Menyulut Gairah Suamiku

Menyulut Gairah Suamiku
Bab 7


__ADS_3

Excell dan keluarganya sudah menuju hotel dimana pernikahannya akan diselenggarakan. Selama perjalanan, cowok itu menatap luar jendela dengan perasaan galau, tangisan Tasya kemarin membuatnya terus kepikiran.


'Bagaimana keadaan gadis itu sekarang ?' Ia bertanya-tanya dalam hati karena hp Tasya tidak aktif setelah itu.


Excell gelisah dan terus meyakinkan diri jika nanti ia akan menemui dan memperbaiki hubungan dengan Tasya karena Leni telah memberikannya ijin jika masih ingin bersama kekasihnya.


Mobil berjalan dengan begitu lancarnya menuju hotel X dimana Excell akan memulai hidup baru.


Sementara itu, Leni yang sudah berada di hotel. Sedang menatap pantulan dirinya yang sudah didandani. Begitu amat cantik hingga membuatnya tersenyum sendiri, berharap Excell bisa meliriknya walau sedikit.


"Wow, kamu cantik banget Len !" Ucap Nayla yang baru saja memasuki ruangan itu.


Leni yang mengenakan kebaya putih modern itu begitu memukau, siapa saja yang melihatnya sekarang pasti akan terpesona.


"Sayang, kamu cantik sekali !" Mama Delia dan papa Amir menyusul masuk.


"Terima kasih ma, pa !" Leni memeluk mama Delia, wanita yang begitu tulus menyayanginya.


"Eh, pengantin laki-laki udah datang ma, pa !" Seru Febri yang masuk ke kamar.


Papa dan mama bergegas keluar untuk menyambut calon pengantin laki-laki. Kedua pasang calon besan itu tersenyum bahagia kemudian menggandeng tangan Excell untuk duduk didepan pak penghulu yang sudah menunggu.


"Bagaimana perasaan sekarang ?" Tanya Nayla.


"Deg.. Deg-an !" Jawab Leni seraya meremas kedua tangannya.


"Kalau nanti malam udah gak deg-deg-an dong !" Nayla menaikturunkan alisnya sambil tersenyum menggoda sahabatnya membuat wajah Leni jadi datar.


"Nggak tuh, biasa aja !" Jawabnya yakin. Yaiyalah yakin Excell tidak akan menyentuhnya selama Tasya masih ada dihati cowok itu.


"Eh, kenapa ?" Nayla terkejut dengan ekspresi Leni.


Baru saja mau menjawab, mama Delia memasuki kamar.


"Ayo sayang !" Dengan lembut mama Delia membimbing Leni berdiri seraya merapikan kebayanya kemudian bersama Nayla menggandeng gadis itu membawanya ke samping Excell.


Dan barulah Leni merasakan gugup saat semua mata tertuju kearahnya. Untuk itu, ia tersenyum membalas tatapan kagum para tamu undangan.


Sedangkan, Excell yang juga ikut menatap sang calon istri tampak membatu, ia tidak menyangka jika Leni akan terlihat sangat cantik membuatnya sekejap lupa pada Tasya.

__ADS_1


Mata keduanya bertemu dengan Leni masih setia tersenyum manis membuat Excell salah tingkah.


'Tunggulah, aku akan membuatmu bertekuk lutut kakak Excellku tersayang !' Batin Leni dibalik senyumannya.


Mama Delia dan Nayla membantu Leni duduk disamping calon suaminya dengan merapikan sedikit pakaiannya kemudian Nayla beranjak dari sana dan mama Delia duduk didekat papa Amir.


Sebelum memulai ijab kabul, pak penghulu memberikan sedikit pembelajaran tentang gambaran rumah tangga pada umumnya yang didengarkan dengan hikmat bukan hanya kedua mempelai tetapi juga para tamu undangan yang hadir.


"Mari kita mulai ijab kabulnya !" Tangan si penghulu sudah terulur didepan Excell.


Cowok itu menatap lekat tangan itu dan perlahan menyambutnya. Kedua tangan itu berjabat erat.


'Maafin aku Tasya, aku janji akan cari kamu dan jelasin semua !' Batin Excell.


"Excell Septian Bin Rio Septian, saya nikahkan engkau kepada Leni Nabila binti Almarhum Ahmad Yusril dengan seperangkat alat sholat dan cincin berlian 24 karat tunai karena Allah Ta'ala !"


Excell terdiam sejenak, kembali meyakinkan hati jikalau semua akan berjalan sesuai rencananya. Hening menerpa, semua yang ada disana ikut berdebar menunggu Excell mengucapkan ijab kabulnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Leni binti Almarhum Ahmad Yusril dengan seperangkat alat sholat dan cincin berlian 24 karat tunai karena Allah Ta'ala !" Ucap Excell mantap.


"Bagaimana para saksi ?"


Entah seperti apa Excell dan Leni menggambarkan perasaannya sekarang, saat menyematkan cincin pada satu sama lain. Saat Leni mencium Taksim tangan suaminya dan dibalas Excell dengan mencium kening istrinya. Keduanya berpandangan sejenak dengan senyum tulus yang diberikan Leni.


Penandatangan buku nikah, sungkeman diiringi tangis haru kepada orang tua masing-masing mewarnai syahdu pernikahan. Setelah itu keduanya menuju pelaminan untuk menyambut tamu yang ingin memberikan ucapan selamat.


Dan malam harinya,


Excell yang sudah memakai tuxedo hitam yang membuatnya terlihat sangat tampan duduk mematung menatap Leni yang sedang didandani. Tangan MUA itu begitu lincah dalam memadukan makeup serta menata rambut Leni, menjadikan gadis itu begitu memukau. Apalagi saat gaun mewah ala princes berwarna putih yang membuat Excell semakin menganga saat melihat Leni bak bidadari turun dari kayangan.


"Ya ampun, kamu cantik sekali sayang !" Para mama masuk dan langsung kagum melihat penampilan Leni.


"Terima kasih Tante !" Jawab Leni diiringi senyum manis.


"Kok Tante. Panggil mama, sekarang Leni menantu mama jadi harus panggil mama !" Ucap mama Evelin.


"Iya ma.. mama !" Leni gugup.


"Ya udah yuk, tamu udah mulai berdatangan !" Kata mama Delia.

__ADS_1


Excell dan Leni bersiap. Leni merangkul lengan Excell dan bersama menuju pelaminan.


Keduanya mengembangkan senyum saat menyambut tamu-tamu yang ingin bersalaman dan memberi doa restu.


Tanpa tahu jika tempat lain seorang gadis masih menangis tidak terima jika kekasihnya akan menikahi wanita lain. Ia berharap dengan ngambeknya, Excell akan berubah pikiran dan berbicara pada orang tuanya untuk membatalkan pernikahannya.


Tasya sangat mencintai Excell, cowok itu baik dan peduli padanya, belum lagi harta melimpah yang dimilikinya membuatnya tak ingin berpaling dari Excell.


Tapi dia pun tidak tahu jika sekarang Excell sedang merayakan pernikahannya.


*****


Akhirnya acara selesai dan kedua mempelai menuju kamar untuk beristirahat. Leni melepas hak tingginya dan menjinjingnya, membiarkan kaki polosnya yang sejak tadi pegal merasakan dinginnya lantai hotel.


"Mau digendong ?" Tawar Excell yang kasihan melihat Leni kelelahan.


"Tidak usah kak, ku masih bisa jalan kok !" Gadis itu menatap ngeri pada suaminya.


Excell mengangguk dan tanpa kata lagi keduanya berjalan menuju kamar pengantin. Saat pintu kamar terbuka, keduanya terperangah melihat tempat tidur yang dipenuhi dengan kelopak bunga mawar merah berbentuk hati membuat keduanya canggung.


Leni langsung menuju kopernya, mengambil piyama dan langsung masuk ke kamar mandi. Sedangkan Excell, ia melepaskan jasnya dan dasi dan melemparkan ke sofa.


Ia menatap tempat tidur dan kamar mandi bergantian. Perasaannya jadi tidak menentu sejak menyandang status sebagai suami. Apalagi melihat Leni secantik ini membuatnya sedikit goyah.


Ia menuju kulkas dan meraih minuman soda, meneguknya sembari menuju jendela kaca dan menikmati pemandangan kota yang indah.


Excell menoleh saat pintu kamar mandi terbuka, Leni keluar dari sana dengan piyama cokelat polos dan handuk yang membungkus rambutnya.


"Ada sesuatu di wajahku ?" Tanya Leni yang menyadari Excell menatapnya lekat.


"Oh nggak, aku tiba-tiba lapar !" Excell ambigu.


Leni yang mendengar itu jadi bingung, bukannya mereka tadi sudah makan.


"Oh, ya udah. Tunggu aku pesankan makanan buat kakak. Kak mau makan apa ?" Leni menuju telpon hotel.


"Gak usah, aku tiba-tiba kenyang !" Ucap Excell dan dengan cepat menuju kamar mandi membuat Leni mengerutkan kening.


Didalam kamar mandi, Excell berusaha meredam debat jantung juga debar dalam celananya. Melihat Leni tadi membuatnya tidak bisa berpikir jernih, namun ia berusaha keras membuang pikiran itu karena ia yakin, ia mencintai Tasya, gadis yang 3 tahun ini dipacarinya. Excell menghela nafas kasar seraya melepas pakaiannya dan membersihkan diri.

__ADS_1


15 menit kemudian ia keluar dan melihat Leni sudah terlelap di tempat tidur. Excell membuka kopernya dan meraih baju kaos dan celana pendek untuk dikenakan setelah itu ia menyusul Leni ke kasur, ia kembali menatap lekat wajah itu yang nampak cantik hingga ia pun jatuh terlelap.


__ADS_2