalan !"


"Aku nggak mau pa, aku gak mauuuuu !" Teriak Excell kencang.


"Excell !" Tegur sang mama, tidak suka melihat anaknya kurang ajar terhadap suaminya.


"Harus mau. Papa cuma mau Leni yang jadi menantu papa !"


"Tapi apa kurangnya Tasya pa ? Tolong pikirkan kebahagiaanku juga !" Excell masih bersikukuh.


"Cell, turuti apa kata papamu !" Ibu Evelin menyahut.


"Tapi ma !"


"Cukup !" Bentak sang papa.


Setelah itu papa Rio dan mama Evelin beranjak dari ruangan itu meninggalkan Excell yang emosi. Dengan penuh amarah, Excell meraih pot bunga kecil di mejanya dan melemparnya sekuat tenaga ke lantai diiringi teriakan menggelegar. Setelah itu menonjok pigura kecil yang tergantung ditembok dengan sekuat tenaga hingga pigura itu pecah dan tangan Excell berdarah.


"Halo yank !" Sambut kekasih hati.


"Iya yank !" Sapa Excell. Mendengar suara Tasya membuat perasaan Excell jadi enak.


"Mau makan siang bareng ?" Ajaknya.


"Maaf yank, aku udah makan tadi sama mama papa !" Jawab Excell.


"Yaaaaah !" Tasya kecewa.


"Nanti malam mau jalan ke mall ?" Tawar Excell.


"Iya yank, mau banget !"


"Ya udah, nanti malam aku jemput !"


"Oke deh yank, ya udah kamu lanjut kerja yank. I Love You !"


"I Love You too !" Excell berucap nanar.


*****


Leni menatap taburan bintang pada langit malam. Masih memikirkan kejadian tadi siang. Sejujurnya ia juga terkejut saat orang tuanya mengajaknya makan siang yang ternyata untuk memperkenalkannya pada seseorang.


Melihat Excell membuat ia semakin kaget, tidak menyangka kalau pria itulah yang akan menjadi suaminya.


Excell yang tampan juga kaya, siapa yang akan menolaknya ?

__ADS_1


Leni yakin tidak ada satupun perempuan yang mampu menolak pesona Excell. Meski ada hal lain yang ia sukai pada cowok itu sejak dulu.


Saat asyik melamun, mengingat sesuatu di masa lalu. Pintu kamar Leni terbuka, seorang gadis yang menyadari si pemilik kamar sedang melamun membuatnya mengendap-endap mendekati Leni.


"DORRRR !" Teriaknya membuat Leni terjengkit kaget dengan mata melotot.


"Naylaaaaaaa !" Geram Leni pada sahabatnya itu.


Nayla hanya terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Leni.


"Kamu kenapa malam-malam ngelamun ? Gak takut kesambet ?" Nayla masih tertawa.


Nayla adalah anak pertama om Amir, Leni dan Nayla sudah bersahabat sejak SD karena orang tua mereka juga bersahabat lebih tepatnya mama Nayla dan mama Leni.


Hingga saat orang tua Leni meninggal karena kecelakaan, sejak saat itu Leni di asuh oleh om Amir meski Leni memiliki keluarga lain tapi mereka hanya sibuk memperebutkan harta, tidak peduli terhadap Leni.


"Kamu kenapa sih ?" Nayla bertanya lagi.


"Aku dijodohin !"


"Eh, sama mama papa ?" Leni mengangguk.


"Dijodohin sama siapa ?"


"Excell, wakil CEO PT. Krystal Bening !"


"Whatttttt ? Kok mama papa gak bilang apa-apa ke aku !"


Nayla terdiam sebentar, mengingat sesuatu.


"Jangan bilang Excell yang kamu sukai itu ?"


Leni kembali mengangguk dengan wajah sumringah.


"Tapi dia kan udah punya pacar !" Mau tidak mau Nayla menghempas angan Leni yang sempat membumbung tinggi.


Nayla tahu, sejak pertama kali Leni jatuh cinta pada Excell, hanya saja ia pun tidak mau jika perjodohan ini hanya akan menyakiti perasaan Leni dimana Excell nantinya fokus dengan pacarnya.


Leni terdiam, masih terbayang-bayang ekspresi wajah tidak enak Excell tadi begitu lekat dalam ingatan Leni membuatnya memikirkan bagaimana baiknya semua ini. Apa harus lanjut atau berhenti ?


Jujur saja, ia sudah jatuh hati pada cowok itu sejak ia kelas 1 SMA, mereka tidak saling kenal dan suatu kejadian seketika membuat Leni jatuh cinta pada Excell.


Dan hari ini rasanya Leni mau pingsan karena mengetahui ia dijodohkan dengan pujaan hatinya namun rasa senang itu sedikit pudar karena melihat ekspresi Excell yang nampak tidak bahagia yang membuatnya juga tidak mengekspresikan perasaannya.


"Aku akan buat dia jatuh cinta sama aku Nay !"


"Hah ?"


"Aku akan buat dia melupakan pacarnya dan hanya mencintaiku seorang !" Tekad Leni membara membuat Nayla menganga.


"Caranya ?" Tanya Nayla membuat Leni menggeleng lesu.


"Nanti dipikirkan !" Jawab Leni membuat Nayla geleng-geleng kepala.


"Oh ya ? Ada apa datang kekamarku ?"


"Oh ini, Febri minta diantarkan beli keperluan seni sekolahnya jadi kami mau ke mall. Kamu mau ikut ?"


"Tentu saja mau !" Leni langsung meraih tangan Nayla dan menggandengnya keluar.

__ADS_1


__ADS_2