Mereka Yang Ku Sayang Menghianatiku

Mereka Yang Ku Sayang Menghianatiku
Aslinya begini


__ADS_3

Aku sejenak terdiam ku renungkan semua kenangan yang ku lewati bersama sintia. Selama ini aku selalu menganggap dia seperti saudara Perempuanku sendiri. Bahkan setelah kedua orang tuaku meninggal dia selalu ada untukku. Ku pikir selama ini dia tulus ada untukku. Aku yang salah tak pernah mencoba menyelami hatinya hingga tak ku sangka dia menyimpan dendam untukku.


Saat ku terima pesan itu ku ambil kunci mobilku. Ku bergegas menuju apartemen yang selama ini dia tinggali. Sesampainya di parkiran sempat ku urungkan niatku untuk menemuinya.


"Akh ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu dengannya tapi biar bagaimanapun aku harus dengar sendiri penjelasan dari sahabat ku itu" ucapku meyakinkan diriku.


Aku berjalan menuju lorong lift. Ku tekan tombol 19 lantai dimana temanku itu tinggal. Semua rasa pahit itu tiba-tiba menghantam hatiku. Aku sangat menyayangi mereka berdua tapi kenapa mereka sejahat ini padaku. Tak terasa sekian jauh aku berjalan dari lift aku udah sampai di depan pintu apartemen sahabatku itu. Ku bunyikan belinya tapi tak ada jawaban.


[Sin ini aku, buka pintunya mari kita bicara hati ke hati]

__ADS_1


[ngapain kamu kesini, kamu ingin menjambak rambutku seperti yang dilakukan istri sah di film film itu? Pulanglah aku muak denganmu, nikmati kebahagiaanmu yang sebentar lagi akan jadi milikku]


aku kaget membaca jawaban darinya ternyata kedatanganku kesini sia-sia. Entah kenapa aku sangat ingin melihat wajah sahabatku itu. Maka ku balas lagi pesannya


[Apa mas dewa tau kalau kamu sebenci ini padaku ? Sebenarnya apa yang sudah kulakukan padamu hingga kau menyimpan dendam untukku?]


[Dia tak tau, bagaimana mungkin aku memberitahu padanya rasa benciku padamu. Karena aku hanya ingin dia tau sisi baikku. Pulanglah tak akan kubuka kan pintu untukmu]


Akh bagaimana ini bisa kulakukan kenapa harus aku yang pergi menemuinya dia yang menyakitiku, dia yang mengkhianati aku. Kenapa aku yang capek-capek kesini untuk meminta penjelasan darinya. Jelas kalau dia yang salah. jika aku begini terus yang ada aku memberikan ruang untuknya lebih menyakitiku lagi. Batinku memikirkan semua yang terjadi belakangan ini. Maka saat itu ku putuskan untuk bangkit dan membalas mereka semua. Aku tak ingin lama-lama larut dalam lukaku. Mereka sudah memulai permainannya maka akan ku ladeni dan ku ikuti permainan mereka sampai tuntas.

__ADS_1


Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar. Kamar yang selama ini jadi tempat tamu tapi akhirnya akulah yang tidur disini. Ku abaikan mas dewa yang sedari tadi memanggil namaku ketika dia lihat aku turun dari mobil. Ku putuskan kalau aku akan mengambil alih lagi perusahaan ku. Aku yang akan jadi pemimpin dan mas dewa akan menjadi bawahan ku. Aku tak lagi peduli gimana orang akan memandang kami yang ku tahu aku harus membalas penghianatan ya ini.


[Aku ingin bicara, aku tunggu di ruang keluarga]


Tak lama mas dewa menghampiriku


"Maaf sayang beri aku kesempatan, aku Jani aku tak akan mengulanginya lagi. Aku tau hatimu sangat lembut jadi maafkan aku"


"Aku memanggilmu kesini bukan untuk membicarakan itu mas, cintaku padamu akan ku tekan karena aku tak ingin terluka lagi. Aku akan mengurus perpisahan kita tapi selama proses itu terjadi aku akan mengambil alih perusahaan tapi tenang aja kamu akan tetap bekerja tapi tidak lagi menjadi CEO"

__ADS_1


"Maafkan aku lid, aku menyayangimu jangan lakukan ini padaku. Jangan ceraikan aku"


Ku tinggalkan dia di ruangan itu tanpa menjawab pertanyaan itu karena sudah kuputuskan untuk membalaskan dendamku


__ADS_2