
Setelah aku terdiam beberapa menit kesadaran ku berangsur kembali.
"Apa yang kalian lakukan ? Ini balasan yang ku terima dari semua kepercayaan ku" aku berteriak di ruangan itu hingga dua sejoli yang sedang bermesraan di depanku kaget. Mereka seolah tak percaya semua ini akan terbongkar olehku.
"Apa yang kau lakukan disini lid, ini semua tak seperti yang kau bayangkan" suamiku seolah mencoba menyakinkan ku kalau aku salah paham.
Tak seperti yang kubayangkan katamu. Setelah semua yang ku saksikan di depan mataku kau masih sanggup bilang semua tak seperti yang kubayangkan.
Ku lemparkan makanan yang sedari tadi masih ku genggam dengan erat. Ku lempar ke arah suamiku berdiri. Dia tersentak seolah tak menyangka aku akan melakukan itu.
"Aku kecewa mas. Aku mempercayaimu tapi kenapa kamu melakukan ini padaku. Aku hanya tak paham harus kah dengan satu-satunya orang yang paling ku sayang. Apa kau lupa dia itu sahabatku" Dengan nada yang tinggi ku keluarkan isi hatiku. Aku merasa pedih yang luar biasa hatiku seolah ditusuk ribuan jarum.
Ku pandang sinis ke arah sahabatku
__ADS_1
"Kamu tega sin" lalu aku berlari meninggalkan mereka di ruangan itu. Ku lihat suamiku juga berlari mengejar ku mungkin dia ingin membohongiku lagi dan lagi. Saat aku sampai di dalam mobil suamiku mencoba menggedor jendela mobilku tapi aku sudah cukup sakit dan tidak ingin mendengar perkataan apa-apa dari mulutnya. Jadi aku pacu mobilku, aku tinggalkan dia yang berdiri lemas di depan kantorku.
Namaku dewa, aku mempunyai seorang istri yang sangat lembut dan cantik. Dulu dia adalah atasanku sampai saat di pesta pernikahan salah satu teman kantorku aku dan dia secara tidak sengaja terlibat obrolan. Dan semenjak itu kami mulai dekat hingga akhirnya menikah.
Pagi ini setelah selesai serapan aku mencium keningnya seperti biasa dan berangkat ke kantor. Semenjak kami menikah istriku itu memang menyerahkan semua urusan kantor padaku. Katanya dia sangat mempercayai ku.
Aku berangkat ya sayang. Jangan terlalu capek ya. Aku mencintaimu
Istriku tersenyum dan mengantarkan ku ke mobil. Sesampainya di kantor ku buka pintu ruangan ku. Di sana sudah ada sekretaris sekaligus asisten pribadiku.
Pagi Sintia sapa ku. Dia namanya Sintia dan dia adalah satu-satunya sahabat terbaik istriku.
__ADS_1
"Mas kan gak ada orang kenapa harus manggil nama lengkap sih gak biasanya" Sintia menghampiri dewa sembari duduk di pangkuannya
"Sampai kapan kita harus gini mas menutupi semua dari Lidia. Aku mencintaimu mas, bukankah kau bilang kau juga mencintaiku tapi kenapa susah sekali untukmu menjelaskan semua pada Lidia. Dia harus tau mas karena aku selalu gak tahan saat harus pura-pura gapapa saat kalian bermesraan di depanku"
"sabar sayang, ini tak semudah yang kau pikirkan. Dia sahabatmu bagaimana mungkin kita akan menjelaskan ini padanya. Dia pasti akan sangat terluka" dewa mulai memeluk Sintia
"Harusnya saat kamu memulai hubungan terlarang ini kamu sudah tau konsekuensi nya. Dari awal memang dia harus terluka"
Sabar sayang secepatnya akan kucari waktu yang tepat untuk membicarakan ini padanya. Udah dong akh aku merindukanmu.
"Udah akh gombal" Sintia meledek dewa
karena terbawa suasana dewa dan lidia mulai bercumbu dengan mesra. Tanpa di sadari Lidia sudah mematung menyaksikan perbuatan suami dan sahabatnya itu.
__ADS_1
Aku tersentak saat ku dengar suara teriakan yang sangat aku kenali di ruangan itu. Ternyata istriku sedari tadi menyaksikan apa yang sudah kami lakukan. Aku ingin menjelaskan semuanya aku tau ini salah tapi perasaanku tumbuh dengan sendirinya dan aku tak kuasa membendungnya. Aku mencintai mereka berdua.
Tanpa mendengar penjelasan ku Lidia masuk ke mobilnya dan terus memacu mobilnya. Aku tau ini akan berakhir dengan tidak baik