Menyulut Gairah Suamiku

Menyulut Gairah Suamiku
Bab 3


__ADS_3

Flashback on


Leni yang saat itu baru lulus SMP dan berencana mendaftar ke sebuah SMA Swasta.


Saat itu ia telah datang dengan membawa berkasnya untuk melakukan pendaftaran. Ia menunggu kedatangan Nayla yang tadi katanya singgah disuatu tempat agar bisa mendaftar bersama.


Suasana semakin ramai dengan banyaknya anak-anak yang juga akan melakukan pendaftaran ke sekolah itu. Leni fokus dengan Hp-nya sambil berjalan menuju halte sekolah untuk menunggu Nayla.


Tanpa sadar sebuah motor melaju kencang kearahnya dan sebelum ia menyadari, tangan sang pengendara motor lebih dulu terulur menarik kalung di leher Leni dengan kencang. Saking kencangnya tarikan itu, Leni tertarik kedepan dan jatuh hingga sikunya terluka dan lengannya berdarah akibat bergesekan dengan aspal.. Semua terjadi sangat cepat.


"TOLONGGGGGGGGGGG... JAMBRETTTTT !" Teriak Leni histeris saat menyadari lehernya juga terasa lecet.


Ia meraba lehernya dan kalungnya hilang, ia menangis dan mulai histeris. Pasalnya, kalung itu milik almarhumah mamanya. Kalung liontin emas yang begitu berharga bagi sang mama karena itu pemberian sang suami sebagai mas kawin dulu membuat benda itu otomatis juga menjadi harta berharga bagi Leni.


"Tolong kalungku !" Leni menangis seraya mengiba pertolongan pada orang-orang disekitarnya namun mereka hanya terdiam dengan wajah panik melihat jambret itu kabur dengan kecepatan penuh.


"TOLONG.. KALUNGKU !" Tangisan Leni semakin kencang dan menatap nanar pada jambret yang nyaris hilang dari pandangan.


Leni bersedia memberikan seluruh uangnya jika penjambret itu mau mengembalikan kalungnya. Tapi itu mustahil dan penjambret kampret itu dengan mudahnya merampas barang berharganya.


Masih menangis meratapi kalungnya saat sebuah motor lewat dengan kecepatan tinggi dan mengejar penjambret itu.


BRAKKKK


Terdengar suara tabrakan dibelokan sana disertai teriakan kesakitan. Semua yang mendengar itu sontak berlari kearah asal suara.


Si pengejar tadi meninju si penjambret yang sudah terbaring di tanah membabi buta, seorang cowok yang terlihat tampan itu tampak sangat benci dengan kelakuan penjambret ini hingga ia turun tangan dan ia pun sangat jengkel karena malah mengalami luka lecet akibat jatuh saat menabrak penjambret ini plus motor kesayangannya ikutan lecet membuatnya melampiaskan emosinya dengan terus meninju jambret itu, meski penjambret itu mencoba melawan dan pada akhirnya tinju terakhir yang cukup keras mendarat di hidung si penjambret seketika membuatnya lemas.


Si penyelamat tampan segera merogoh saku pakaian penjambret itu dan mengambil kalung liontin emas disana.


Suara-suara orang berlari mendekat rupanya membuat kekuatan si penjambret tiba-tiba terkumpul dan berusaha melarikan diri dengan mengendarai motornya meski ia merasakan nyut-nyut dikepalanya. Semuanya berusaha mengejar penjambret agar tidak kabur namun akhirnya penjambret itu berhasil kabur meski beberapa kali menyerempet bangunan didekatnya.


"Ini kalungmu !" Cowok itu menyerahkan kalung liontin pada Leni yang mematung melihatnya.


"Terima kasih !" Leni kembali menangis saat kalungnya kini berada di tangannya.


Dibukanya liontin itu dan didalamnya ada foto orang tuanya di kedua sisi membuatnya memeluk erat benda itu didadanya. Saking bahagianya ia tidak menyadari kalau cowok itu berjalan meraih motornya dan berlalu dari sana.


Leni tersadar saat suasana terasa sepi dan si penolong telah hilang dari pandangan. Ia belum puas mengucapkan terima kasih bahkan berniat untuk mentraktir cowok itu. Apalagi ia juga melihat luka lecet di siku juga lengan cowok tadi membuatnya merasa bersalah.


Beberapa bulan setelah kejadian itu dan Leni serta Nayla sudah bersekolah disana.

__ADS_1


Siang itu, jam pulang sekolah Leni dan Nayla sedang menunggu jemputan di halte sekolah. Suasana yang ramai dipenuhi siswa-siswi yang tak sabar untuk pulang kerumahnya. Hingga sebuah motor ninja berhenti didepan sekolah dan si pengendara melepas helmnya seraya menatap kearah gerbang.


Seketika ia menjadi pusat perhatian cewek-cewek disana karena ketampanannya serta postur tubuhnya yang keren dan jangan lupa motor ninjanya yang menjadi nilai plusnya membuatnya terlihat sempurna.


Deg.


Leni terkejut melihat cowok itu. Itu adalah cowok yang menolongnya saat dijambret dulu. Ia terus menatap cowok yang nampak cuek saja melihat gadis-gadis yang mengaguminya.


"WAAAA... TOLONGGGGG JAMBRET !" Sebuah teriakan membuat semua yang berada disana tegang dan detik berikutnya terlihat motor melaju kencang kabur dari kejaran massa.


BRAKKKKKK


Si penyelamat lagi-lagi memukau, ia menendang dengan begitu kuat motor si penjambret saat lewat disampingnya. Motor itu oleng dan akhirnya jatuh. Dengan cepat si jambret bangkit dan merogoh kantong celananya dan mengeluarkan pisau lipat membuat cewek-cewek disana berteriak histeris.


"Awas kak !"


"Bahaya !"


"Jambret Jelek.. Kakak tampan.. kyaaaaaa !"


"Telpon polisi ? telpon polisi ?"


Nampaknya penjambret itu orang yang sama yang pernah menjambret Leni dan sepertinya tidak ada kapoknya malah mempersiapkan senjata agar tidak gagal lagi.


HIYAAAAAA. Si penjambret menerjang cowok itu dengan keras namun dengan mudah cowok itu berkelit dan dengan cepat memberi tendangan keras pada ulu hati penjambret itu membuat penjambret itu termehek-mehek akibat rasa sakit juga ngilu menjalar ditubuhnya. Penjambret itu tetap berusaha menyerang kembali si cowok namun lagi si cowok tak memberi kesempatan dan malah meninju penjambret itu membabi buta membuat semua yang melihatnya menyorakinya penuh semangat. Setelah tinju terakhir yang keras, cowok itu meraih tubuh si penjambret dan membantingnya ke tanah dengan keras membuat penjambret itu pingsan seketika.


Serta merta sorak Sorai apa cheerleaders menggema disana, para gadis mengagungkan sang pemenang.


"Kak Excellllll.. !" Sebuah suara terdengar.


Seorang cewek seusia Leni menghampiri cowok itu kemudian meraih helm yang disodorkan dan naik ke boncengan kemudian memeluk erat perut cowok itu hingga motor itu berlalu hilang dari pandangan dan membuat para gadis kecewa.


"Nay, kamu lihat tadi cowok itu !"


"Iya kenapa ?"


"Itu yang udah tolongin aku kemarin waktu dijambret !"


"Oh ya !" Nayla yang sudah tau ceritanya tampak terkejut.


Leni menatap cowok itu hingga hilang dari pandangan. Cowok itu tidak tahu jikalau rasa terima kasih Leni padanya begitu besar. Menyelamatkan harta berharganya yang selalu membuatnya kuat dimanapun kapanpun membuat Leni mencari tahu siapa cowok itu.

__ADS_1


Dan Leni berhasil mengetahui identitasnya saat wajah cowok itu terpampang nyata sebagai cover boy disebuah majalah yang begitu populer dikalangan remaja saat itu.


"Excell Septian !" Lirih Leni kagum saat membaca biodata diri sang model cover boy seraya menatap foto cowok yang sedang tersenyum hingga membuatnya tampan berkali-kali lipat.


Sejak saat itu apapun yang berhubungan dengan cowok itu selalu menarik untuk Leni. Hingga entah sejak kapan perasaan kagum itu berubah menjadi cinta dihatinya.


Hari berganti Minggu berganti bulan berganti tahun namun Leni belum memiliki kesempatan kedua untuk berbicara dengan pujaan hatinya. Meski ia tahu jika kini cowok itu bekerja di perusahaan orang tuanya yang notabennya rekan bisnis papa angkatnya.


Jika ada pesta perusahaan dimana mengundang pebisnis terkenal beserta keluarganya. Leni sangat senang bisa menatap meski dari jauh sang pujaan hati, belum ada keberaniannya untuk mendekat dan mengajak cowok itu berbicara sekedar mengucapkan terima kasih untuk masa lalu.


Leni lebih suka menatap cowok itu dari jauh walau si target lebih sering berinteraksi dengan teman-temannya bahkan rekan bisnisnya atau fokus menatap Hp-nya, itu sudah cukup untuk Leni.


Dan sebuah kesempatan yang tidak disangka-sangka oleh Leni. Undangan maka siang bareng dari orang tua angkatnya mengantarnya bertemu kembali dengan pujaan hatinya.


Ia sempat mematung saat membuka pintu ruang VIP itu dan disambut tatapan tajam pujaan hatinya.


Kata pernikahan keduanya terlontar dari bibir para orang tua membuat Leni ingin teriak sambil salto atau kuyang saking bahagianya yang akan bersanding dengan orang yang disukainya.


Meski selanjutnya, ia harus kecewa karena ternyata Excell telah memiliki pacar yang membuat cowok itu menolak perjodohan ini.


*****


Pulang kuliah, Leni memasuki kamarnya. Terdiam sejenak mendinginkan tubuhnya, ia menuju lemari pakaiannya dan membuka laci didalamnya. Diraihnya sebuah kotak perhiasan dari sana kemudian membukanya dan meraih kalung liontin emas berharganya. Saat hampir raib, ia memutuskannya menyimpan dengan baik benda itu dan memakainya disaat tertentu saja.


Mamanya memberikan kalung itu seraya menceritakan padanya sebulan sebelum kecelakaan menewaskan orang tuanya.


"Ini kalung kesayangan mama, pemberian papamu saat menikahi mama. Yang membuat kalung itu berharga karena papamu melakukan banyak pekerjaan dan menabung agar bisa beliin mama kalung ini dari hasil keringatnya sendiri !" Sang mama bercerita dengan wajah berseri-seri.


Leni yang mendengar cerita itu juga seperti bisa merasakan kebahagiaan orang tuanya.


Ia kembali membuka liontinnya dan menatap foto kedua orang tuanya. Memakai kalung ini membuatnya merasa kedua orang tuanya ada bersamanya.


"Mama, papa. Aku kangen !" Tangis Leni tumpah melihat foto orang tuanya dan memeluk erat didadanya benda itu. Ingin sekali ia memeluk mamanya sambil mencurahkan semua gundah hatinya.


Leni menghapus air matanya dan terus memegang erat kalung itu. Pandangannya terarah keluar jendela, menatap langit biru nan yang cerah disana.


Tiba-tiba ia kembali teringat pada Excell yang mana membuatnya berusaha mengontrol perasaan galaunya.


"Selamat tinggal cinta pertama"


Dan Leni perlahan terlelap.

__ADS_1


__ADS_2