Menyulut Gairah Suamiku

Menyulut Gairah Suamiku
Bab 9


__ADS_3

Leni benar-benar menguji iman Excell, akhirnya cowok itu masuk kembali ke kamar mandi dan bermain solo. Kepalanya serasa mau pecah melihat godaan didepan mata juga memikirkan kekasih yang tak kunjung memberinya kabar.


Sedangkan Leni yang menyadari sedikit banyaknya kegelisahan suaminya tersenyum tipis. Excell mulai terpancing meski cowok itu pun berusaha untuk tidak kebablasan demi seorang Tasya namun tekad Leni pun sama kuatnya untuk menaklukkan suaminya sendiri.


"Kak, berapa lama kita disini ?" Tanya Leni sembari duduk disamping suaminya.


"3 hari, kita gak bisa lama-lama disini, pekerjaanku banyak sekali !" Jawab Excell.


"Oh ya udah, nanti sore kita ke pantai ya kak trus besok kita shopping, gimana ?"


"Boleh !"


"Yes !"


Leni tak bisa menyembunyikan rasa senangnya, keduanya terdiam fokus menatap layar tivi.


"Len...!" Panggil Excell pelan, memecah kesunyian.


"Iya kak ?"


"Aku tahu pernikahan kita ini tidak seperti pasangan lainnya tapi aku mau kalau didepan orang tua kita, kita terlihat seperti pasangan bahagia lainnya. Jadi kita sebisa mungkin nggak buat orang tua kita curiga !"


"Jadi ?"


"Ayo kelihatan mesra didepan orang tua kita, didepan keluarga besar kita !"


"Oke !"


'Ini pernikahan sungguhan kak, tunggu aja tanggal mainnya !' Leni terkekeh dalam hati melihat betapa polosnya suaminya.


"Jadi kamu boleh manja-manja sama aku kalau didepan orang tua kita !" Tambah Excell.


"Baik kak !" Keduanya saling melempar senyum.


Excell senang karena berpikir jika Leni benar-benar tipe cewek yang penuh pengertian membuatnya yakin jika pernikahan ini akan seperti yang dia duga. Namun bagi Leni, ini adalah awal untuk menjerat Excell dalam pelukannya, pertama bisa mendapat kepercayaan cowok itu dan kemudian perlahan menembus hatinya hingga Excell bertekuk lutut padanya.


Dan sore itu, keduanya jalan-jalan dipinggir pantai seraya bermain air, tepatnya Leni dengan dress pantai menendang-nendang kecil air yang mengalir ke kakinya.


Leni terkekeh kecil saat mengejar kepiting kecil yang melarikan diri darinya dan itu semua tak luput dari pandangan Excell yang memakai kacamata hitam, ia terpaku menatap betapa polosnya sang istri saat ini.


Leni seru sendiri hingga matahari akan tenggelam, gadis itu terdiam menonton bola dunia itu tanpa sadar di sisi lain Excell terdiam menatap cantik alami istrinya dengan senyuman saat menatap bola dunia itu.


"Cantik ya kak !" Leni menoleh kearah Excell.


"Iya, sangat cantik !" Excell masih terpaku dengan senyum Leni.


Hingga cowok itu tersadar, mengapa ia malah mengagumi Leni ? ia hanya mencintai Tasya dan tidak ada yang bisa menggeser gadis itu dari hatinya.


Excell membuka galeri Hp-nya dan menatap foto kebersamaannya bersama sang kekasih.


Sedangkan Leni, tanpa kentara ia menatap Excell yang nampak gelisah. Senyum tipis muncul di bibirnya.


"Ayo balik !" ajak Leni membuat Excell mendongak.

__ADS_1


"Oke, ayo !" Keduanya jalan beriringan meninggalkan pantai.


Keesokan harinya, hari terakhir berada di Bali benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Leni. Seharian ini ia habiskan untuk belanja dan berburu oleh-oleh. Excell hanya mengikuti dan membayari setiap belanjaan istrinya.


"Terima kasih suami !" Leni tersenyum lucu saat mereka sudah sampai di hotel dengan belanjaan yang banyak.


"Terserah !" Ucap Excell sembari duduk di sofa sambil memainkan Hp-nya. Tasya masih belum bisa ia hubungi membuatnya stress.


Rasa rindu untuk gadis itu rasanya menyesakkan membuatnya beberapa hari ini cukup uring-uringan karena Tasya namun pikiran itu segera sirna saat tak sengaja Excell melirik kearah Leni dan didapatinya sang istri dalam posisi berdiri sedang menunduk untuk membuka semua belanjaannya dan itu membuat bajunya tersingkap kebawah dan memperlihatkan belahan dadanya yang sukses membuat Excell panas dingin.


Sejenak ia membeku menatap salah satu keajaiban dunia itu, ingatannya kembali saat berada di kamar mandi saat tubuh polos itu menyita seluruh perhatiannya membuatnya segera geleng-geleng kepala agar pikiran kotor itu tidak hinggap dan membuat senjata pamungkasnya bangun hendak menunaikan tugas sucinya.


Excell bangkit menuju balkon hotel demi menenangkan dirinya meninggalkan Leni yang tersenyum penuh makna menatap punggungnya.


******


Akhirnya mereka kembali dan langsung menuju apartemen baru mereka.


"Itu kamar kita, istirahatlah. Lusa kita ke rumah papa mama karena besok aku harus bekerja !" Tunjuk Excell pada kamar utama.


"Iya kak !" Leni menatap lekat suasana apartemen, ia akui suka dengan apartemen yang cukup luas itu.


"Nanti aku pesan makanan, istirahat aja dulu !" Leni mengangguk dan menuju kamar, saat dibukanya kamar yang bernuansa tosca itu benar-benar cantik.


Begitulah, keduanya mulai menjalani rumah tangga seperti yang dikatakan Excell dimana Leni menurut namun bergerak pelan-pelan dan sangat hati-hati dalam meraih hati Excell.


Keesokan harinya, Excell berangkat kerja dan Leni hanya bersantai dirumah sambil menyusun skripsi miliknya.


Saat pulang ke apartemen, Excell bertemu orang tua dan mertuanya diluar.


"Iya, kami mau kasih surprise !" Ucap mama Delia.


"Padahal besok aku dan Leni mau mengunjungi mama papa !"


"Bagus begini, kita kumpul ramai-ramai !" Ucap sang papa.


"Ya udah, ayo masuk !" Excell membukakan pintu.


Dua pasang orang tua itu menelisik ruangan dan terkagum-kagum melihat kebersihan rumah itu.


Excell mencari-cari keberadaan istrinya.


"Ma, pa, silahkan duduk. Aku bikinkan minuman dulu !" Excell berlalu ke dapur dan membuat jus jeruk kemudian membawanya kedepan orang tuanya.


Baru saja Excell hendak pamit ingin ke kamar mencari istrinya, saat sepasang tangan membelai lembut perutnya dan memeluknya mesra disertai sebuah dagu hinggap dibahunya membuatnya mematung.


"Mama sama papa kapan datang ?" Leni bertanya lembut.


"Baru aja nak !" Jawab mama Evelin.


Dua pasang orang tua itu tampak begitu senang melihat kemesraan pengantin baru itu.


Excell yang sejak tadi terdiam merasakan jantungnya berdebar, pelukan Leni yang otomatis membuat gunung kembar gadis itu menempel erat di punggungnya membuatnya merasa panas dingin menerima cobaan berat ini.

__ADS_1


"Ya udah sayang, kamu mandi dulu aku mau masak makan malam buat kita semua !" Leni mengecup pipi Excell sebelum melepas pelukannya. Excell membeku kemudian mengangguk dan tanpa berkata lagi, ia menuju kamar.


"Len, gak usah masak nak. Mama udah pesan makanan buat kita makan sama-sama !" Ucap mama Evelin.


"Iya Len, kamu disini aja kita ngobrol-ngobrol sambil tunggu makanan kita datang !" Tambah mama Delia.


"Iya ma !" Leni bergabung dengan para orang tua, bercerita seraya bercanda.


Baru saja Excell bergabung saat pesanan mereka datang, Leni segera membawanya ke dapur dan dengan cekatan memindahkan ke piring dan mengaturnya di meja makan serta menyiapkan piring dan gelas untuk mereka semua.


"Ma, pa, kak, ayo makan !" Panggil Leni.


Semua bergerak menuju meja makan, para istri mengambilkan makanan untuk suaminya. Melihat itu Leni pun berinisiatif melakukan hal yang sama, diambilnya piring Excell dan mengambilkan nasi serta lauk pauk.


"Segini cukup ?" Tanya Leni.


"Iya cukup, tolong tambahin sambal dipinggir !" Ucap Excell.


Setelah melakukan yang diminta suaminya, Leni meletakkan piring didepan Excell yang mana membuat para orang tua bangga dan berpikir bahwa perjodohan anak-anak mereka berhasil.


"Bagaimana bulan madu kalian, apa terasa kurang ?" Tanya papa Rio.


"Kami puas kok pa !" Jawaban ambigu Leni membuat dua pasang orang tua itu tersenyum malu.


"Iya tapi sayangnya waktunya cuma sebentar, andai kalian bisa bulan madu 2 Minggu pasti kita bisa cepat-cepat punya cucu !" Ucap mama Evelin.


Excell dan Leni tersentak mendengar itu, keduanya saling pandang sejenak.


"Papa sabar aja, lagi proses kok !" Ucap Excell seraya menggenggam tangan Leni dimana Leni menyandarkan kepalanya di bahu Excell seraya tersenyum manis kepada orang tua mereka.


"Oh syukurlah. Kalau bisa kalian punya banyak terus kita bikin kesebelasan !" Ucap papa Amir yang sukses mengundang tawa.


"Iya pa, aku juga mau punya banyak anak jadi rumah bisa ramai !" Ucap Excell.


"Iya pa, papa dan mama sabar tunggu cucu dari kami aja!" Tambah Leni.


Mereka menikmati makan malam disertai canda tawa kepada pengantin baru itu kemudian pamit pulang saat malam semakin larut.


Pengantin baru itu melambaikan tangan hingga mobil orang tua mereka hilang dari pandangan.


"Aku merasa bersalah udah bohongin orang tua kita !" Ucap Excell sendu.


"Maksudnya ?" Tanya Leni tidak mengerti.


"Masalah anak, kita mungkin tidak akan pernah bisa turuti yang ini !" Excell menatap sendu pada istrinya membuat Leni terdiam sambil menatap lekat suaminya.


"Kakak sabar aja, suatu hari mama dan papa pasti gendong cucu dari kakak di waktu yang cocok !" Leni memberi semangat pada suaminya.


'Dan aku harap, aku yang melahirkan anakmu kak !' Batin Leni.


Excell tersenyum dan membelai lembut rambut Leni.


"Aku harap kau bahagia dengan orang yang kamu cintai nanti !" Ucap Excell.

__ADS_1


'Dan kamulah orangnya !' Sambung Leni dalam hati seraya tersenyum manis pada suaminya.


"Ayo tidur, ini udah larut !" Ajak Excell, keduanya menuju kamar dan menaiki ranjang. Saling membelakangi dengan pikiran berkecamuk hingga keduanya terlelap.


__ADS_2