Mereka Yang Ku Sayang Menghianatiku

Mereka Yang Ku Sayang Menghianatiku
Aku harus melawan


__ADS_3

Aku Lidia Subarsono. Aku bisa ditipu oleh sahabat dan suamiku. Mereka bermain gila dibelakang ku. Tapi aku sudah putuskan untuk mengikuti permainan gila mereka. Sejauh yang kutau, aku berpikir Sintia adalah satu-satunya sahabat terbaikku tapi ternyata dia menyimpan dendam padaku. Dendam yang sudah dia bibit ketika papanya masuk ke penjara.


"heh melamun aja nih" suara Rendi membuyarkan lamunanku. Rendi adalah sepupuku yang umurnya satu tahun diatasku. Dia satu-satunya keluarga yang tulus menyayangi aku.


"kenapa sih lid gak biasanya lu melamun gini. Kenapa sini cerita sama gue jangan murung gitu ntar manisnya berkurang"


"apa sih ren, gue gapapa lu aja yang sok tau" aku mengelak karena sesungguhnya aku gak ingin dia tau masalahku karena dari awal dia memang sudah mengingatkan ku untuk tidak terlalu mempercayai Lidia tapi aku selalu memarahinya dan tidak percaya padanya.


"Bohong... Gue tau lu luar dalam lid, lu itu biasanya ceria kalau lu udah melamun gini pasti ada masalah. Cerita aja lid, gue ini keluarga lu. Jangan tahan sedihnya sendirian gue ada buat lu"


Air mata ku menetes mendengar perkataan Rendi, aku tau dia memang sudah menganggap ku seperti adik kandungnya sendiri. Semenjak adiknya meninggal ditabrak mobil saat itu aku tau aku dianggap adik sama Rendi. Dan dia menyayangi aku sebesar dia sayang adiknya.


Aku gak berani menatap matanya karena aku memang tak ingin ada orang tau hancurnya hatiku saat ini. Kurasakan tangan Rendi mulai memelukku. Dia mendekap aku sangat erat sehingga air mataku kian bertambah deras.

__ADS_1


"Gapapa lid, nangis aja gue ada disini buat lu. Kalau udah agak tenang baru deh cerita. Gapapa nangis aja, nangis bukan berarti lu lemah tapi terkadang itu membuat hati lega"


"Gue hancur ren, hati gue patah. Mas dewa selingkuh ren dia selingkuh dibelakang gue dan lebih parahnya lagi dia selingkuh sama sahabat gue, sintia"


"Sintia yang selama ini selalu bareng sama lu lid" mata Rendi terbelalak seakan gak percaya dengan apa yang aku katakan


"iya ren Sintia yang itu, dan lu tau apa yang lebih parahnya lagi ? Ternyata selama ini Sintia benci sama gue, dia dendam dengan keluarga Subarsono karena papa yang melaporkan papanya ke polisi sehingga masuk penjara. Dia cuma pura-pura selama ini ren."


"Gue sakit ren, gue sayang mereka berdua tapi kenapa mereka tega nyakitin aku gini. Sintia udah menang dari gue ren"


"Gue gak bisa ren, gue gak bisa"


"Lu bisa, lu punya gue, adik gue bukan orang yang lemah"

__ADS_1


Air mataku semakin membanjiri baju Rendi seiring dia semakin mengencangkan dekapannya. Aku bingung harus ngapain tapi benar juga kata Rendi kalau aku gini terus Sintia akan menganggap dirinya menang.


Ku usap air mataku. Kutarik nafas dalam-dalam dan ku buang perlahan. Ku tatap mata Rendi dan disana kulihat seakan dia juga merasakan rasa sakit yang kurasakan.


"Apa yang harus gue lakukan. Gimana cara gue melawan sedangkan mereka leluasa bertemu tiap hari di kantor"


"Pertama lu harus balik ke kantor tapi sebelum itu kita harus cari celah kesalahan dewa agar lu bisa balik ke kantor. "


"celah? Gimana caranya"


"Besok sampai beberapa hari kedepan gue akan nunggu di depan kantor Subarsono Corp. Gue yakin selama lu ngediamin dewa, dewa akan mencari Sintia dan mungkin akan ketemuan di luar. Saat itu terjadi gue akan ngikutin dan hubungin lu"


"Baiklah ren, makasih nya udah mau bantuin aku"

__ADS_1


"It's okay cantik, jangan nangis lagi kita makan di restoran yuk. Masa kamu datang kesini cuma buat nangis aja"


Aku sangat bahagia memiliki Abang sepupu yang meyayangiku. Aku tau dia mungkin capek bekerja hari ini tapi dia selalu mau ku ajak curhat. Ah manisnya abangku ini batinku


__ADS_2