
Tasya menangis, hatinya tidak terima kenyataan jika Excell telah menikahi wanita lain.
Bayang-bayang indah tentang pernikahan dengan Excell hancur sudah seperti perasaannya kini. Air matanya terus meluncur bagai air terjun.
Ia membuka galeri Hp-nya dan menatap foto-foto bersama Excell, dalam foto itu keduanya terlihat amat bahagia membuat air mata Tasya terus mengalir.
Jujur saja kekayaan Excell memang menyilaukan matanya namun perasaan cintanya pada Excell juga tidak diragukan, ia berusaha menjadi gadis baik nan setia agar hubungannya dengan Excell benar-benar sempurna. Tapi sekarang ? Excell sudah menjadi milik perempuan lain yang membuat semua usahanya jadi sia-sia.
TING TONG
Masih fokus dengan kesedihannya saat bel apartemennya berbunyi membuat Tasya langsung terkesiap, berpikir itu adalah Excell membuatnya segera berlari menuju pintu.
SURPRISEEEEEEEE.
Suara riang seorang gadis menyambut pandangannya kala membuka pintu membuat Tasya mematung karena pemikirannya meleset.
Air matanya mengalir lagi namun dengan isakan menyayat hati membuat si tamu yang. awalnya bingung dengan reaksi Tasya kini semakin kebingungan sekaligus panik melihat tangisan Tasya.
"Eh, kamu kenapa Sya ?" Sang tamu langsung memeluk Tasya yang juga membalas memeluk erat.
"Excell Ri !"
"Iya, Excell kenapa ?"
Bukannya menjawab tangisan Tasya malah semakin deras membuat sang tamu kelimpungan.
"Ayo masuk aja dulu !" Sang tamu membawa Tasya masuk dan duduk di sofa.
Tanpa canggung, sang tamu langsung menuju dapur dan mengambilkan segelas air untuk si pemilik rumah yang sedang sesegukan itu.
"Ini minum dulu !"
Tasya meraih gelas itu dan meminumnya hingga tandas, keduanya terdiam sejenak hingga Tasya merasa lebih enakan, ia menoleh kesamping pada orang yang masih menunggu penjelasan darinya.
"Maaf, kamu kapan datang Ri ?"
"Tadi malam, aku mau kasih surprise ke kamu kok malah aku yang terkejut lihat kamu seperti ini. Kamu tu kenapa ?"
Tasya kembali diam, ia menatap sahabatnya itu. Purie Cantika, sahabatnya sejak SMA dan saat kuliah mengambil jurusan yang sama yaitu tata busana yang setelah lulus kuliah dia menjadi seorang perancang busana dan bekerja di Paris.
Karya-karyanya sering menjadi pilihan para artis terkenal dunia karena sentuhan kecantikan serta keanggunan pada setiap pakaian yang ia buat.
"Kamu tumben pulang ke Indonesia ?" Tasya bertanya bingung karena ia sangat tahu desainer cantik itu sedang sibuk-sibuknya.
"Ada undangan peragaan busana super besar yang mau diadakan disini. Kamu gak tahu ?" Purie balik tanya, ia bingung karena Tasya juga seorang desainer yang karyanya banyak disukai banyak artis juga politisi hingga namanya juga melejit di Indonesia.
"Aku gak tahu !" Gadis itu menjawab lesu.
Purie bangkit dan memeriksa meja Tasya, memeriksa setiap amplop yang ia temukan dan akhirnya menghela nafas saat undangan yang persis terdapat disana masih tersegel.
"Kamu juga diundang ini !" Teriaknya memberitahu Tasya namun gadis itu hanya mengedikkan bahu.
__ADS_1
Purie mendekat dan kembali duduk disamping Tasya. Diraihnya paperbag yang sejak tadi ia pegang dan memberinya pada Tasya.
"Ini oleh-oleh dari Paris !" Tasya menerima bingkisan itu, membukanya dan sekumpulan permen dan coklat beraneka warna nan menggugah selera terlihat disana, Tasya meraih salah satu coklat dan memakannya dengan pelan.
"Kamu kenapa ? Ada apa ? Cerita dong sama aku !"
Tasya menelan luberan coklat dimulutnya dengan rasa sesak, kemudian menghadap kearah Purie. Mata gadis itu kembali berkaca-kaca.
"Excell udah nikah Ri !"
"Hah ? Kapan ?" Purie kaget.
"Excell dijodohkan orang tuanya dan sekarang dia udah nikah sama cewek itu !" Tangis Tasya kembali pecah seraya memeluk Purie, meluapkan semua beban hatinya.
Purie terdiam, tanpa kentara tangannya menggenggam erat tempat duduknya, ucapan Tasya barusan seperti petir disiang bolong. Jika boleh jujur, ia juga menyukai Excell. Sejak Tasya memperkenalkan mereka 3 tahun lalu saat itu, ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada cowok tampan itu.
Purie menunggu tanpa tahu kapan, ia menunggu Excell dan Tasya putus karena ia yakin itu dan sambil menunggu itu ia terus memperindah diri agar suatu hari nanti ia pantas bersanding dengan Excell. Tapi sekarang ?
Purie balas memeluk Tasya yang masih menangis keras, air matanya juga mengalir membuktikan jika hatinya juga sakit.
*****
Malam Minggu, dimana menjadi ikon semua anak muda untuk bersenang-senang, melepaskan penat setelah melakukan aktivitas padat beberapa hari belakangan ini.
Setelah makan malam, Excell langsung ke ruang kerjanya sedangkan Leni langsung masuk ke kamar. Wanita itu menuju balkon kamar, membuka pintu dan hembusan angin menyapanya, menerbangkan rambutnya dengan jahil. Ia menatap bintang-bintang di langit.
Sekarang malam Minggu, saat yang tepat untuk berkencan dengan kekasih hati.
Saat menikmati gelap malam, pintu kamar terbuka, Excell memasuki kamar dengan sebuah amplop ditangannya. Leni segera masuk dan menutup pintu balkon.
"Beberapa hari lagi ada pesta fashion, nanti kita pergi kesana sama-sama !" Ucap Excell.
Mendengar itu Leni tersenyum dan sebuah ide ada dikepalanya.
"Kalau begitu, aku mu cari gaun yang cocok deh buat dipake kesana. Bagaimana kalau kita ke mall kak sekalian jalan-jalan ?"
Hening, Excell tidak langsung menjawab, dia menatap sang istri yang tersenyum canggung.
"Sekarang ?" Tanya Excell.
"Iya, mumpung malam Minggu !" Leni tersenyum.
"Ya udah, ayok !" Putus Excell. Pria itu menuju lemari dan meraih pakaian kasualnya.
Leni melongo, detik berikutnya ia nyaris menjerit saking senangnya. Segera ia menuju lemarinya dan memakai pakaian kasualnya menyesuaikan suaminya memakai kaos juga celana panjang.
Keduanya menuju mall, selama di mobil, keduanya terdiam. excell yang fokus pada kemudi dan Leni yang menikmati pemandangan lampu-lampu terang yang nampak mempercantik gelap malam.
"Mau nonton ?" Tanya Leni saat mobil sudah terparkir di mall.
"Boleh !"
__ADS_1
Keduanya langsung menuju bioskop, Leni tertarik pada 1 film yang bertema romantis komedi namun film itu telah mulai jam tayangnya jadi ia harus menunggu di bagian selanjutnya.
Leni membeli tiket untuk jam selanjutnya dan waktunya masih lama jadi cukup untuknya jalan-jalan lagi.
"Filmya masih lama, kita pergi cari gaun yuk kak !" Ajak Leni.
"Oke, ayo !" Jawab Excell.
Keduanya mengitari mall untuk mencari gaun hingga tiba disebuah toko baju. Leni langsung mencari gaun yang diinginkan sedangkan Excell duduk menunggu sambil bermain Hp.
Leni berhasil menemukan gaun yang ia inginkan, setelah itu Excell membayarnya dan keduanya kembali jalan-jalan sambil menatap toko-toko yang ada. Keduanya terlibat obrolan ringan, entah mengomentari sesuatu atau menanyakan pendapat.
Mata Leni tertuju pada toko aksesoris cantik, ia masuk kesana diikuti Excell. Wanita itu berkeliling seraya menatap semua benda-benda yang cantik nan indah.
"Ya udah yuk kak, filmnya mau mulai !" Leni berjalan lebih dulu meninggalkan toko itu.
"Eh, kamu gak beli apa-apa ?" Tanya Excell heran karena sejak tadi Leni nampak antusias.
"Nggak !" Leni menggeleng seraya meraih tangan Excell dan menggandengnya menuju bioskop.
Keduanya memasuki bioskop dan langsung menuju room yang dimaksud. Keduanya menikmati momen ini, film yang menyajikan komedi yang membuat tertawa dan adegan romantis yang membuat rata-rata penonton menyorak dan sebagian lagi malu-malu kucing.
Film usai dan sejoli itu keluar dari room teater.
"Filmnya bagus kan ?" Tanya Leni.
"Iya bagus !"
"Kapan-kapan kita jalan-jalan seperti ini lagi yah ?" Leni tersenyum manis kepada suaminya.
Excell terdiam sejenak seraya menatap istrinya.
"Iya boleh, kapanpun kamu mau dan saat aku gak ada kerjaan !" Jawab Excell membuat senyum Leni semakin lebar dan refleks memeluk lengan Excell dengan perasaan senang.
Hingga tiba-tiba langkah Excell terhenti tepat setelah keluar dari bioskop. Leni cukup kaget karena ia pun berhenti dan menatap Excell yang memasang wajah tegang seraya melihat tepat didepannya.
Leni mengikuti arah pandang Excell dan melihat 2 gadis menatap mereka dengan tatapan terluka dan amarah yang terlihat jelas.
Bisa Leni rasakan saat Tasya menatap lekat wajahnya dengan tatapan menusuk dalam.
Ya, Tasya disana bersama Purie. Mereka awalnya ingin menonton bersama malah bertemu Excell membuat keduanya kaget, apalagi seorang wanita memeluk mesra lengan Excell membuat Tasya tidak tahan, ia segera balik badan dan berlari meninggalkan tempatnya berdiri.
Excell bergeming, membiarkan gadis itu semakin menjauh darinya membuat Leni tidak enak hati apalagi melihat ekspresi Excell yang rumit.
"Kak !" Panggil Leni pelan.
Excell tersadar
"Ayo pulang !" Ajaknya.
Keduanya pulang dengan suasana sunyi, ekspresi Excell yang datar membuat Leni tak mengusik suaminya.
__ADS_1